Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Kekhawatiran


__ADS_3

Sosok pria yang berada di atas ranjang king size, terlihat bergerak dengan melingkarkan tangannya, tapi saat merasakan keanehan karena tadinya ingin memeluk seseorang yang semalaman dipeluknya, kini seketika ia membuka mata dan suara.


"Diandra?" seru Austin dengan suara serak khas bangun tidur dan membuatnya mengerjapkan mata karena tidak melihat sosok wanita yang dicari.


"Diandra?" Austin yang kini perlahan bangkit dari posisi di atas ranjang, seketika berjalan menyusuri ruangan kamarnya.


"Apa ia ada di kamar mandi?" Austin kini membuka pintu kamar mandi, tapi lagi-lagi ia tidak menemukan seseorang yang dicarinya, sehingga kembali melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu keluar dengan sesekali mengucek mata yang terasa lengket.


Namun, saat ia hendak membuka kenop pintu, mengurungkan niat karena tersadar saat ia merasa ada sesuatu yang aneh dan menyadarinya begitu berbalik badan, lalu menatap ke arah meja.


"Tas Diandra semalam ada di sana. Sekarang tidak ada. Apa jangan-jangan ia sudah pergi?" Refleks Austin langsung membuka pintu dan berjalan memeriksa setiap sudut ruangan untuk menemukan sosok wanita yang tengah dicarinya.


Mulai dari dapur, ruang tengah, depan dan kini wajahnya seketika memerah begitu tidak berhasil menemukan Diandra.

__ADS_1


"Ternyata benar ia sudah pergi tanpa sepengetahuanku. Kapan? Dasar wanita keras kepala! Apa ia sama sekali tidak dengar saat semalam aku bilang akan mengantarnya pulang dan berangkat bersama ke kantor?"


Austin saat ini tengah mengacak frustasi rambutnya karena pagi-pagi sudah merasa kesal akibat ulah pria yang sama sekali tidak mendengarkan perintahnya.


Dengan wajah memerah, ia kembali ke kamar masih dengan beberapa kali mengumpat untuk meluapkan amarahnya pada Diandra.


"Apa ia adalah wanita bodoh? Hingga tidak sadar bahwa aku ingin menunjukkan pada semua orang bahwa ia adalah milikku dan tidak boleh ada yang meliriknya?"


"Padahal banyak wanita yang ingin bisa berada di posisinya dan aku memilihnya, tapi ia seolah menolak untuk berangkat ke kantor bersamaku, sehingga pulang tanpa sepengetahuanku." Austin kini mengambil ponsel miliknya dan membanting tubuhnya di atas ranjang.


Namun, ia memicingkan mata begitu mendengar suara dari operator yang mengatakan bahwa nomor yang dihubungi sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan.


"Tidak aktif?" Austin kini mematikan sambungan telpon dan kembali memencet tombol panggil.

__ADS_1


Berharap tadi tidak ada sinyal, tapi sialnya, kembali mendengar suara dari operator telpon di nomor ponsel Diandra. Ia kini beralih menatap ke arah layar ponsel miliknya dan saat sesuatu muncul di pikirannya, seketika menggelengkan kepala.


"Tidak mungkin! Diandra tidak mungkin menonaktifkan ponsel karena ingin menghindariku. Mungkin ponselnya kehabisan daya dan sedang mengecharge ponselnya."


Austin masih berusaha berpikir positif bahwa nanti juga akan bertemu Diandra di kantor, meskipun ada sebersit keraguan di hati, tapi tidak ingin menguasai diri.


Ia kini tengah menatap ke arah ponsel miliknya dan melihat jika sekarang sudah pukul enam pagi. Jika biasanya ia masih bersantai di jam segitu, tapi kali ini berbeda karena saat ini segera bangkit berdiri dari ranjang dan langsung bergerak menuju ke kamar mandi.


"Lebih baik aku memeriksanya di tempat kosnya. Aku tidak bisa tenang jika belum memastikannya sendiri." Austin yang kini buru-buru mandi di bawah guyuran air shower, tidak bisa menghilangkan pikiran buruk mengenai Diandra.


'Bagaimana jika Diandra sengaja mengganti nomornya karena sudah tidak ingin lagi bertemu denganku karena marah padaku saat sudah merenggut keperawanannya yang ia jual?'


Austin saat ini dikuasai oleh kekhawatiran luar biasa dan membuatnya ingin segera memastikan sendiri mengenai Diandra, sehingga tidak berlama-lama mandi dan buru-buru bersiap untuk segera berangkat ke tempat kos wanita yang tidak pernah bisa hilang dari pikirannya.

__ADS_1


Jauh di lubuk hati, ia merasa takut jika kekhawatirannya benar dan tidak tahu harus bagaimana. "Semoga Diandra saat ini berada di tempat kosnya."


To be continued...


__ADS_2