Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Terima kasih, Tuhan


__ADS_3

Tentu saja kesalahpahaman itu membuat ayah Diandra langsung menjelaskan. "Sama sekali tidak pernah terpikirkan bagi kami untuk mencari pengganti menantu di saat seperti ini."


"Kami hanya memikirkan keadaan putri dan cucu yang sangat malang. Apakah itu salah? Apakah salah jika seorang ayah mengetahui kebenaran?"


"Bukankah Anda yang yang tidak punya hati karena memberikan keputusan sepihak tanpa sepengetahuan menantu? Jika menantu mengetahuinya saat sadar nanti, dia pasti tidak akan menyetujuinya."


"Bukankah tadi Anda mengatakan akan membawa Yoshi berobat ke luar negeri dan mengurus perceraian?"


Sementara itu, Austin yang dari tadi sibuk mencerna kalimat ambigu dari pria paruh baya tersebut, merasa kebingungan karena sama sekali tidak mengerti arah pembicaraan.


Namun, ia tidak ingin membuat situasi semakin memanas, sehingga kini ia menghentikan kesalahpahaman dengan penjelasannya.


"Anda jangan berpikir macam-macam, Nyonya. Kedatangan saya ke sini karena murni untuk melihat keadaan Aksa. Apalagi Aksa saat ini membutuhkan seseorang untuk menjaganya."


"Jadi, saya tidak keberatan untuk menjaganya di saat Ayah dan Ibu Diandra sibuk menjaga putrinya di rumah sakit."


Wanita paruh baya itu hanya tersenyum sinis karena membenci tiga orang di depannya. "Apa maksudmu tadi? Seorang ayah mengetahui kebenaran?"


"Tunggu ... apakah ini seperti yang kupikirkan? Bahwa kau adalah ayah kandung Aksa? Apa kalian berempat hanya ingin mempermainkan putraku?"


"Anda salah, Nyonya," ucap ibu Diandra yang kali ini maju ke depan untuk menjelaskan semuanya. Ia tidak ingin kesalahpahaman semakin berlarut-larut dan membuat nama baik putrinya tercoreng.


"Nak Austin memang merupakan ayah kandung Aksa, tetapi Diandra memilih menikah dengan Yoshi karena memang mencintainya. Semua yang dulu terjadi karena kesalahpahaman. Jadi, tolong Anda mengerti."


Austin pun tidak ingin bersembunyi lagi dibalik kesalahan yang dilakukan di masa lalu, sehingga ia menjelaskan semuanya agar nama Diandra tetap baik.


"Semua itu terjadi karena saya telah memperkosa Diandra tiga tahun yang lalu. Karena itulah dia sangat membenci saya. Jadi, tolong jangan menuduh seorang wanita yang tidak bersalah dengan hal yang sama sekali tidak dilakukan."


Mengerti dengan semua yang terjadi, kini wanita paruh baya tersebut mengumpat Diandra hanya memanfaatkan putranya dan berpikir segera mengurus semuanya untuk mengakhiri hubungan mereka.


"Tunggu panggilan dari pengadilan!" Kemudian berlalu pergi meninggalkan semua orang.


"Sebenarnya apa yang terjadi, Ayah? Apa maksud nyonya Asmita mengatakan panggilan dari pengadilan?" tanya Austin yang kini tengah menatap dengan sorot penuh pertanyaan.


Ayah Diandra mendaratkan tubuhnya di atas kursi dan menepuk sebelahnya. Kemudian pria paruh baya tersebut menceritakan semuanya, bahwa Diandra akan diceraikan di hari pertama menikah. Aku tadi tidak memberitahumu tentang ini karena kamu sudah mematikan sambungan telpon."


"Jadi, seperti itu. Karena itulah aku ingin kamu menjaga Aksa untuk sementara saat kami merawat putri kami."


"Untuk sementara waktu, Diandra tidak boleh mengetahui bahwa dia sebenarnya memiliki seorang anak. Itu semua demi kebaikannya."


Selama mendengarkan penjelasan dari pria paruh baya tersebut, Austin benar-benar merasa sangat marah sekaligus trenyuh begitu mengetahui nasib buruk wanita yang masih sangat dicintainya. Di sisi lain, ia berharap ini adalah jalan untuknya mendekati Diandra lagi.

__ADS_1


'Tuhan, apakah aku bisa menganggap ini adalah jalan untukku? Apakah ini adalah caramu untuk menyatukan aku dengan Diandra? Haruskah aku berbahagia dibalik kejadian nahas yang menimpa Diandra?'


'Jika benar ini adalah jalannya, aku tidak akan pernah menyia-nyiakannya. Aku akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengambil hati Diandra kembali.'


'Meskipun suatu saat nanti, ingatannya akan kembali, aku tetap ingin mencobanya. Semoga Diandra bisa melihat ketulusanku dan mau menerimaku sebagai pengganti Yoshi,' lirih Austin yang saat ini bertekad bulat untuk menikahi Diandra setelah sah bercerai dengan Yoshi.


Meskipun ia tahu semua butuh proses dan waktu, tetapi ia ingin mengatakan niat baiknya pada orang tua wanita yang masih sangat dicintainya tersebut.


"Biarkan saja wanita itu berbuat sesuka hatinya. Sekarang aku semakin yakin dengan keputusanku."


"Keputusan?" tanya orang tua Diandra bersamaan.


"Aku memutuskan untuk menikahi Diandra. Aku akan berusaha untuk menjadi suami yang baik dan juga sosok ayah untuk Aksa. Apakah kalian mau menerimaku sebagai menantu?" tanya Austin dengan menatap intens wajah pasangan suami istri di hadapannya tersebut.


Sementara itu, orang tua Diandra saling bersitatap dan sangat terkejut mengenai keputusan Austin yang seperti sangat yakin ingin menikahi putri mereka.


Padahal keadaan putri mereka sama sekali tidak baik karena amnesia dan lumpuh. Apalagi mereka masih sangat syok dengan perlakuan kasar dari wanita yang merupakan ibu dari Yoshi.


Khawatir jika Diandra akan kembali mendapatkan penghinaan dari mertua setelah mengetahui keadaan putri mereka yang lumpuh dan amnesia.


Jadi, mereka mencoba untuk menolak niat baik Austin dan menyadarkan peristiwa itu bahwa putri mereka saat ini tidak pantas jika mendapatkan seorang pria hebat di hadapannya tersebut.


"Jangan membuat Diandra dibuang oleh mertua untuk kedua kali karena kami sangat yakin jika orang tuamu tidak akan pernah setuju dengan rencanamu menikahi seorang wanita amnesia dan lumpuh," ucap ayah Diandra yang saat ini masih merasa sakit hati atas perkataan dari wanita paruh baya bernama Asmita Cempaka.


"Aku bisa memahami apa yang kalian rasakan, tapi berjanji bahwa orang tuaku tidak akan pernah campur tangan mengenai masalah pribadi setelah melihat putra mereka mengalami kecelakaan dan amnesia."


Austin kemudian memegang tangan pria paruh baya tersebut untuk menyetujui niat baiknya. Apalagi sampai sekarang masih sangat mencintai Diandra.


"Apalagi ada rasa yang merupakan pengikat di antara kami. Sepertinya Tuhan menunjukkan padaku untuk menebus dosa dengan cara merawat Diandra yang dulu pernah kusakiti. Jadi, terima aku sebagai menantu kalian."


Austin bahkan berbicara panjang lebar dan berjanji tidak akan menyakiti hati Diandra untuk kesekian kali. Apalagi saat ini merasa bahwa Diandra yang menanggung semua dosa yang pernah diperbuatnya di masa lalu.


Jadi, berpikir tidak akan pernah mempermasalahkan fisik Diandra dan fokus untuk menyembuhkan serta merawat Aksa dengan melimpahkan kasih sayang sebagai seorang ayah yang belum pernah dirasakan oleh putranya.


Karena melihat keseriusan di mata Austin, akhirnya pasangan suami istri tersebut tidak menghalangi niat baik pria yang masih tetap mencintai putri mereka dengan sepenuh hati.


Kemudian mereka saling berpelukan untuk mengungkapkan kebahagiaan setelah mendapat jalan keluar dari masalah yang dialami Putri mereka.


Karena melihat orang tua Diandra terlihat lelah, Austin memanggil supir untuk mengantarkan ke apartemennya membawa Aksa untuk beristirahat.


Tentu saja berpikir bahwa mulai sekarang akan memberikan yang terbaik untuk putranya. Mulai dari tempat tinggal, pendidikan dan makanan bergizi. Bukan karena meragukan Diandra tidak memberikan hal terbaik, tapi karena ingin menebus kesalahan di masa lalu.

__ADS_1


Austin ingin mengecek keadaan Diandra yang mengalami amnesia disosiatif dengan menunggu hingga wanita itu tersadar.


Ia mempunyai firasat jika Diandra mungkin hanya melupakan sesuatu yang menyakitkan, yaitu melupakan kejadian di mana ia memperkosa tiga tahun lalu.


Kemudian ia mendaratkan tubuhnya di atas kursi sebelah ranjang perawatan wanita dengan banyaknya alat menopang kehidupan dan bunyinya seperti berhasil membuat bulu kuduk merinding.


"Apa kamu bisa mendengarku, Sayang? Aku bahkan tidak pernah menyangka jika kita akan kembali bertemu setelah tiga tahun berlalu. Maafkan aku karena melupakanmu dan terima kasih telah menjaga putra kita dengan baik."


Austin kini menyatukan telapak tangannya dengan milik Diandra dan beberapa kali mengecupnya dengan lembut. Meskipun pandangan tidak pernah beralih dari wanita itu.


"Padahal kamu bisa saja mengugurkan kandungan karena kemalanganmu, tapi tidak melakukannya dan memilih merawat Aksa dengan baik. Aku berjanji akan menebus kesalahanku di masa lalu."


Entah berapa jam ia menatap wanita yang masih tidak sadarkan diri tersebut. Hingga beberapa saat kemudian ketiduran karena hari sudah sangat larut malam dan pastinya rasa kantuk serta lelah dirasakan.


Pagi hari, ia terbangun setelah merasakan sebuah pergerakan dari Diandra dan menjelaskan semua kebohongan yang dirancang. Bahkan ia sudah menyusun semuanya agar Diandra tidak mengetahui telah berstatus sebagai istri Yoshi.


Ia mengatakan bahwa Diandra belum menikah, tetapi bekerja di perusahaannya dan ia jatuh cinta.


Bahkan langsung mengungkapkan lamaran untuk menikahi wanita itu dan sama sekali tidak dipercaya karena wanita itu menangisi nasib yang saat mengetahui mengalami kelumpuhan dan amnesia disosiatif.


"Jangan berbicara omong kosong, Tuan Austin." Diandra bahkan masih bersimbah air mata melihat kedua kakinya yang tidak bisa digerakkan. Bahkan tidak bisa mengingat kecelakaan yang dialami dan saat mencoba untuk mengingat, hanya merasakan nyeri di kepalanya.


Austin kini ingin membuat Diandra percaya sepenuhnya padanya. "Aku serius. Meskipun kamu amnesia dan tidak bisa berjalan, aku akan tetap menikahimu karena sangat mencintaimu dan tidak tertarik dengan wanita lain."


"Jadi, menikahlah denganku. Namun, ada satu hal yang perlu kamu tahu. Aku sebenarnya mempunyai seorang anak laki-laki berusia 2 tahun."


"Putraku membutuhkan seorang ibu dan menurutku, hanya kamu yang pantas menjadi ibu untuk anakku karena wanita itu sudah pergi ke luar negeri demi mengejar karir. Jadi, maukah kamu menjadi ibu dari putraku dan menerimaku menjadi suamimu?"


Austin menunggu jawaban dari Diandra dengan perasaan berkecamuk.


'Ini demi demi Aksa, sehingga aku mengarang sebuah kebohongan. Kita akan selamanya hidup berbahagia bersama putra kita," lirih Austin yang hanya bisa mengungkapkan perasaannya di dalam hati.


Merasa tidak ada pilihan lain dan menganggap bahwa pria di hadapannya sangat tulus, Diandra menerima lamaran dari Austin. Apalagi kondisinya yang saat ini tidak berdaya, masih tidak membuat pria yang merupakan bosnya tersebut berniat untuk menikahinya.


"Aku akan menyayangi putra Anda seperti anak kandungku sendiri."


Austin yang merasa bahagia karena Diandra setuju menikah dan menjawab tanpa ragu akan menyayangi Aksa, membuatnya merasa satu masalah telah selesai.


Tentu saja ia tidak ingin mengorbankan Aksa jika tidak bisa bertemu dengan sang ibu. Jadi, tadi memutar otak untuk mencari alasan terbaik dan membuatnya bahagia saat Diandra langsung menerima lamarannya.


Bahkan karena saking bahagianya, bulir bening lolos dari bola mata Austin. Ia tidak pernah menyangka jika di hari yang sama dengan pernikahan Diandra, juga mendapatkan wanita itu.

__ADS_1


'Terima kasih atas takdir indah ini, Tuhan. Aku berjanji akan membahagiakan Diandra dan putra kami,' gumam Austin yang saat ini merasakan kelembutan tangan Diandra menghapus bulir air matanya.


To be continued...


__ADS_2