
"Hahaha... kerja bagus. Bawa aku menemui mereka ." Leon berjalan keluar dari ruangannya dan menuju ke tempat di mana Ana dan Diva berada.
Leon masuk ke dalam ruangan yang tidak terpakai di sana. Ia melihat jika Diva dan Ana sudah salam keadaan terikat dengan kencang.
"Hahaha.... Akhirnya aku bisa menangkap kalian." Leon merasa senang bisa menangkap Ana.
"Apa yang kau lakukan, hah? Lepaskan kami." Teriak Ana pada Leon. Ketakutannya tidak ia hiraukan lagi saat ini.
"Aaahh... tenangkan dirimu, nyonya. Tidak perlu berteriak, aku masih bisa mendengar." Ucap Leon dengan sangat menyebalkan.
"Lepaskan aku, atau suamiku yang akan menghabisimu." Bentak Ana yang tidak merasa takut sama sekali.
"Suamimu tidak akan bisa menghabisi ku, nyonya. Bagaimana nanti jika sebaliknya, aku menghabisi kalian di hadapannya? Hahahah...." Leon terlihat sangat puas karena rencananya sudah berhasil.
"Apa sudah tiba?" tanya Leon pada anak buahnya.
"Sebentar lagi jet akan tiba tuan." Jawab anak buahnya.
"Kau siapkan semuanya. Saat jet itu tiba, kita akan langsung berangkat." Perintah Leon.
"Kalian akan itu denganku." Ucapnya pada Ana dan Diva lalu melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.
Anak buah Leon kembali menutup ruangan terebut.
Markas Kingdom...
Sesampainya di sana, Sean bergegas turun dari mobil dengan tergesa-gesa. Ia kembali menutup pintu mobilnya dengan sangat kencang hingga anak buahnya yang berjaga di luar itu di buat kaget dengan Sean.
Braakk..
Mereka terjinggat dan bertanya-tanya ada apa dengan tuan mereka. Sean datang dalam keadaan yang sudah sangat marah. Wajahnya memerah dan rahangnya mengeras.
Sean segera menemui Riko di ruangannya...
Braakk...
Sean membuka pintu dengan kasar di sana. Riko yang berada di sana pun ikut terkejut dengan tindakan Sean.
"Apa bisa pelan-pelan, tuan?" Riko merasa kesal sebenarnya. Tapi dia tidak bisa menunjukkan itu pada Sean. Bisa-bisa nanti dirinya yang di penggal.
"Apa kau sudah menemukannya?"
"Sudah, dia berada di salah satu lingkup perumahan Elit yang hanya ada beberapa rumah di sana." Jawab Riko.
Leon memang singgah di salah satu kawasan rumah Elit yang hanya ada beberapa unit di sana. Rumah itu terbilang besar dan mahal.
"Anak buah kita yang berada di sana melaporkan jika mereka akan membawa nyonya Ana ke Amerika setelah jet milik Leon datang." Sambung Riko memberitahu Sean.
"Bisa-bisanya mereka semua kecolongan." Sean terlihat sangat marah dengan anak-anak buahnya yang lalai dalam hal ini.
"Tutup semua akses penerbangan sementara. Jangan biarkan mereka membawa Ana pergi dari sana." Perintah Sean pada Riko. Riko segera melaksanakan tugas dari Sean, tidak membutuhkan waktu lama untuk hal itu. Karena Sean merupakan orang yang cukup berpengaruh di sana.
__ADS_1
Ingin dia menghukum semua anak buahnya, tapi ini bukan waktu yang tepat. Karena keselamatan Diva dan Ana lebih penting.
"Kita ke sana sekarang sebelum Ana dan Diva di bawa pergi olehnya." Sean melangkah keluar dengan langkah cepatnya. Ia mengambil senjata kesayangannya dan bergegas untuk datang menyelamatkan Ana.
Setelah mereka siap semua, Sean segera melajukan mobilnya cepat menuju tempat di aman Ana dan Diva berada. Sean mengarahkan beberapa anak buahnya untuk menghabisi semua anak buah Leon yang ada di sana.
Kembali lagi ke sisi di mana Ana berada....
"Lapor, tuan. Jet kita sudah sampai di sini." Lapor anak buahnya.
"Apa kau sudah menyiapkan semuanya?" tanya Leon.
"Sudah, tuan. Kita tinggal berangkat." Jawabnya lagi.
"Hahaha.... Kemenangan akan berada di tangan kita saat ini." Ucap Leon dengan sangat bangganya.
"Kita bawa wanita dan anak kecil itu." Leon dan anak buahnya melangkahkan kakinya menuju ruangan yang di gunakan untuk menyembunyikan Ana dan Diva.
Sedangkan di sisi Ana...
Pintu terbuka dan seseorang pun masuk ke dalam dengan pelan.
Diva dan Ana sudah berharap-harap cemas melihat jika anak buah Leon datang ke sana.
"Mau apa kau?" sentak Ana.
"Suuutt... tenangkan dirimu, nyonya. Aku anak buah tuan Sean." Ucapnya pelan agar Ana tidak berteriak.
"Tenanglah, nyonya. Jangan kencang-kencang, kita harus keluar dari sini. Jet dari mereka sudah sampai."
Ucap orang itu. Ana membulatkan matanya mendengar jika jet milik Leon sudah tiba di sana.
'Sean... datanglah. Aku yakin kau akan datang menyelamatkan aku dan Diva' Ana kembali membatin berharap jika Sean segera datang untuk menyelamatkannya.
la mencoba membuka ikatan pada Ana dan Diva sebelum Leon datang kesana. Namun, terlambat. Pintu terbuka menunjukkan Leon dan anak buahnya sudah datang ke sana.
"Ohhoo... ternyata ada penyusup di sini." Leon tersenyum sinis melihat anak buah Sean yang melepaskan ikatan Ana.
"Siialll..." desisnya karena aksinya ketahuan oleh Leon.
"Habisi dia." Leon memerintahkan anak buahnya untuk menyingkirkan anak buah Sean.
Bughh..
Bugh..
Buuggh...
Mereka melakukan baku hantam di sana. Anak buah Leon yang ada di sana ikut membantu temannya yang sedang melawan anak buah Sean.
"Arrkkhh..." Ana dan Diva berteriak kencang melihat aksi baku hantam yang terjadi di depan matanya.
__ADS_1
"Aunty... Diva takut." Diva kembali menangis karena merasa takut melihat perkelahian di sana.
Buugh..
Bughh....
Braak...
Anak buah Sean terpelanting hingga mengenai barang-barang yang ada di sana.
Uhhuukk...
Cairan merah keluar dari mulutnya karena saking kerasnya dia terjatuh.
la kembali bangkit dan melakukan aksi baku hantam kembali.
Bugh...
Bughh...
Anak buah Leon menendang anak buah Sean cukup kencang hingga dirinya terjatuh tak berdaya.
"Cepat bawa wanita dan anak kecil itu sebelum dia datang kemari." Perintah Leon pada anak-anak buahnya.
Anak buah Leon segera melepaskan ikatan pada Ana dan Diva.
"Cepat jalan." Bentak anak buah Leon setelah ikatan itu terbuka. Mereka hanya melepaskan ikatan yang ada di kaki Diva dan Ana. Ikatan di tangan masih mereka biarkan agar Ana dan Diva tidak memberontak nantinya.
Diva dan Ana terpaksa mengikuti perintah dari anak buah Leon. Mereka berjalan ke luar untuk segera menuju mobil dan pergi ke bandara.
Ana dan Diva di paksa masuk ke dalam mobil.
Belum juga mereka beranjak dari sana... tiba-tiba saja...
Door...
Door...
Door...
Suara tembakan memekakkan telinga. Anak buah Leon terjatuh tidak bernyawa dengan sekejap.
"Siaall... dia datang dengan cepat." Umpat Leon saat pasukan anak buah Sean tiba di sana.
"Aunty... uncle datang, aunty." Ucap Diva girang melihat sang uncle datang di sana tepat waktu.
Door..
Door...
Door...
__ADS_1
Sean kembali menembakkan pelurunya pada anak buah Leon di sana.