Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Hanya menginginkannya


__ADS_3

Austin sudah berada di loby hotel yang menjadi lokasi terakhir dari GPS ponsel wanita yang dicarinya dan langsung bertanya pada resepsionis. Tentu terus saja mengenai Diandra yang menginap di sana bersama dengan seorang pria atau sendirian.


Namun, sama sekali tidak bisa mendapatkan apapun karena resepsionis tidak mau memberitahunya dengan alasan aturan dari pihak hotel agar tidak memberikan informasi mengenai privasi dari tamu.


Akhirnya Austin yang merasa sangat marah pada salah satu resepsionis wanita, seketika langsung menghubungi seseorang yang merupakan pemilik hotel.


Ia mengenal pemilik hotel tersebut karena merupakan salah satu rekan bisnisnya dan bukanlah hal yang sulit untuk mencari informasi mengenai Diandra yang menginap di hotel itu.


Hingga beberapa saat kemudian, perubahan sikap dari resepsionis padanya seketika terlihat dan memberikan informasi yang membuatnya merasa lega.


"Nona Diandra pagi tadi check in sendiri, Tuan Austin, tapi Saya baru saja mendapatkan kabar dari salah satu staf hotel," ucap wanita yang berada di meja resepsionis tersebut setelah mengangkat telpon.


Austin memicingkan mata karena ingin segera mengetahui apa yang dimaksud oleh wanita di hadapannya tersebut. Ia ingin segera bertemu dengan Diandra, tapi kembali merasa kecewa begitu hal buruk didengarnya.

__ADS_1


"Tamu atas nama Diandra Ishana ternyata pagi tadi meninggalkan hotel begitu saja dan baru diketahui sekarang oleh salah satu staf hotel yang berniat membersihkan kamar sebelahnya. Mereka melihat jika kunci dibiarkan di luar begitu saja."


Wanita yang memakai seragam hitam itu tadinya tidak menyuruh salah satu sebab hotel akan mengantarkan pria bukan merupakan orang sembarangan itu menuju ke kamar dari tamu hotel yang dicari.


Namun, malah mendapatkan informasi mengejutkan bahwa tamu hotel pergi tanpa memberikan guest key saat chek out. Bahkan baru beberapa jam check in, malah sudah pergi begitu saja dan merasa heran pada wanita itu yang membuang-buang uang karena tidak menggunakan kamar untuk menginap setelah dibayar satu hari.


Sementara itu, Austin hanya terbahak-bahak karena kembali dibuat pontang-panting oleh seorang Diandra karena tiba-tiba menghilang tanpa kabar dan sudah diduga olehnya bahwa saat ini tengah menghindarinya karena kejadian di apartemennya.


'Diandra, kenapa kau pergi tanpa mengucapkan apapun padaku setelah aku membantu menyelamatkan orang tuamu? Sepertinya kau benar-benar sangat membenciku dan ingin menghilang dari hadapanku setelah aku membelimu.'


Kini, ia sudah berjalan menuju ke parkiran dengan kepalan tangan kuat karena menahan puncak amarah setelah mengetahui kenyataan mengenai wanita yang memiliki untuk kabur darinya setelah ia memberikan hatinya.


Austin yang sudah tiba di dekat mobilnya, seketika mengarahkan tendangan pada ban kendaraan karena merasa sangat kesal.

__ADS_1


"Sial! Saat aku dulu sama sekali tidak berniat untuk mengakhiri masa lajang dengan satu wanita, tapi sekarang menyerahkan hatiku pada Diandra dan berubah pikiran ingin menikahinya."


"Tapi apa yang kudapatkan sekarang? Wanita yang ingin aku nikahi malah pergi tanpa pesan dan sengaja menghilang untuk menghindariku. Kenapa di dunia ini ada wanita bodoh seperti Diandra karena menyia-nyiakan pria sempurna sepertiku?"


Austin bahkan sudah berniat menyampaikan keseriusannya dengan cara melamar Diandra agar mau menikah dengannya setelah ia merenggut kesucian wanita yang menyerahkan diri padanya demi uang.


Menurutnya, Diandra adalah seorang anak yang berbakti pada orang tua karena rela berkorban demi kesembuhan sang ayah yang memiliki riwayat penyakit kronis dan membutuhkan banyak biaya.


"Aku memang menggunakan alasan jaminan untuk bisa memilikimu seutuhnya agar tidak bersikap sangat arogan dan keras kepala padaku, Diandra. Tapi kegilaanmu benar-benar luar biasa karena langsung menghilang dariku tanpa aku ketahui."


Austin saat ini masih berdiri di dekat mobil dan tidak memperdulikan jika suasana sangat panas. Ia merasa bahwa ini untuk pertama kalinya tidak percaya diri di hadapan seorang wanita yang bahkan sudah berhasil dimiliki seutuhnya.


"Bagaimana jika aku tidak bisa menemukan Diandra? Apa yang akan terjadi padaku? Aku hanya menginginkan Diandra, bukan wanita lain," ujar Austin yang kini sudah semakin merasa pusing karena memikirkan keberadaan Diandra.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2