Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Tidak bisa menjaga


__ADS_3

Yoshi yang saat ini masih memegang ponsel di tangan, merasa sangat kesal karena belum selesai berbicara, udah diputuskan sepihak oleh Austin. Bahkan ia benar-benar sangat membutuhkan pria itu agar mau mencabut tuntutan pada sang ibu yang ia ketahui bersalah.


Namun, tetap tidak tega jika wanita paruh baya yang sangat disayanginya tersebut harus merasakan berada di balik jeruji besi. Ia sebenarnya merasa tertampar dengan kalimat terakhir dari Austin yang membuatnya merasa jika tidak pantas mencintai seorang Diandra.


Apalagi tidak bisa membiarkan sang ibu di penjara dan membela Diandra, benar-benar menjadi sebuah perbedaan besar antara dirinya dan Austin. Ia bahkan saat ini bisa mendengar pembicaraan dari sang ibu dengan para polisi yang berdiskusi mengenai masalah pemulangan paksa.


"Apa tidak bisa ditunda sampai putra saya benar-benar pulih? Saya yang selama ini menjaga putra saya. Jika saya pergi, siapa yang menjaganya? Siapa yang bertanggung jawab jika sampai terjadi sesuatu?" Asmita Cempaka benar-benar ingin sekali menghabisi Austin karena sangat yakin jika dialah yang melaporkannya.


"Apa ada yang bisa bertanggung jawab?" sarkas Asmita Cempaka yang saat ini benar-benar berharap jika dua polisi tersebut memberikan ia kesempatan selama beberapa hari karena khawatir pada Yoshi yang bahkan baru sembuh dari koma.

__ADS_1


Ia bahkan saat ini melirik sekilas ke arah putranya yang masih berada di atas ranjang perawatan. "Yoshi, jika Mama dipulangkan hari ini atau besok, kamu tenang saja karena nanti akan ada salah satu pelayan dari Jakarta datang ke sini untuk menemani."


Sementara itu, Yoshi saat ini tidak bisa lagi berpikir jernih karena merasa bingung melihat sang ibu yang akan dibawa oleh polisi, sedangkan ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ia bahkan sama sekali tidak takut berada di rumah sakit sendirian, tapi hanya tidak tega jika sang ibu itu menderita di sel.


"Maafkan aku, Ma. Aku tidak bisa menghentikan Yoshi untuk menarik tuntutannya," lirih Yoshi yang saat ini benar-benar merasa berdosa sebagai seorang anak karena sama sekali tidak bisa menolong saat dibutuhkan.


Padahal selama ini selalu dijaga oleh sang ibu dan ia tidak tahu bagaimana caranya membantu wanita yang telah melahirkannya tersebut terbebas dari tuntutan yang dilayangkan oleh Austin Matteo.


"Mama benar-benar merasa sangat lega karena kamu masih memilih Mama daripada mereka," lirihnya yang saat ini menampilkan wajah tegar agar putranya tidak terlalu bersedih saat dia dipulangkan ke Jakarta.

__ADS_1


"Semuanya sudah siap. Anda tinggal berkemas dan meninggalkan negara ini," ucap polisi yang saat ini bertugas untuk kasus pencemaran nama baik.


Sementara itu, Yoshi yang mendengar hal itu saja membuat ia merinding karena rasa bersalah menguasai dirinya. Ia ingin memperbaiki semuanya, tapi tidak tahu harus dimulai dari mana.


"Ma, nanti meminta bantuan om saja saat tiba di Jakarta. Aku pun juga akan menelpon agar langsung menemani Mama di sana," ucap Yoshi yang kini ingin sekali memeluk erat sang ibu sebelum berpisah.


Asmita Cempaka seketika berjalan menuju ke arah putranya dan mengusap rambutnya. Hingga ia pun merasa jika putranya benar-benar ingin membelanya tanpa tahu apa masalah yang dihadapi.


"Maafkan Mama karena tidak bisa menjagamu sampai sembuh dan keluar dari Rumah Sakit ini," ucap Asmita Cempaka yang kini ingin meluapkan perasaan membuncah yang dirasakan.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2