Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Berkelahi


__ADS_3

Austin saat ini masih menahan tangan pria yang hendak meninju wajahnya, tersenyum menyeringai karena merasa apa yang dikatakan oleh Yoshi sangat berlebihan.


Karena ia mempunyai niat baik untuk bertanggung jawab menikahi Diandra setelah membeli wanita itu.


Bahkan ia sudah membayar harga yang sangat mahal hanya demi bisa mendapatkan keperawanan Diandra yang kebetulan membutuhkan uang untuk biaya rumah sakit sang ayah.


"Kau tidak berhak menyentuhku, Tuan Yoshi karena sama sekali tidak tahu apa-apa mengenai apa yang terjadi di antara kami. Kau bahkan baru mengenal Diandra, bukan? Apa kamu tahu seperti apa wanita ini? Hingga terlihat sangat membelanya seolah sudah sangat mengenalnya."


Austin kemudian mengempaskan tangan Yoshi karena tidak ingin menggunakan kekerasan dan masih menahan rasa amarah yang membuncah di dalam hati saat Diandra menolak niat baiknya.


Bahkan ia sama sekali tidak pernah menyangka jika Diandra akan menolaknya mentah-mentah dan sama sekali tidak tertarik untuk menjadi istrinya setelah membuang banyak wanita yang ingin menjadi pasangan hidupnya.


'Aku akan memberikan pelajaran pada Diandra agar ia menyadari bahwa tidak ada pria yang bisa memilikinya selain aku,' gumam Austin yang saat ini tidak memperdulikan ocehan dari Yoshi.


Karena hanya ingin berbicara dengan Diandra yang masih terlihat memerah wajahnya karena marah padanya saat datang tiba-tiba dan mengungkapkan keinginannya untuk menikahi wanita yang telah ia renggut kesuciannya.


"Sekali lagi aku tegaskan padamu, Diandra. Bahwa aku akan menikahimu untuk bertanggung jawab karena telah menikmati tubuhmu. Mana ada pria yang mau bertanggung jawab sebesar ini selain aku?"


"Sudah kukatakan aku tidak mau menjadi istri pria berengsek sepertimu, Austin Matteo!" sarkas Diandra yang saat ini berniat untuk pergi dari sana karena tidak ingin melihat pria yang membuatnya terluka lebih dalam.


Bahkan ia berlari untuk menjauh agar tidak melihat Austin lagi. 'Aku sangat membencinya dan tidak ingin apapun darinya. Aku hanya ingin dia pergi dari hadapanku.'

__ADS_1


"Diandra, tunggu!" teriak Austin yang saat ini hendak berlari mengejar Diandra karena tidak ingin kehilangan jejak wanita yang susah payah ditemukannya.


Namun, lengannya ditahan oleh pria yang membuatnya sangat marah dan sudah kehilangan kesabaran karena terus saja mengganggunya dan ikut campur tentang masalahnya dengan Diandra.


"Kau tidak boleh mengganggu wanita yang sama sekali tidak tertarik untuk bertemu denganmu!" Yoshi saat ini berusaha untuk menahan agar pria di hadapannya tersebut tidak bisa mengejar Diandra yang ingin menenangkan diri, sehingga berlari menjauh dari mereka.


Sementara itu, Austin saat ini sudah tidak bisa menahan amarah yang membuncah di dalam hati.


Ia bahkan sudah mengepalkan tangan kiri dan tidak membuang waktu, langsung mengempaskan tangannya dan berlanjut dengan meninju wajah pria yang sangat ingin dihabisi hari ini.


"Dasar berengsek! Aku akan menghabisimu!" teriak Austin yang saat ini sudah kalap mengarahkan pukulan bertubi-tubi pada setiap sudut perut serta wajah Yoshi.


Bahkan ia terus menyerang meskipun pria itu menghindar serta melindungi diri agar tidak terkena pukulan darinya. Austin semakin dikuasai amarah karena tidak kunjung bisa mengarahkan pukulan pada bagian wajah.


Namun, ia pun merasakan nyeri pada bagian perut yang juga mendapatkan serangan tiba-tiba dari Yoshi.


"Berengsek!" Mengusap bagian perut yang tadi mendapatkan sebuah pukulan sangat kuat.


"Dasar bajingan!" umpat Yoshi yang saat ini tidak bisa mengendalikan diri lagi untuk tidak menghajar pria yang telah meninggalkan memori buruk dalam hidup Diandra.


Namun, meskipun hari ini ia mengetahui bahwa penyebab dari Diandra selama ini menghindar darinya adalah karena takut diperkosa, perasaannya pada Diandra tidak berubah karena masih ingin menjalin hubungan dengan wanita itu.

__ADS_1


Bahkan ia berniat untuk mengobati luka hati yang dirasakan oleh Diandra agar bisa menjadi pria yang membuat wanita itu tidak lagi merasa trauma atas musibah yang dialami.


Yoshi saat ini mengusap wajahnya yang terkena pukulan dan meninggalkan rasa nyeri di sana. Bahkan ia berencana untuk menikahi Diandra agar bisa membuat wanita itu tidak lagi dikuasai ketakutan karena dikejar oleh seorang Austin Matteo.


"Sekarang kita tunjukkan siapa di antara kita yang paling kuat. Aku akan membuktikan padamu bahwa bisa menghabisimu dan mendapatkan Diandra!" sarkas Austin yang saat ini kembali menghambur ke arah sosok pria yang ingin segera dihancurkannya.


Sementara itu, Yoshi yang sama sekali tidak takut, kini hanya tersenyum menyeringai karena ia yakin bisa mengalahkan seorang Austin Matteo dengan mudah.


Itu karena ia dulu pernah ikut karate saat masih muda dan mengetahui beberapa jurus untuk melumpuhkan lawan dan akan dipraktekkannya dengan Austin.


"Baiklah! Aku sama sekali tidak takut pada pria sombong sepertimu yang hanya bisa menyakiti seorang wanita tidak berdaya seperti Diandra. Aku bahkan sangat jijik pada pria sepertimu, Austin! Kau telah membuat Diandra hidup menderita karena perbuatanmu?"


Austin saat ini hanya tertawa terbahak karena merasa perkataan dari pria itu sangatlah konyol karena ia jauh-jauh datang ke sini untuk bertanggung jawab dan malah dianggap membuat Diandra menderita.


"Dasar pria bodoh yang tidak tahu apapun dan malah sok tahu atas apa yang terjadi di antara kami. Seandainya kau tahu apa yang kulakukan pada Diandra membuat wanita itu bisa hidup tenang sampai sekarang dan tidak menjadi seorang pelacur di jalanan, pasti tidak akan berani membuka suara untuk berkomentar tentangku."


Austin tidak ingin membuat pria di hadapannya mengerti tentang semua hal yang berhubungan dengan hidup Diandra karena satu-satunya hal yang ingin dilakukannya hanyalah menghancurkan pria di hadapannya tersebut.


"Aku akan menghabisimu, pria sok tahu!" sarkas Austin yang saat ini sudah mengangkat tangannya untuk mengarahkan pukulan pada wajah Yoshi.


Sementara Yoshi bersiap untuk melawan dan sama sekali tidak merasa takut pada Austin yang menurutnya hanyalah seorang pria pengecut. "Aku akan dengan senang hati melayanimu, bajingan!"

__ADS_1


Saat hendak melakukan penyerangan, saat ini keduanya mendengar suara teriakan dari beberapa pria dan membuat mereka menoleh ke arah sumber suara.


To be continued...


__ADS_2