Anara Dan Tuan Mafia

Anara Dan Tuan Mafia
Bab 188 Season 2


__ADS_3

"Dan ini, Uncle memberikan sebagai hadiah pernikahan kalian." Sean memberikan kunci beserta berkas itu pada Diva dan Riko.


"Ini apa?" tanya Diva.


"Itu adalah mension yang Uncle berikan untuk kalian, terserah kalian ingin menempatinya kapan. Di sana sudah lengkap dengan barang-barang," jelas Sean.


"Dan ini untukmu, Ko." Sean memberikan kunci lagi di sana.


"Itu adalah hadiah untukmu dariku karena kau sudah setia selama ini. Kau berhak menerimanya," sambung Sean. Riko melihat-lihat kunci yang ia pegang saat ini.


"Tuan, bukankah ini kunci mobil sport keluaran terbaru?" ucap Riko yang mengenali kunci yang tidak sembarangan itu.


"Kau benar, itu untukmu. Kau bisa gunakan baik-baik ," jawab Sean.


"Kenapa Tuan harus repot-repot memberikan ini? Bagiku bersamamu sudah cukup selama ini," ujar Riko kembali.


"Tidak ada penolakan, kau harus menerimanya. Dan jangan memanggilku Tuan, aku bukan Tuanmu lagi," protes Sean.


"Hadiah tidak boleh di tolak Uncle, tidak baik. Eehh bukan-bukan, tapi kakak. Aahh... kenapa aneh sekali memanggil dengan sebutan itu, entahlah terserah nanti mau memanggil apa. Pokoknya hadiah tidak boleh di tolak," sahut Julian yang bingung sendiri dengan sebutan apa yang tujukan pada Riko.


"Baiklah, terima kasih atas hadiahnya, Tuan," jawabnya, "aku sudah terbiasa memanggil dengan sebutan itu," lanjutnya karena Sean melototkan matanya ke arahnya.


"Biarkan saja dia memanggil senyamannya. Biarkan dia beradaptasi dulu," sahut Ana pada Sean. Ana pasti paham bagaimana Riko, karena dulu Ana juga begitu saat baru saja menikah dengan Sean. Ana juga sama memanggil Sean dengan sebutan 'Tuan'.


"Huuh... senyamannya dirimu saja," ujar Sean yang tidak mau memaksa.


"Jangan lupa untuk besok, boy. Kau juga datanglah, Jen," ucap Sean mengingatkan.


"Baik, Pi. Jen pasti datang untuk besok," jawabnya.


"Kalau kalian ingin datang, kalian datang saja besok. Jika tidak, tidak apa-apa. Kalian nikmati saja waktu kalian ," ujar Sean.

__ADS_1


"Masa iya Papi menyuruh pengantin baru untuk datang ke sana? Papi akan menyita waktu mereka nanti." Bukannya Diva dan Riko yang protes, tapi justru Julian yang melayangkan protes pada sang papi.


"Papi kan juga bilang kalau tidak, ya tidak apa-apa boy. Kenapa Papi menyita waktu mereka?" jawab Sean di sana.


"Tidak masalah, Uncle. Kami akan datang ke sana besok, kami juga ingin melihat bagaimana anak nakal itu besok. Aku harap nanti dia tidak petakilan saat serah terima jabatan," sahut Diva yang akan datang ke markas untuk melihat proses pergantian pemimpin di sana.


"Kenapa kalian harus repot-repot. Jika aku di posisi kalian aku akan menikmati waktuku untuk tidur," ucap Julian pada keduanya.


"Bagaimanapun kami, kami pasti akan datang ke sana anak nakal. Kami bukan seperti dirimu yang selalu bermalas-malasan," sengal Diva.


"Santai doong, kakaaaak. Tidak usah ngegas," Julian mengarahkan kedua tangannya kedepan, "kau harus bersikap lembut di hadapan suamimu, jangan suka ngegas. Nanti dia takut padamu."


"Sudah, sebaiknya kalian beristirahatlah. Tidak ada perdebatan malam ini," perintah Sean pada semuanya yang ada di sana.


Akhirnya mereka membuyarkan diri dan menuju kamar masing-masing tanpa ada keributan untuk malam ini. Mungkin mereka juga lelah karena acara tadi.


Keesokan harinya...


Robert, Fany dan tak lupa Jennifer juga mengajak Gerald datang ke sana. Di susul pasangan yang baru menikah kemarin, Diva dan Riko benar-benar datang menghadiri pergantian pemimpin dari mafia Sean. Mereka semua serempak memberikan hormat pada Sean dan yang lainnya di sana.


"Langsung saja untuk mempersingkat waktu. Aku mengumpulkan kalian di sini untuk memberitahukan sesuatu, aku akan memperkenalkan pemimpin baru kalian. Dan mulai saat ini, Julian akan menjadi pemimpin kalian. Jika ada yang keberatan silahkan angkat tangan kalian," ucap Sean tanpa berlama-lama.


Sebagian dari mereka semua yang sudah mendengar jika akan ada pergantian pemimpin itu tidak ada yang melakukan aksi protes ataupun lainnya. Tetapi, ada salah satu di antara mereka yang mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Mereka yang ada di sana menoleh ke arah orang yang dengan berani mengangkat tangannya itu.


"Apa kemampuannya bisa di percaya, Tuan?" ucapnya yang sepertinya kurang setuju. Banyak di antara mereka terkejut dengan ucapan orang tersebut. Mungkin orang itu tidak pernah melihat kemampuan yang di miliki oleh Julian.


"Apa kau meragukan kemampuan putraku? Jika kau ragu, kau bisa mencoba untuk bertarung dengannya," jawab Sean dengan senyum sinisnya tersungging. Orang itu pun terdiam tidak berkata-kata lagi.


"Apa ada yang ingin protes?" Sean kembali bersuara dengan lantang.


"Tidak, Tuan." Jawab semua anak buah Sean secara serempak.

__ADS_1


"Baiklah, mulai saat ini kepemimpinan kalian beralih pada putraku, Julian," ucap Sean.


Salah satu di antara mereka kembali mengangkat tangannya tinggi-tinggi. "Maaf, Tuan. Apa setelah ini anda tidak berada di dunia bawah lagi?" tanyanya pada Sean.


Satu lagi dari mereka mengangkat tangannya tinggi-tinggi. "Apa Tuan setelah ini tidak akan datang lagi kemari?"


"Aku akan menjawab pertanyaan kalian. Aku masih berada di dunia bawah dan akan datang jika kalian membutuhkanku, aku akan membantu kalian jika kalian dalam kesusahan. Untuk saat ini, pemimpin kalian berada di tangan putraku. Aku menjadikan dia pemimpin karena aku harus mengurus perusahaan besar, aku harus membagi waktuku antara perusahaan, markas dan rumah tanggaku. Maka dari itu aku mengalihkan kepemimpinan ini padanya," jelas Sean panjang lebar kenapa dirinya menjadikan Julian di usia mudanya menggantikan dirinya.


"Kalian bekerja samalah. Jika kalian mengenalnya lebih dekat, aku yakin kalian juga akan menyukainya. Dia tidak jauh dariku, hanya saja memang sikapnya yang mungkin sedikit aneh. Kalian maklumi saja jika melihatnya sedikit berbeda dari yang lain," sambung Sean menjelaskan bagaimana tingkah Julian di sana. Julian hanya membulatkan kedua matanya mendengar ucapan sang papi.


Diva dan yang lainnya hanya menahan tawa mereka ketika Sean mengatakan jika tingkah Julian sedikit aneh. Julian hanya pasrah saat ini, kalau saja bukan acara penting seperti ini mungkin dirinya sudah melayangkan protes pada papinya.


"Berikan padaku." Sean meminta baju kebesarannya pada anak buahnya yang bertugas di sana untuk di pakaikan pada Julian.


Sean memakaikan baju kebesaran itu pada Julian, baju tersebut memiliki lambang mahkota diatasnya terdapat katana kembar menyilang berukuran kecil di belakangnya dan bertuliskan kingdom di bawahnya. Mereka semua yang ada di sana bertepuk tangan meriah menyambut pemimpin barunya.


RILIS KARYA BARU AUTHOR CHAT STORY


"ISTRI TENGIL TUAN MAFIA"


CERITANYA BIKIN NGAKAK 🤣😂🤣


MAMPIR YA READERS KLIK PROFIL


TINGGALKAN JEJAK KALIAN


LIKE VOTE AND GIFT


KOMEN JUGA YA


BTW VISUALNYA AUTHOR KASI YANG PEMAIN VINCENZO ALA-ALA MAFIA GITU GES 🤣🤣

__ADS_1


UPDATE SETIAP HARI YA


__ADS_2