Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Menyimpan semua rahasia


__ADS_3

Yoshi saat ini mulai mengerti bahwa penjelasan dari dua kubu sangatlah berbeda dan ia tengah mencari tahu siapa di antara mereka yang benar. Tentu saja ia ingin sekali menyatakan jika sang ibu lah yang benar dan tidak sedang membohonginya.


Namun, ia juga mengetahui jika Diandra tidak pernah berbohong untuk membuat sebuah kenyataan palsu. Kini, ia mencoba mencari kejujuran dari sorot mata wanita yang telah melahirkannya tersebut.


Ia bahkan seperti tidak mengenal sang ibu yang kini telah berusaha menjelek-jelekkan Austin serta Diandra. "Jadi, Mama membayar seorang detektif untuk mengetahui kabar mereka?"


"Tentu saja karena Mama tidak rela melihat mereka bahagia, sedangkan kamu tergolek lemah setiap hari di rumah sakit dengan tidak membuka mata sama sekali. Apa kamu pikir Mama kuat setiap hari melihatmu seperti itu?" Saat Asmita Cempaka mengungkapkan kekesalannya agar mengerti bagaimana perasaannya selama bertahun-tahun menjaga putranya tanpa kenal lelah dengan penuh keyakinan jika akan sadar.


"Semua ibu di dunia ini tidak ada yang kuat hidup saat melihat putranya tidak berdaya dan mengalami koma selama bertahun-tahun. Bahkan jika orang lain yang mengalaminya, mungkin sudah menyerah." Ia sering mendengar sama saudara memberikan saran agar mengikhlaskan putranya.


Apalagi sudah cukup lama mengalami, dan harus terus membayar tagihan rumah sakit yang tidaklah murah. Nasib baik adik laki-lakinya yang mengurus perusahaan dengan baik dan mereka tidak gulung tikar karena menguras harta untuk membayar biaya rumah sakit di London.


Kini, Yoshi mulai mengerti siapa yang benar dan siapa yang salah dari apa yang dialaminya. Ia sebenarnya ini marah pada sang ibu karena telah mengarang cerita palsu dan juga memisahkannya dari wanita yang dicintai tepat di hari pertama menikah saat mengalami kecelakaan.


Namun, sebagai seorang anak yang sudah banyak menyusahkan wanita paruh baya tersebut karena harus merawatnya selama bertahun-tahun tanpa ada yang menggantikan, sehingga kali ini tidak bisa menyalahkan dan membuat sang ibu bersedih.


'Jadi, Mama melakukannya karena sangat takut kehilanganku. Aku bisa mengerti bagaimana perasaan mama karena sudah pernah mengalami kehilangan saat Papa meninggal dan hanya memiliki aku di dunia ini,' gumam Yoshi yang saat ini tidak ingin menanggapi kemurkaan sang ibu.


Ia hanya fokus pada diri sendiri karena tengah sibuk menahan perasaannya agar tidak marah pada wanita yang telah banyak berjasa pada hidupnya. Bahkan mengingat perkataan Austin jika Diandra saat ini tengah hamil anak kedua serta ketiga dan menegaskan jika tidak ada lagi kesempatan untuknya kembali ataupun sedikit berharap.


"Kenapa hanya diam saja? Apa yang saat ini sedang kamu pikirkan, Sayang? Apakah kamu ingin membalas dendam pada orang-orang yang telah membuatmu kehilangan kebahagiaan?" Asmita Cempaka saat ini melihat seperti apa putranya menanggapi ceritanya tentang Austin dan Diandra.

__ADS_1


Namun, ia seketika merasa kesal sekaligus marah begitu melihat putranya malah menggelengkan kepala seperti tidak punya niat sedikit pun untuk membalas dendam pada pasangan suami istri tersebut.


"Tidak, Ma. Bagiku, diberikan kesempatan untuk hidup sekali lagi adalah sebuah hal yang harus disyukuri. Aku tidak bisa mengubah takdir Tuhan padaku karena saat ini Diandra sudah memilih Austin sebagai pendamping hidupnya."


"Biarkan saja mereka hidup berbahagia dan aku pun juga akan hidup dengan versiku sendiri," ucap Yoshi yang saat ini ingin menghentikan kebencian sang ibu pada wanita yang sama sekali tidak bersalah karena memilih kebahagiaannya.


"Lebih baik kita sekarang hidup berbahagia bersama, Ma. Aku akan selamanya di sisi Mama dengan menemani sampai tua nanti. Aku pun tidak akan menikah lagi karena percuma dan tidak ada satu pun wanita yang mau hidup dengan pria mandul sepertiku." Yoshi kini mengembalikan ponsel sang ibu karena saat ini perasaannya sudah sedikit lebih lega.


Ia merasa jika perasaannya sudah jauh lebih tenang setelah mengetahui kenyataan sebenarnya. Bahwa Diandra adalah seorang wanita yang sangat baik dari awal sampai akhir karena sama sekali tidak berniat untuk menyakitinya.


Takdir yang saat ini dijalani adalah sebuah rencana yang baik dari Tuhan untuknya dan itu menjadi keyakinannya, sehingga membuatnya diberikan kesempatan satu kali lagi untuk bisa hidup dengan baik.


"Tapi, Sayang. Bukankah ini sangat tidak adil untukmu karena menjadi korban dari mereka?" Wanita paruh baya tersebut benar-benar tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh putranya.


'Jika kamu tidak mau membalas dendam pada mereka, biar Mama yang bertindak,' gumam Asmita Cempaka begitu kembali melihat jika putranya benar-benar tidak tertarik untuk membuat perhitungan pada Diandra dan juga Austin.


Yoshi sebenarnya tidak habis pikir dengan pemikiran sang ibu yang malah memutar balikan fakta dan mengkambing hitamkan Diandra.


Ia sekarang sekolah tidak mengenal ibunya yang dari dulu sangat penyayang dan baik hati. "Sudahlah, Ma. Tidak usah membahasnya lagi dan kita tutup semuanya sampai di sini. Sekarang lebih baik kita fokus pada diri sendiri dan menjalani hidup dengan baik."


"Setelah aku benar-benar pulih sepenuhnya, kita kembali ke Jakarta dan aku akan bekerja dengan baik untuk menebus waktu mama yang telah hilang karena lelah mengurusku di sini. Sudah waktunya Mama istirahat dan fokus bersenang-senang tanpa memikirkan hal yang tidak penting."

__ADS_1


Austin ingin sang ibu menikmati hidupnya dengan baik setelah lama hidup menderita dengan mengurusnya. Ia berniat untuk mengganti semua uang yang dikeluarkan keluarganya hanya untuk bisa menyelamatkannya.


Bahkan akan menyuruh untuk berkeliling dunia setelah lama penat dalam kerasnya hidup yang dijalani.


"Mulai sekarang, aku akan menjadi putra yang baik untukmu, Ma. Kita akan hidup berbahagia bersama, jadi jangan pikirkan hal-hal yang membuat kebahagiaan kita ternoda." Yoshi berharap sang ibu menyadari kesalahan dan melupakan niatnya untuk membalas dendam.


Ia ingin memulihkan tubuhnya dengan baik di rumah sakit selama beberapa hari ini agar bisa kembali ke Jakarta.


"Kasihan Paman yang harus mengurus perusahaan selama aku tidak berdaya di sini. Pasti Paman sangat pusing dan lelah, jadi aku harus menggantikannya dan menyuruhnya pensiun akan menikmati masa tua bersama anak istri." Berpikir jika nanti akan bekerja sama dengan sepupu jika mau membantunya di perusahaan.


Meskipun ia mengetahui jika sepupunya adalah seorang wanita yang pastinya akan lebih memilih untuk fokus pada rumah tangga setelah menikah.


Namun, berpikir bahwa tidak ada salahnya mencoba menawarkan pada sepupunya yang kemungkinan beberapa bulan lagi akan lulus dari kuliah.


Sementara itu, Asmita Cempaka kali ini tidak ingin mendebat putranya dan memilih untuk mengiyakan agar senang. Namun, tetap akan melaksanakan rencananya secara diam-diam tanpa sepengetahuan dari putranya tersebut.


Ia berpikir jika hal pertama yang dilakukan adalah menghabisi Diandra yang telah hidup berbahagia dengan Austin. 'Aku tidak ingin melihat Diandra hidup berbahagia. Dia hanyalah wanita pembawa sial yang akan membawa petaka bagi siapapun yang dekat dengannya."


Kini, ia berpura-pura untuk tersenyum dan mengiyakan keinginan dari putramu. "Mama juga sudah tidak sabar ingin kembali ke Jakarta dan merindukan rumah kita. Semoga secepatnya kita kembali ke tanah air."


"Iya, nanti aku akan bertanya pada dokter saat memeriksa," ucap Yoshi ya kiri bernapas lega karena sang ibu mau mendengarkannya.

__ADS_1


'Aku akan menyimpan semua rahasia ini dan berpura-pura tidak tahu jika mama lah yang merupakan dalang dibalik semuanya,' gumam Yoshi ketika saat ini merasa lega setelah mengetahui bagaimana bisa Diandra menikah dengan Austin saat ia masih koma.


To be continued...


__ADS_2