Anara Dan Tuan Mafia

Anara Dan Tuan Mafia
Bab 191


__ADS_3

Sesampainya mereka di atas, pelayan di sana membawakan kue berukuran besar menggunakan trolli.


"Baiklah para hadirin sekalian, mari kita saksikan Tuan dan Nyonya Sean memotong kuenya. Beri tepuk tangan yang meriah untuk keduanya," ucapnya.


Sean dan Ana mulai memotong kue bersamaan, tepuk tangan terdengar dengan sangat ramai di sana. Potongan pertama Sean menyuapkannya pada Ana, Ana menerimanya dengan senang hati. Dan begitu sebaliknya, Ana juga memberikan suapan pada Sean.


Tepuk tangan kembali terdengar riuh.


"Dan sekarang, kita akan menuju ke acara inti. Puncak dari acara ini," ucap mc yang sedikit menggantung.


"Kita akan berpesta dansa. Silahkan para tamu hadirin mencari pasangan masing-masing dan selamat bersenang-senang," sambung mc.


Musik romantis pun mulai terdengar dengan kumpulan asap terlihat menambah suasana romantis. Diva dan Riko berjalan ke tengah-tengah dan memulai untuk berdansa. Mereka berdansa terlebih dahulu sebelum pasang-pasangan yang lainnya.


Keduanya terlihat dangat lihai di sana. Tidak terlihat kikuk dan tidak terlihat canggung, keduanya seperti sudah sering melakukannya. Satu lagu sudah selesai di putar, lagu berikutnya terdengar di telinga. Di situlah para undangan yang mempunyai pasangan saling beradu skill berdansa dan beradu romantis tidak kalah dengan Diva dan Riko.


Sean mengajak Ana untuk ke tengah-tengah dan berdansa. Sean meletakkan satu tangannya di pinggang Ana, dan tangan satunya memegang tangan Ana. Mereka mulai berdansa mengikuti alunan musik yang terdengar.


"Apa kita perlu melakukan resepsi kembali untuk kita berdua?" ucap Sean pada Ana.


"Buat apa? Bukankah kita saat ini juga sudah merayakan pesta?" jawab Ana.


"Tapi ini bukan pesta kita berdua. Kita numpang pesta pada Diva," ucap Sean kembali.


"Sama saja. Ini juga bagian dari acara kita," ujar Ana.


"Waktu itu kita tidak ada resepsi pernikahan. Dan pasti pesta seperti inilah yang di harapkan setiap wanita dengan pasangannya," ucap Sean kembali.


"Bagiku sama saja. Bukankah saat ini aku juga merasakan bagaimana pesta pernikahan yang begitu megah dan mewah ini? Yang terpenting bagiku adalah bisa selalu bersamamu," jawab Ana dengan tersenyum lebar.

__ADS_1


"Aku akan selalu bersamamu. Bahkan nanti di saat menua." Sean tersenyum dan menempelkan keningnya ke kening Ana.


Di sisi Jennifer ...


Jennifer dan Gerald juga tidak kalah menunjukkan aksi mereka, mereka juga berdansa di tengah-tengah sana.


"Jika nanti kita menikah, pernikahan seperti apa yang kau inginkan? Seperti cinderella, atau raja dan ratu kerajaan Inggris?" tanya Gerald.


"Jangan suka berlebihan," jawab Jennifer singkat.


"Hahaha... aku tidak berlebihan. Aku hanya bertanya supaya nanti tidak perlu repot-repot," jawabnya.


"Emm... aku menginginkan konsep dunia bawah nanti. Biar berbeda dengan yang lainnya," jawab Jennifer.


"Hmmmm... kau benar. Sepertinya sangat menarik. Aku akan mengatakan pada Daddy nanti," ucap Gerald. Keduanya tersenyum lalu melanjutkan dansa mereka.


Sedangkan di sisi Julian...


"Tidak. Aku ingin menghabiskan makanan di sini. Sayang sekali jika banyak makanan seperti ini tidak ada yang memakannya." Jawabnya dengan mulut penuh makanan.


"Kenapa tidak? Kau kan bisa bersama Fany ataupun Thea." Ucapnya lagi.


"Kalau kau mau, kau bisa dansa dengan mereka. Aku hanya ingin makan." Jawabnya lagi dengan memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Baby... apa kau tidak mau berdansa denganku?" ucapnya dengan sedikit genit. Tapi entah siapa yang dia ajak.


"Kau berbicara dengan siapa?" Fany mengernyitkan alisnya sebelah.


"Dengan kalian lah. Kan di sini yang perempuan hanya kalian berdua," jawabnya.

__ADS_1


"Makanya, kalau berbicara itu panggil nama. Baby, baby... anak orang punya nama. Kalau kau ingin berdansa kau cari saja wanita di pesta banyak. Aku tidak mau," ketus Fany. Ia pun kembali makan di sana. Marcus


hanya bisa pasrah dengan jawaban Fany. Teman-temannya pun terkikik melihat raut wajah Marcus yang mendapat semprot dari Fany.


Di sisi Diva...


"Bagaimana perasaanmu saat ini?" tanya Riko padanya.


"Rasa? Aku tidak tahu bagaimana, karena tidak bisa aku jelaskan dengan banyak kata. Yang aku rasakan saat ini adalah aku bahagia." Senyumnya terlihat sangat lebar di sana.


"Bagaimana jika nanti aku tidak bisa membahagiakanmu? Apa kau akan pergi dariku?" Riko kembali bertanya pada Diva.


"Eeemm... bahagia bukan di ciptakan hanya dengan satu orang, melainkan kita harus sama-sama bekerja sama menciptakan kebahagiaan itu," jawab Diva dengan bijak.


"Lalu, bagaimana jika suatu saat nanti kau melihat wanita yang lebih mudah dan seksi dariku, apa kau juga akan pergi dariku?" tanya Diva.


"Wanita yang lebih mudah, lebih cantik dan lebih seksi itu banyak. Jika aku sudah bahagia denganmu untuk apa aku peduli dengan mereka yang ada di luar. Jika kita memandang fisik seseorang tidak akan pernah ada habisnya. Fisik mudah untuk di temukan, tapi wanita sepertimu memiliki tingkah aneh itu susah," jawabnya. Awalnya Diva bahagia dengan jawaban Riko, tapi di akhir dia di buat sedikit kesal.


"Kalau aku aneh kenapa kau mau denganku?" Diva sedikit ketus.


"Aku sudah mengatakannya bukan? Orang seperti dirimu susah untuk di cari," jawabnya dengan santai.


"Jika mereka terlihat cantik di mataku, kau pun juga terlihat cantik di mata laki-laki lain. Tugasku di sini menjagamu dan melindungi mu, karena kau hanya milikku seorang. Jika ada yang berani mendekatimu maka dia harus berhadapan denganku," jawabnya yang membuat Diva tersenyum kembali.


"Apapun keadaannya nanti, aku akan tetap menjagamu. Lembaran baru untuk kita baru saja di buka, untuk seterusnya kita akan isi setiap lembar itu dengan cerita kita. Aku akan selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu." Riko mencium kening Diva cukup lama di sana. Diva hanya tersenyum dengan apa yang di lakukan oleh Riko.


Lengkap sudah kebahagiaan keluarga William saat ini. Diva yang sudah bahagia dengan pasangannya, Sean dan Ana selalu terlihat lengket walaupun kedua anak mereka sudah beranjak dewasa. Keluarga mereka berisi dengan tingkah yang beragam. Dari Julian dan Diva yang memiliki sikap random tetapi juga memiliki sifat berlainan, sedangkan Jennifer terlihat pendiam seperti Sean.


Diva dan Jennifer yang sudah memiliki pasangan, hanya tinggal Julian. Mungkin suatu saat nanti dia juga akan memiliki pasangan yang sesuai dengan keinginannya sendiri, untuk saat ini dirinya ingin menikmati masa bermainnya terlebih dahulu. Walaupun begitu, Julian tidak mempermasalahkannya, dia tetap bahagia di tengah-tengah keluarganya yang harmonis.

__ADS_1


Di sana Sean memeluk Ana di tengah-tengah keramaian, Diva dan Riko juga melakukan hal yang sama. Kebahagian keluarga mereka terlihat sangat jelas, bahkan orang-orang yang melihatnya juga ikut merasakan kebahagiaan mereka.


__ADS_2