
Yoshi benar-benar tidak pernah menyangka mendapatkan sebuah kegilaan dari seorang wanita yang dianggapnya sangat agresif. Meskipun ia tahu bahwa Rosalia sudah sah menjadi istrinya dan berhak melakukan apapun karena sudah halal, melakukan ritual pasangan suami istri karena pikirannya tengah memikirkan Diandra.
Apalagi saat ini ia khawatir dengan keadaan Diandra yang entah dimana keberadaannya. Mungkin jika ia adalah seorang pria berengsek, tentu saja akan memanfaatkan kesempatan itu untuk menyalurkan gairah karena memang sudah sah menjadi suami istri.
Namun, sebagai seorang pria yang memiliki perasaan pada wanita lain, tidak ingin bercinta dengan Rosalia. Apalagi ia pasti akan membayangkan bercinta dengan Diandra karena sangat mencintai wanita yang sudah pergi tanpa berpamitan padanya secara langsung.
Refleks ia langsung mengarahkan kedua sisi tangan Rosalia agar bergerak mundur darinya. "Kamu sudah gila, Rosalia!"
Sementara itu, Rosalia saat ini benar-benar sangat kesal karena godaannya sama sekali tidak mempan pada pria yang membuatnya ingin menaklukkannya.
Hingga ia kini menatap tajam wajah Yoshi dengan penuh amarah. "Ya, aku memang sudah gila karena merendahkan harga diriku hanya karena pria sepertimu."
__ADS_1
"Apakah aku salah mengemis cinta dari suami sendiri? Aku bahkan tidak berbuat zina dengan lawan jenis, tapi rasanya sekarang seperti seorang pelacur tidak punya harga diri!" sarkas Rosalia yang kali ini benar-benar sangat murka dan membuatnya langsung berjalan keluar dari pintu utama.
Bahkan ia keluar dengan membanting pintu untuk mengungkapkan amarah yang memuncak di dalam hatinya saat ini. Hingga ketika berjalan keluar dari apartemen menuju lift, masih sibuk mengumpat beberapa kali tanpa menoleh ke arah belakang karena yakin jika Yoshi tidak sedang mengejarnya.
"Sial! Seandainya aku tidak menyukai sosok pria sepertinya, mungkin sudah bercerai dan memecahkan rekor pernikahan paling cepat berakhir. Namun, sayangnya aku menyukai pria seperti Yoshi yang tidak mudah tergoda oleh godaan para wanita."
Rosalia memang sangat marah karena tidak berhasil membangkitkan gairah pria yang berstatus sebagai suaminya tersebut. Namun, di sisi lain ia juga merasa sangat senang sekaligus bangga memiliki seorang suami yang tidak mudah tergoda.
Hingga ia seketika tertawa terbahak-bahak seperti orang tidak waras karena berpikir bahwa Yoshi benar-benar tidak punya perasaan padanya dan sangat mencintai wanita yang telah pergi tanpa berbicara terlebih dahulu.
Miris, itulah yang dirasakan oleh Rosalia saat ini kala membayangkan jika sang suami sangat mencintai wanita lain dan ia harus berjuang untuk mendapatkan hati pria luar biasa yang diketahui tidak pernah dekat dengan wanita tersebut.
__ADS_1
Namun, jika mengetahui Yoshi memiliki seorang wanita yang dicintai setelah resmi menjadi seorang istri. "Aku tidak akan menyerah dan juga tidak akan menuntut cerai."
Kini, Rosalia sudah berjalan keluar dari lobi apartemen dan langsung memesan taksi. Ia tidak ingin kembali ke rumah sakit karena akan pulang ke rumah untuk menenangkan pikiran.
Ia bahkan bisa melihat mobil Yoshi di parkiran. "Menyebalkan sekali!"
Mengingat sosok pria yang membuatnya merasa sangat marah, tapi tidak bisa berpisah dari pria itu, di sebuah hal yang sangat berat baginya.
"Sabar, Rosalia. Aku akan melihat apa yang akan disampaikannya pada orang tuanya dan orang tuaku nanti saat sudah kembali ke rumah sakit tanpaku. Aku ikuti permainannya sampai di mana," ucap Rosalia yang saat ini melihat taksi yang dipesan datang dan berhenti tepat di hadapannya.
To be continued...
__ADS_1