
Tidak lama kemudian, mereka sampai di sana. Tampak jelas tulisan "Hollywood" itu sangat besar, tulisan "Hollywood" super besar itu berada di Mount Lee di kawasan Hollywood Hills. Tapi, mereka hanya bisa melihat dari kejauhan, tidak di perbolehkan untuk naik karena perbukitan yang sangat terjal dan curam.
"Waaahhh.... Apa kita benar-benar berada di Hollywood sekarang?" Fany memandang tidak percaya di mana dirinya berada saat ini.
"Tidak, sepertinya kau berada di dunia lain yang mirip dengan Hollywood saat ini." Sahut Julian padanya.
"Aku tidak berbicara denganmu!" Ketusnya.
"Aku bantu menjawab saja." Jawabnya dengan santai.
"Tuan Putri, coba cubit aku. Apa ini tidak mimpi?"
"Aauuwh..." Teriaknya tatkala dia mendapat cubitan yang cukup kecil di tangannya. Cubitan itu di lakukan oleh Julian, sepertinya dia menggunakan kesempatan untuk bisa menjahili Fany. Kapan lagi dia bisa mencubit seperti itu.
"Sakit, bod*h!" Kesalnya karena mendapat cubitan yang cukup kecil dari Julian. Dia mengusap-usap bekas cubitan tadi.
"Siapa yang suruh cubit tadi?"
"Aku meminta tuan putri, bukan dirimu." Sengalnya lagi. Memang di manapun mereka berada, mereka tidak pernah akur sama sekali. Pasti akan ada saja tingkah atau tindakan mereka yang menimbulkan perdebatan tidak henti-henti.
"Sama saja, aku dan dia kan sama saja." Jawabnya.
"Ayo kita ke tempat lain," ajak Gerald kembali masuk ke dalam mobil.
"Laahh... Katanya kita ke hollywood, kenapa ke tempat lain?" Fany terlihat bingung.
"Tidak jadi, kita pergi ke tempat lain yang lebih asik." Ucapnya. Jennifer menurut saja, beda lagi dengan Fany.
Gerald kembali melajukan mobilnya menuju ke tempat lain, entah apa yang membuatnya berubah fikiran.
Beberapa menit dalam perjalanan, mereka sampai di tempat tujuan. Ternyata Gerald mengajak mereka semua berkunjung ke Disneyland, Gerald mencari tempat untuk memarkirkan mobilnya di dekat destinasi tersebut.
"Disneyland?" Lagi-lagi Fany terlihat antusias di sana. Memang hanya dirinyalah yang sangat heboh.
"Apa? Apa mau aku cubit lagi?" Tawar Julian pada Fany.
"Tidak, makasih." Jawabnya dengan sangat ketus.
"Ayo," Gerald melangkah dengan menggandeng tangan Jennifer.
__ADS_1
Tempat tersebut sangat ramai, Gerald tidak ingin jika Jennifer berada jauh darinya. Mereka melanjutkan perjalanan lagi untuk menikmati wahana yang ada di sana. Belum sempat mereka menuju ke wahana yang ada di sana, karena antrian cukup panjang, sedari tadi mereka berjalan-jalan melewati beberapa wahana yang ada di sana.
"Di sini cukup menyenangkan, tapi terlalu ramai orang. Sepertinya hampir semua warga Amerika berada di sini." Akhirnya Jennifer membuka suara melihat suasana di sana yang memang cukup ramai.
"Eemm.... Bukan hanya Amerika, luar Amerika juga berada di sini untuk berkunjung." Jawab Gerald.
"Jika tahu begini sebaiknya aku meminta yang ada di sini untuk menutup sementara," gumam Gerald tapi masih terdengar di telinga di antara mereka bertiga.
"Aku sependapat denganmu, harusnya kita tutup dulu di sini supaya kita bosa bermain sepuasnya tanpa mengantri." Sahut Julian menyetujui.
Karena memang antrian di sana cukup panjang, dan mungkin bisa memakan waktu hanya untuk mengantri untuk memasuki wahana-wahana di sana. Satu hari saja tidak cukup menikmati wahana di sana, apa lagi harus mengantri panjang. Mungkin hanya satu dua wahana yang bisa mereka nikmati.
"Lain kali biar aku meminta Daddy," jawabnya.
"Kau tidak perlu melakukan itu, kau juga harus memikirkan mereka semua yang ada di sini. Lihatlah, mereka semua bersenang-senang. Belum lagi mereka yang jauh-jauh dari negara lain untuk berkunjung ke sini." Sahut Jennifer.
"Baiklah, sesuai keinginanmu." Gerald tersenyum dan mengacak rambut Jennifer di sana.
"Kondisikan tanganmu," ucapnya dengan menata rambutnya yang berantakan.
Fany memilih untuk berfoto ria, hingga ponsel miliknya penuh dengan foto selfienya. Mungkin itu caranya untuk menikmati liburannya.
"Apanyang kau lakukan?" Tanya Jennifer bingung melihat Gerald berjongkok di depannya.
"Naiklah, nanti dirimu lelah." Gerald menepuk-nepuk pundaknya sendiri memberi aba-aba pada Jennifer.
"Ayo cepatlah, aku akan membawamu kembali berkeliling." Ucap Gerald karena Jennifer hanya diam saja.
"Kalau tuan putri tidak mau, biarkan saja aku yang menerimanya." Sahut Fany dengan cengengesan.
"Tidak, kau diam saja." Julian mencegah Fany lalu menyeretnya untuk kembali berjalan.
"Apa kau akan membiarkan tunanganmu seperti ini sampai malam?" Ujar Gerald. Jennifer sepertinya malu-malu.
"Kita jalan saja, nanti kau kelelahan." Ucapnya.
"Tidak, aku cukup kuat untuk membawamu berkeliling. Ayo, kita sudah tertinggal jauh dengan Julian." Ucap Gerald dengan lembut. Mau tidak mau Jennifer pun naik ke punggung Gerald.
Dengan senang hati Gerald menggendong Jennifer dan membawanya kembali berkeliling di sana.
__ADS_1
"Apa aku berat?"
"Seberat apapun dirimu aku tidak akan merasa keberatan." Jawab Gerald.
"Apa aku benar-benar berat? Turunkan saja aku, biar aku berjalan sendiri." Ucapnya sedikit kesal saat Gerald mengatakan dirinya berat.
"Hahaha... Ternyata wanita sangat sensitif jika mendengar kata berat."
"Turunkan aku," Jennifer kembali meminta untuk di turunkan.
"Aku hanya bercanda, Babe. Jangan marah seperti itu," ucap Gerald lembut ketika Jennifer kesal.
Keduanya kembali berjalan mengelilingi wahana yang ada di sana. Beda lagi dengan dua orang yang ada di depannya tadi. Mereka berdua saling dorong dan berdebat, entah apa lagi yang ia ributkan kali ini, tidak pernah ada habisnya.
Mereka saat ini tiba di depan icon utama yang ada di Disneylad, di mana lagi kalau bukan castle sleeping beauty.
"Bukankah ini castle sleeping beauty?" Fany bertanha dan di angguki oleh Gerald.
"Ternyata yang di film kartun itu tidak bohong, istana ini benar-benar seperti yang di tunjukkan di kartun-kartun disney." Ucap Fany melihat bangunan castle icon dari Disneyland di sana.
"Yang kau lihat cuma lambang disney di kartun yang kau lihat, bukan bangunan castle yang kau lihat." Sahut Julian.
"Sama saja, kan sama bentuknya. Walau yang aku lihat itu cuma garis putihnya doang, kan mirip seperti yang di sini." Ketusnya tidak mau kalah.
"Susah memang bicara dengan anak cabe," ujar Julian.
Yang di maksud dengan Fany waktu gambar castle ketika film disney yang dia tonton.
"Jika malam hari biasanya di sini lebih ramai, karena biasanya akan ada pesta kembang api di atas castle." Ujar Gerald.
"Benarkah? Kenapa kita tidak ke sini malam hari saja?" Fany kembali menyahuti.
"Untuk apa? Kita bisa ke tempat lain di malam hari, masih banyak tempat-tenpat di sini." Sambung Gerald.
"Apa kau sering datang ke sini?"
"Tidak, aku sudah cukup bosan." Jawabnya.
"Sultan Amerika memang bebas deh ya."
__ADS_1