Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Mengirimkan pesan


__ADS_3

Tentu saja sebagai seorang ibu, Asmita Cempaka tidak kuasa melihat putranya dan saat ini bulir air mata sudah lolos tanpa seizinnya. Buru-buru ia mengusap kasar air mata karena tidak ingin sang putra melihat.


'Ya Tuhan, kenapa menghukum kami seperti ini? Apa aku kurang bersyukur pada-Mu karena tidak berterima kasih setelah putraku selamat dari maut. Mungkin aku terlalu serakah karena ingin putraku kembali seperti semula.'


'Aku tidak kuat melihat putraku seperti ini, Tuhan. Sembuhkan putraku karena aku percaya atas izin-Mu, semua hal yang tidak mungkin menjadi mungkin.'


Asmita Cempaka yang hanya bisa mengungkapkan semua keluh kesah di dalam hati, masih belum beranjak dari ranjang putranya.


Karena mengetahui jika bertanya kepada Yoshi tidak akan dijawab, kini mengambil kotak makan yang tadi diantarkan oleh salah satu perawat di rumah sakit.


"Sayang, makan dulu biar cepat sembuh." Kemudian mulai mengambil satu sendok nasi lembek lengkap dengan sayur berkuah tidak pedas dan lauk ikan, lalu menyuapkan ke dalam mulut putranya.


Nasib baik Yoshi patuh dan tidak berteriak lagi seperti tadi. Ia kini seolah merasa seperti kembali pada masa kecil ketika putranya belum bisa berbicara ataupun belum aktif.


Dengan sabar ia menyuapi dan menahan bulir air mata penuh kesedihan. Apapun akan dikorbankan meskipun harus merawat putranya tanpa ada yang membantu.

__ADS_1


'Mama akan selalu berada di sampingmu, Putraku. Setelah kejadian ini, Mama tidak akan membiarkanmu menikah lagi. Biarlah kita hidup bersama selamanya,' gumam Asmita Cempaka yang kini masih sibuk menyuapi putranya.


Saat berharap putranya makan banyak, tetapi hanya beberapa suapan saja dan sudah menggelengkan kepala sebagai penolakan.


"Kenapa hanya makan sedikit, Sayang?" Ingin sekali kembali menasihati putranya agar makan banyak, agar tidak hanya bergantung pada makanan, tapi tidak tega.


Akhirnya ia mengambilkan air minum dan memberikan pada putranya. Dulu ia khawatir saat putranya tidak pernah makan ketika koma, apakah bisa bertahan hidup, tapi penjelasan dokter membuatnya merasa lebih tenang.


Jadi, setelah cukup lama koma dan akhirnya sadar, tentunya tidak bisa langsung makan banyak seperti dulu saat masih sehat karena pencernaan sudah terlalu lama beristirahat.


Dulu ia melihat saat putranya koma, asupan makan diberikan berupa makanan cair. Putranya memang hilang kesadaran akibat penurunan fungsi otak akibat cedera kepala masalah sistem saraf.


Selang memang dimasukkan melalui mulut, hidung dan terkadang kulit, lalu berakhir di lambung atau usus halus. Namun, saat putranya parah dulu, hanya mendapat asupan gizi dari infus yang tersambung ke pembuluh darah.


Bahkan setiap hari harus menangis melihat putranya yang masih muda harus menerima nutrisi dan cairan melalui pembuluh darah atau lubang makanan. Jadi, tidak akan merasa kelaparan atau dehidrasi selama koma.

__ADS_1


Bahkan juga menerima elektrolit berupa garam dan zat lainnya yang membantu mengatur proses tubuh. 'Aku harus bersyukur karena sekarang putraku bisa makan dengan ku suapi, tidak seperti saat koma dulu. Jadi, tidak boleh membuat putraku tertekan.'


Masih tidak mengalihkan pandangan dari putra satu-satunya, ia masih mengingat rentetan peristiwa yang dialami oleh putranya. Ia benar-benar tidak menyangka jika nasib malang selalu mengelilingi putranya. Bahkan sampai berpikir dan bertanya di dalam hati.


Apa kesalahan di masa lalu, sehingga putranya harus menanggung semua kemalangan itu.


Ia hanya bisa menghibur diri sendiri karena tidak ada sanak saudara yang menemani. Mungkin terkadang ada beberapa saudara yang datang menjenguk, tapi tidak bisa lama tinggal di London.


Itu saja sudah merasa senang karena ada yang peduli dengan putranya. Setelah selesai, ia menaruh kotak makan di tempat yang tersedia. Kemudian beralih untuk mengirimkan pesan pada adik laki-lakinya.


Aku ingin kamu memberikan pelajaran pada wanita itu. Aku ingin Diandra tidak hidup bahagia karena putraku menderita dan aku butuh pelampiasan untuk membalaskan dendam. Aku adalah seorang ibu yang tidak bisa menerima kenyataan melihat putraku harus menderita sendirian.


Asmita Cempaka tidak mungkin menelpon saudara laki-lakinya karena jika sampai didengar Yoshi, akan menjadi masalah besar. Setelah mengirimkan pesan, kini ia hendak menaruh kembali ponsel di dalam laci.


Namun, tidak jadi melakukan itu karena mendengar suara dan juga siluet seseorang yang baru membuka pintu dan berjalan mendekat.

__ADS_1


"Kau?"


To be continued...


__ADS_2