
Julian melepaskan helm miliknya dan memandang orang-orang yang ada di hadapannya.
"Apa kalian ingin menukar nyawa kalian?" Ucap Julian di sana.
Teman-teman Julian sedikit merasa takut jika mereka di apa-apakan oleh orang tersebut.
"Aku hanya menjalankan tugas dari seseorang." Ucap dari boss orang-orang itu.
"Kau kenal dengan mereka, Jul?" Sahut salah satu teman Julian.
"Tidak, tapi yang jelas mereka adalah orang-orang bayaran. Sebaiknya kalian pergi dari sini." Perintah Julian pada teman-temannya agar tidak terlibat.
"Bagaimana denganmu? Kita pergi sama-sama, jadi harus bersama-sama juga kali ini." Sahut Reiner.
"Aku akan baik-baik saja. Kalian pergilah dulu." Pinta Julian pada teman-temannya.
"Kalian pergilah dulu, aku akan membantu Julian. Tunggu di tempat seperti biasa." Sahut Gerald pada kedua temannya.
"Tidak ada penolakan, cepatlah kalian pergi dari sini ." Sambung Gerald lagi pada mereka berdua. Keduanya pun mau tidak mau pergi dati sana. Sebenarnya mereka juga tidak mau meninggalkan Julian dan Gerald. Tapi mereka juga tidak ada pilihan lain.
"Apa kita perlu mengejar anak-anak itu, boss?" Tanya salah satu di antara mereka.
"Tidak perlu, kita hanya butuh anak itu." Jawabnya sambil menatap Julian yang masih bertengger di atas motor sportnya.
"Anak muda, sebaiknya kau ikut dengan kami. Atau kalian tidak akan selamat?" Ujar boss dari orang itu. Julian tersenyum sinis pada mereka semua.
"Jika aku tidak mau?" Julian menaikkan sebelah alisnya.
"Hahahahaa.... Hajar mereka." Boss itu pun memerintahkan anak buahnya menghajar Julian dan Gerald di sana.
Julian turun dari motor sportnya dan menendang orang yang mendekat padanya. Orang itu langsung jatuh tersungkur hanya dengan sekali tendangan dari Julian.
Gerald pun ikut turun dan membantu Julian untuk menghajar orang-orang yang sudah menghalangi jalan mereka.
Bugh...
Gerald menendang kaki orang itu dengan sangat kuat. Anak buah sisanya pun ikut melawan Julian dan Gerald. Bos dari sekumpulan orang itupun berdiam diri bersandar di body mobil menunggu anak-anak buahnya melawan Gerald dan Julian.
Buugh...
__ADS_1
Kaki Julian menendang rahang orang tersebut dengan kuat. Satu dari mereka pun mendekat ke arah Julian. Julian langsung saja meraih tangan orang itu lalu membantingnya dengan keras di jalanan.
Bughh...
Orang itu mengerang kesakitan karena Julian membanting dirinya dengan cukup kuat. Julian tidak akan tinggal diam pada orang-orang tersebut karena tiba-tiba saja mengganggu dirinya. Padahal dirinya tidak pernah berurusan dengan siapapun.
Buugh...
Buugh...
Gerald menendang orang itu dengan posisi di udara. Mereka kembali bangkit lalu kembali menghajar Gerald dan Julian.
Setiap pukulan yang di layangkan orang-orang itu tidak mengenai Julian dan Gerald sedikitpun. Mereka berdua selalu menghindar dan melawan orang-orang tersebut.
Karena sudah sangat geram, mereka pun mengeluarkan senjata tajam yang mereka bawa masing-masing.
Baku hantam masih terus saja berlangsung, tidak ada rasa lelah pada diri Julian. Ia semakin bersemangat melawan orang-orang tersebut meskipun membawa senjata di tangannya.
Orang itu mengarahkan senjata tajam pada Julian, Julian tidak tinggal diam. Julian menahan tangan itu lalu membalikkan senjata tajam itu ke arah orang tersebut. Orang tersebut sekuat tenaga agar benda tajam itu tidak mengenai dirinya. Julian mendorong kuat hingga senjata tajam itu menancap di orang tersebut.
Jleeb....
Julian menahannya dan menekan kuat senjata tajam yang sudah tertancap itu.
Buugh....
Julian menendangnya hingga orang tersebut jatuh tergeletak karena ulah julian. Dia yang sudah lemah karena banyak darah yang keluar dan di tambah lagi Julian menendangnya dengan kuat. Orang tersebut tidak sadarkan diri, entah masih bernyawa atau tidak.
Boss dari mereka terbelalak melihat anak buahnya yang tergeletak di sana. la masih membiarkan anak buah yang lainnya melawan Julian dan Gerald.
Tidak lama kemudian, lawan Gerald juga tumbang jatuh tergeletak. Hingga tersisa dua orang di antara mereka.
Buugh....
Julian kembali membanting salah satu dari mereka, kali ini lebih keras dari yang pertama tadi.
Julian pun menekankan kakinya di dada orang tersebut, susah payah orang tersebut menyingkirkan kaki Julian, tapi nihil. Julian semakin menekankan kakinya di dada orang tersebut.
"Kau masih ingin bermain-main denganku?" Ujar Julian. Orang tersbut juga sudah lelah, dia terlihat lemah.
__ADS_1
Duugh...
Julian tanpa kasihan menendang orang tersebut hingga terpelanting berguling-guling.
Boss dari mereka pun kembali melototkan matanya karena semua anak buahnya telah habis di tangan Julian dan Gerald di sana.
"Sial!" Pekiknya lalu berlari mendekat ke arah Julian. la melambung tinggi ingin menendang Julian, tapi Julian bisa menghindari orang itu. Pergerakannya mudah sekali di tebak oleh Julian.
Duugh..
Bughh...
Julian menendang punggung orang tersebut dengan cukup kuat hingga jatuh tersungkur.
"Kurang ajar," ucapnya kembali berdiri lalu menyerang Julian lagi.
Tanpa ba bi bu be bo, Julian dengan entengnya kembali membanting seseorang. Sudah tiga orang yang ia banting.
Dengan penuh tenaga Julian membanting orang tersebut. Gerald yang melihat semangat dalam Julian itu hanya bisa memandangnya. Baru kali ini dia melihat Julian seperti itu, biasanya yang dia lihat dengan teman-temannya adalah Julian yang resseh dan petakilan.
Orang itu mencoba bangun dengan susah payahnya, badannya terasa remuk. Biasanya dirinya yang membuat orang terjatuh dan tersungkur. Dan sekarang dirinya di kalahkan oleh Julian dengan mudahnya.
Julian membiarkan orang itu bangkir, Julian ingin tahu seberapa kuat orang itu. Orang itu terbangun dan sempoyongan. Dia pun mengambil pistol perlahan dari sakunya lalu menembakkan ke arah Julian.
Doorrr...
Julian berhasil menghindar, tapi peluru itu berhasil menggores lengannya. Darah segar terlihat keluar dari sana. Julian memandang luka yang ia terima dengan datar, orang yang menembak Julian itu pun tersenyum menang karena berhasil membuat Julian terluka.
Gerald yang melihat Julian tertembak itu pun membelalakkan matanya, ia khawatir dengan keadaan Julian. Namun di luar dugaannya, Julian kemudian menatap orang tersebut dengan tajam, senyum psikopatnya kembali terlihat setelah melihat darah menetes dari dirinya. Gerald yang awalnya ingin mendekat ke arah Julian ia urungkan setelah melihat perubahan wajah Julian.
"Hahahaha.... Aku berhasil memberikan hadiah untukmu anak mudah, lebih baik kau menyerahlah." Ujarnya pada Julian.
"Benarkah? Tidak semudah itu." Senyumnya kembali terlihat mengerikan.
Tanpa berlama-lama Julian pun menyerang orang tersebut dengan gerakan cepatnya hingga orang itu tidak bisa mengelak dengan serangan Julian.
Bugh...
Bugh....
__ADS_1
Bughh...
Julian membalas perbuatan orang itu berkali-kali lipat. Dia tidak akan membiarkan orang itu hidup begitu saja. Bagi Julia, darahnya sangat mahal. Maka dari itu dia tidak akan membiarkan orang itu begitu saja.