
Beberapa saat yang lalu, Austin yang melakukan kendaraan dengan kecepatan tinggi sudah tiba di tempat wisata di mana Diandra berada. Ia bahkan sudah menyingkat waktu selama 15 menit karena melajukan kendaraan di atas rata-rata.
Tanpa perduli jika ia mungkin akan mengalami kecelakaan karena mengemudi dalam kecepatan tinggi sangat berisiko. Namun, ia seolah merasa yakin akan sampai di tempat tujuan dengan selamat.
Begitu tiba di tempat yang dituju, kini Austin langsung mencari tempat parkir kosong dan keluar dari mobil. Kemudian berjalan menuju ke arah pintu masuk karena memakai jalur khusus dengan merogoh kocek lebih dibandingkan pengunjung biasa.
Begitu memasuki destinasi wisata tersebut, Austin mengedarkan pandangan ke sekeliling area tempat wisata untuk mencari sosok wanita yang membuatnya merasa kehilangan.
"Apa aku bisa mencari Diandra di antara banyak orang di sini?" Austin seolah mencari dengan menggunakan feeling.
Bahkan ia berjalan mengikuti insting sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling untuk menatap para pengunjung tempat wisata itu.
"Diandra ... Diandra! Kira-kira ke mana ia pergi untuk pertama kalinya?" Austin saat ini tengah menatap ke arah orang-orang Yang berjalan menuju ke salah satu wahana paling cocok untuk sepasang kekasih.
Hingga ia pun berpikir jika Diandra yang bersama dengan pria bernama Yoshi kemungkinan akan ke sana. Apalagi mengetahui jika pria itu menyukai Diandra dan ia ketahui dari pengakuan Tony tadi.
__ADS_1
Hingga ia mengerjapkan mata karena seperti melihat siluet belakang wanita yang sangat dihafalnya. Bahwa wanita yang dicarinya kini sudah ditemukannya.
"Akhirnya! Diandra, sekarang kamu harus sadar jika tidak akan pernah bisa pergi dariku." Austin tersenyum menyeringai melihat interaksi antara Diandra yang tengah menunjuk ke salah satu wahana.
Ia tertawa kala melihat Diandra malah memilih wahana yang dianggap sangat kekanakan. Apalagi ada banyak anak muda yang menaikinya sambil mengambil foto dengan pasangan.
Karena ia selama ini tidak pernah berkencan dengan wanita di tempat seperti itu, sehingga merasa sangat aneh. "Apa kamu ingin naik wahana itu dengan pria itu? Jangan pernah bermimpi, Sayang!"
Kemudian Austin tidak membuang waktu untuk menghampiri mereka karena tidak ingin melihat sosok wanita yang diincarnya akan naik wahana itu dengan pria lain. Bahkan ia berlari agar bisa segera tiba di antara empat orang itu.
Sementara ia hanya fokus pada sosok wanita yang terlihat sangat shock begitu melihatnya. "Aku merindukanmu, Sayang."
Austin bahkan tidak perduli pada tiga orang yang lain karena hanya ingin mengetahui seperti apa jawaban dari sosok wanita yang seketika mundur satu langkah ke belakang karena sangat terkejut.
Diandra yang beberapa saat lalu mendengar suara bariton dari pria yang membuatnya sangat terkejut ketika merasa shock dengan apa yang dilihatnya, kini jantungnya seperti mau meledak saat bersitatap dengan iris tajam berkilat bagaikan tombak tajam menghunusnya.
__ADS_1
"Austin?" lirih Diandra yang sangat ketakutan melihat pria di hadapannya tersebut.
'Bagaimana bisa? Dari mana ia tahu aku ada di sini?' Refleks ia menatap ke arah sosok pria yang tak lain adalah teman baik Yoshi. 'Pasti pria inilah yang mengatakan pada bajingan ini.'
Diandra yang langsung berkeringat dingin, kini merasakan genggaman pada tangannya dan menoleh ke arah sosok pria yang berdiri di sebelah kanan, yaitu Yoshi.
"Tenanglah. Aku ada di sini," ucap Yoshi yang kini ingin menunjukkan kepada Diandra jika ia bisa melindungi wanita yang terlihat sangat ketakutan itu.
'Sialan, Tony. Ternyata dia adalah seorang pengkhianat,' umpat Yoshi yang berniat untuk membuat perhitungan nanti, tapi sekarang berpikir akan lebih mengutamakan Diandra terlebih dahulu untuk melindungi wanita yang terlihat sangat ketakutan tersebut.
Yoshi tidak bisa menghilangkan sorot ketakutan dari wajah Diandra dan kini beralih menatap ke arah sosok pria yang terlihat sangat arogan saat tersenyum smirk.
Austin yang kini melihat tangan Diandra digenggam erat oleh pria di hadapannya, merasa sangat marah, tapi menahan diri dan bersikap tenang.
'Sialan! Berani-beraninya pria itu menyentuh Diandraku. Apa Diandra menceritakan semua hal yang terjadi pada kami?' gumam Austin yang saat ini merasa tatapan Yoshi seperti membencinya.
__ADS_1
To be continued...