Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Masuk ke neraka


__ADS_3

"Tuan Yoshi," ucap sosok pria yang tak lain adalah teman kuliah Yoshi bernama Tony Kuncoro.


Refleks Yoshi seketika menoleh ke arah meja yang dilaluinya dan langsung membulatkan mata karena merasa sangat terkejut bisa bertemu dengan sosok temannya yang sudah cukup lama tidak bertemu.


"Tony? Wah ... kamu!" Refleks Yoshi seketika memeluk serta memukul punggung belakang sahabatnya karena sama sekali tidak menyangka bisa bertemu setelah sekian lama.


"Kau ada di Jakarta?" tanya Yoshi yang kini menarik diri dan menatap ke arah sahabatnya.


Mereka dulu satu jurusan dan satu kelas, jadi sangat dekat. Hanya saja, setelah lulus, temannya tersebut kembali ke kampung halaman dan lost contact.


Kini, Yoshi merasa sangat senang saat bisa bertemu dengan temannya dan bisa melihat sosok wanita yang berdiri dari kursi, lalu tersenyum padanya.


"Aku sedang liburan ke Jakarta bersama istriku. Aku ingat jika kamu tinggal di Jakarta, tapi bingung harus mencari informasi tentangmu di mana. Namun, sepertinya Tuhan Maha baik karena malah mempertemukanmu denganku di sini."


Tony kini menyuruh sang istri untuk menyapa dan ia pun mengalihkan perhatian pada sosok wanita yang berada di sebelah kiri Yoshi. "Apa wanita ini kekasih atau calon istrimu?"


"Bukan dua-duanya," sahut Yoshi yang baru saja bersalaman dengan istri sahabatnya.

__ADS_1


Ia merasa sangat tidak enak pada Diandra saat dianggap adalah kekasihnya, sehingga kini menoleh ke arah wanita itu sambil menunjuk ke arah private room di sebelah kiri.


"Diandra, kamu tunggu saja di dalam sana! Nanti aku akan menyusul." Yoshi bisa melihat ada kelegaan dari Diandra dan membuatnya merasa tidak terlalu bersalah.


"Baiklah. Aku akan ke sana," ucap Diandra yang kini membungkuk hormat pada semua yang ada di hadapannya tanpa terkecuali. "Selamat menikmati liburan di Jakarta, Tuan dan Nyonya."


Diandra pun beranjak pergi begitu mendengar suara bariton dari pasangan suami istri itu yang mengucapkan terima kasih padanya.


Sementara itu, Yoshi masih menatap intens siluet Diandra dan lama-kelamaan menghilang di balik pintu private room. Hingga ia pun menoleh ke arah teman lamanya yang mengejek habis-habisan.


"Bilangnya bukan kekasih maupun calon istri, tapi tidak berhenti menatap seperti menjalani cinta bertepuk sebelah tangan saja. Perkataanku tidak benar, kan?" tanya Tony yang seketika meringis menahan rasa nyeri akibat cubitan dari sang istri.


"Iya ... iya, aku tidak akan mengejeknya lagi. Oh ya, bagaimana dengan kariermu, Bro? Sepertinya sangat sukses sekarang." Saat Tony berbicara, ia fokus pada mimik muka yang terlihat sangat serius ketika menjelaskan.


"Kamu memang tidak pernah berubah, Ton. Oh ya, wanita tadi sangat kusukai, tapi baru bertemu beberapa kali. Jadi, bisa dibilang masih tahap PDKT. Aku meneruskan perusahaan orang tua, jadi tidak bisa dibilang sukses."


Saat Yoshi menutup mulut, di saat bersamaan mendengar suara bariton dari seorang pria yang baru saja datang menyapa dan membuatnya mengerutkan kening.

__ADS_1


"Tuan Tony Herlambang?" tanya seorang pria yang baru saja datang, tak lain adalah Austin Matteo.


"Tuan Austin Matteo?" ucap Tony yang kini langsung menoleh ke arah pria yang tadi menghubungi untuk meminta tolong.


Keduanya pun bersalaman dan tersenyum sambil berjabat tangan saat bertemu pertama kali.


Sementara itu, Yoshi yang seketika membulatkan mata karena ia sangat tidak asing dengan nama yang bahkan sudah terekam di otaknya.


'Austin Matteo? Jadi, ini pria yang membuat Diandra muram dan menutup diri dariku,' gumam Yoshi yang kini sangat penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya.


"Kalian saling kenal? Bukankah tadi kamu bilang di sini untuk liburan?"


"Iya, liburan dan bonusnya adalah bekerja di Jakarta selama seminggu. Apa kalian sudah kenal?" Yoshi ingin tahu banyak hal mengenai sosok pria dengan tubuh tinggi tegap dan atletis yang sangat tampan itu.


Ia bahkan tidak menyangka jika pria yang ingin dicarinya itu adalah seorang pria maskulin dan tentunya adalah crazy rich. 'Sial! Ternyata sainganku seperti ini.'


'Diandra tidak akan keluar dari ruangan , kan? Jika sampai ia keluar, sama saja dengan masuk ke neraka,' gumam Yoshi yang seketika menoleh ke arah pintu.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2