Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Khawatir


__ADS_3

Diandra baru saja keluar dari kamar mandi setelah melakukan ritual membersihkan diri pulang dari toko furniture tadi. Sementara sang suami saat ini tengah berbicara dengan orang yang mengantarkan ranjang baru yang dibeli.


Memang ranjang tersebut tidak ditaruh di kamar utama karena berada di ruangan khusus yang hanya untuk tempat bercinta. Dulu memang ia tinggal satu rumah dengan mertua, tapi sudah dua bulanan ini tinggal di rumah baru yang dibeli oleh sang suami.


Sementara orang tuanya juga dibelikan rumah tak jauh dari kompleks perumahan yang ditempati saat ini. Sang suami mengatakan jika itu jauh lebih adil dan tidak memihak sana-sini agar tidak ada rasa iri.


Jadi, selama ini dibantu oleh pelayan dan terkadang orang tuanya datang ke rumah jika rindu pada sang cucu. "Pasti suamiku akan menghajarku habis-habisan malam ini. Apalagi tadi sudah menyuruh para pelayan menginap di hotel."


Ia yang menggigit bibir bawah bagian dalam saat mengingat kegilaan suami ketika mencari ranjang sambil memperagakan salah satu gaya bercinta yang belum pernah dilakukan karena cacat.


"Pasti suamiku dari dulu menghayal bisa melakukan gaya itu, tapi tidak bisa melakukannya karena aku cacat." Ia kini menunduk menatap ke arah kakinya. "Semoga selamanya aku terus seperti ini."

__ADS_1


"Sayang!" teriak Austin yang baru saja membuka pintu dan kini melihat sang istri sudah sangat segar dan terlihat semakin memesona, sehingga ingin sekali langsung menerkamnya.


Namun, tidak mungkin melakukannya karena belum mandi, sehingga kini langsung melepaskan jas kerja dan juga kancing kemeja satu-persatu. "Kamu siap-siap, Sayang. Aku mau mandi dulu agar lebih segar saat kita bercinta nanti."


Diandra yang hanya geleng-geleng kepala melihat sikap mesum sang suami, kini tidak berniat untuk menanggapi karena hanya bisa berbicara di dalam hati.


'Ini bahkan masih awal untuk bersiap-siap. Lebih baik aku memeriksa menu makan malam karena tadi tidak sempat bertanya pada pelayan yang diusir oleh suamiku tadi.'


Saat baru saja masuk ke ruang makan, langsung melihat ada 3 menu untuk makan malam dan membuatnya lapar, tapi menunggu hingga suami selesai mandi. Hingga ia pun memilih untuk mengisi kebosanan dengan scroll Ig.


Namun, di saat bersamaan melihat ada notifikasi dari ponsel miliknya dan begitu mengetahui pesan masuk dari nomor tak dikenal, mengerutkan kening karena itu adalah sebuah video.

__ADS_1


"Video apa ini ?" Diandra penasaran, langsung menekan tombol play. Hingga ia kini bisa melihat mobil berwarna hitam yang melaju di jalan raya dan saat serius, seketika membulatkan mata ketika kendaraan itu dihantam truk hingga terbalik dan ringsek.


Degup jantungnya berdetak kencang melebihi batas normal dan tiba-tiba ada bayangan samar di kepalanya. Refleks ia memegangi pelipisnya karena saat ini merasakan pusing.


"Bayangan apa ini?" lirih Diandra yang saat ini tengah menatap ke arah layar ponsel miliknya dan langsung menekan tombol pause.


Merasa ada sesuatu yang aneh dirasakan, langsung menghapus video itu karena khawatir ada orang jahat yang sengaja mengirimkan padanya. Ia tidak ingin sang suami tahu dan marah, akhirnya menyembunyikannya dengan menghapus.


Hingga ia terkejut saat mendengar suara bariton dari pria yang baru saja datang.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Austin yang memicingkan mata saat melihat Diandra memijat kepala dan membuatnya khawatir.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2