
Salah satu dari mereka membukakan pintu mobil untuk Dario. Dario keluar dan langsung saja berjalan masuk ke dalam tempat tersebut. Ia berjalan dengan sangat angkuhnya karena mengingat usaha bawahannya itu berhasil.
la sangat yakin akan hal ini, dirinya pasti dengan mudah bisa mengalahkan Julian. Padahal yang anak buahnya tangkap adalah Thea, bukan Jennifer atau Fany.
Meski pun begitu, Julian juga pasti akan datang menyelamatkan Thea.
Dario menuju ke tempat di mana Thea, pintu terbuka dan dilihatnya Thea masih dalam keadaan belum sadarkan diri. Dario melihat wajah dari orang yang di bawa oleh bawahannya ke tempatnya. Dario mengerutkan keningnya saat melihat wajah dari orang itu nampak berbeda.
"Siapa yang kalian bawa ke sini? Kenapa kalian bod* oh sekali!" Dario marah ketika melihat wajah orang itu berbeda. Tentu saja berbeda, dia adalah Thea. Bukan Jennifer atau pun Fany.
"Dia teman dari keduanya, Tuan. Tidak ada salahnya kita membawa dia ke sini, pasti mereka akan datang menyelamatkan anak ini," jawab bawahannya itu dengan jujur.
"Di mana yang lainnya?" Dario menanyakan bawahannya yang lainnya yang juga ia tugaskan. Tumben sekali jika dia menanyakan keberadaan bawahannya.
"Saya tidak yakin untuk itu, Tuan. Sepertinya, mereka sudah tewas di tangan dua wanita itu," tebak bawahannya yang memang ada benarnya. Mereka semua tewas di tangan Jennifer dan Fany.
Wajah Dario terlihat kesal di sana, tetapi saat melihat Thea, kekesalannya itu hilang. "Baiklah... mereka pasti akan datang untuk menyelamatkan anak ini."
"Kalian perketat tempat ini, jaga anak ini jangan sampai melarikan diri. Siapkan anggota semuanya." Dario pergi meninggalkan tempat itu dengan tersenyum sinis.
Walau pun tidak mendapatkan Fany dan Jennifer, masih ada Thea yang menjadi sandranya. Ia sangat yakin pasti Julian dan lainnya akan datang ke tempatnya untuk menyelamatkan Thea. Kali ini ia tdak mau usahanya gagal, tetapi lihat saja nanti bagaiman dia melawan Julian.
Malam hari tepatnya di markas Kingdom...
Semua yang ada di markas Kingdom sudah bersiap, mereka hanya menunggu perintah dari Julian untuk segera berangkat.
"Bagaimana? Apa kalian sudah tahu di mana mereka membawa Thea?" tanya Julian.
"Mereka membawa ke tempat yang tidak jauh dari kediamannya. Di sana juga semua anggotanya berada. Tempat itu sepertinya ia jadikan markas sementara, tempat itu di jalan xyz, Tuan Muda," jelasnya.
__ADS_1
"Kalian sudah mengerti apa yang aku katakan siang tadi, bukan? Bersiaplah untuk sekarang. Kalian berangkatlah lebih dulu, beri mereka serangan langsung," perintah Julian pada anak-anak buahnya.
"Di mengerti, Tuan Muda." Ia mengangguk kemudian pergi dan bersiap untuk berangkat. Perintah sudah mereka dapatkan, waktunya mereka untuk segera terjun ke medan perang.
"Kapan kita akan berangkat?" sahut Fany yang muncul tiba-tiba di sana.
Julian menoleh ke arah sumber suara. "Sebaiknya kau pulanglah, biarkan lukamu sembuh. Aku yang akan mengurus Thea."
Julian tidak mengizinkan Fany untuk ikut dalam misi kali ini. Tentu saja dia tidak mau terjadi sesuatu lagi pada Fany untuk kesekian kalinya.
"Tidak. Mana bisa aku tida ikut. Dia temanku, aku juga yang harus bertanggung jawab untuk ini," tolak Fany. Ia juga merasa bersalah karena Thea menjadi sasaran dari musuh kali ini.
Pertemannya terbilang kuat, walau pun terkadang kelakuan mereka yang suka berdebat hal-hal yang tidak penting. Thea yang awalnya pendiam itu pun kini sedikit petakilan seperti Fany.
"Dia juga temanku. Luka di tanganmu masih belum kering. Biarkan itu sembuh dulu, baru kau bisa melakukan semaumu." Julian memberikan perhatian kecil pada Fany.
"Aku tidak mau. Aku tetap ingin ikut. Aku yang harus memastikan dia baik-baik saja." Fany kuekeh untuk kali ini walau Julian melarangnya.
Robert yang mendengar ucapannya itu pun menoleh cepat ke arah Julian. "Jangan banyak alibi. Bilang saja kalau kau ingin dekat dengan Fany!"
"Anak bontot lebih baik diam. Kau tidak di ajak berbicara," selah Julian agar Robert diam tidak menyahut.
"Kenapa harus begitu? Tidak, aku tidak mau," tolak Fany mengenai syarat dari Julian.
"Kalau begitu, kau tidak perlu ikut. Lebih baik diam saja di rumah." Julian sepertinya memang sengaja agar bisa dekat Fany kali ini.
Fany bingung harus bagaimana saat ini. Kalau menolak, ia tidak bisa ikut bertempur. Kalau menerima pasti dirinya tidak bisa bebas di dikat Julian.
"Aahh iya terserah kau sajalah." Akhirnya Fany menyetujui ucapan Julian dari pada dirinya tidak ikut. Tentu saja dirinya tidak akan tinggal diam begitu saja di saat ada pertempuran sperti ini, apa lagi itu melibatkan Thea di sana.
__ADS_1
Julian tersenyum bahagia kali ini, akhirnya Fany menerimanya. Ada saja cara dia untuk bisa berdekatan dengan Fany. Satu cara gagal Julian masih memiliki banyak cara agar Fany bisa di dekatnya.
Kediaman Dario ...
Arion datang dengan langkah tegapnya. Entah apa tujuannya dia datang ke kediaman saudaranya itu. la melangkah menuju ruang Dario, tetapi ruang itu terlihat sepi.
Hanya ada beberapa bawahan Dario di sana, wujud Dario tidak terlihat sama sekali. "Di mana Tuanmu?"
"Tuan berada gedung yang berada di jalan xyz, Tuan Muda," jawab bawahan Dario.
Dario sedikit berpikir mengingat bawahan Dario yang sedari tadi mengikuti Fany dan lainnya. Sepertinya yang di lakukan Dario kali ini berhasil, pikirnya.
"Untuk apa di sana?" Arion bersikap seolah tidak tahu apa-apa dengan apa yang di lakukan sang kakak.
"Saya kurang mengerti, Tuan Muda. Tuan Muda bisa langsung ke sana, atau mungkin jika ada sesuatu biar saya yang sampaikan pada Tuan Dario," tawar bawahan Dario.
"Di sana juga tempat semua anggota kita untuk sementara waktu di sini." Dia sangat polos, bisa dengan mudah memberitahukan di mana Dario saat ini.
Apa dia tidak tahu bagaiman Dario dan adiknya? Dia pasti tahu mana mungkin dia tidak tahu bagaimana. Namun, di ingat-ingat sepertinya memang tidak semua anggota Dario tahu bagaimana hubungan Dario dan adiknya.
"Ehmm... Tidak perlu. Aku akan datang ke sana, aku juga ingin tahu apa yang mereka lakukan kali ini. Barangkali ada keseruan di sana." Tanpa berlama-lama Arion pergi dari sana dan menuju ke tempat di mana Dario berada saat ini.
"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Fany yang tiba-tiba saja Julian memerintahkan Robert untuk mempersiapkan semuanya.
"Bukankah kita harus menyelamatkan Thea? Kita tidak bisa membiarkannya berada di sana berlama-lama," jawab Julian.
"Apa kau tahu siapa orang itu?" tanya Fany kembali.
"Hmm...." Julian hanya menjawab dengan deheman.
__ADS_1
Kembali lagi ke sisi Dario ...
la sudah sampai di lokasi tempat dirinya membawa sandranya. Ternyata tempat itu juga tidak kalah besar dari tempat dirinya tinggal, di sana juga para bawahan Dario berada. Serasa pusat markas mereka pindah ke tempat itu.