Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Siapa pria itu?


__ADS_3

Beberapa saat lalu, sosok wanita dengan pakaian seksi yang berada di dalam sebuah apartemen, tengah mengepalkan tangannya.


Wanita bernama Annisa Syahnaz berusia 25 tahun yang merupakan mantan kekasih dari Austin, ingin membalas dendam pada seorang wanita yang tinggal di apartemen sebelahnya.


Annisa yang kebetulan tinggal di apartemen yang sama, semalam melihat seorang wanita yang sangat dibenci diantar oleh seorang pria yang ia ketahui tinggal di sana.


Ia tidak tahu nama wanita yang pernah dilihatnya di sebuah klub malam saat datang bersama dengan Austin. Pria yang 6 bulan lalu memutuskan hubungan dengannya dan saat bertemu di klab, ingin merayu agar bisa kembali pada pria yang masih sangat dicintainya karena merupakan pria dengan paras rupawan serta punya banyak uang.


Namun, ia ditolak mentah-mentah dengan alasan sudah tidak mencintainya karena sudah memiliki pengganti. Hingga ia merasa penasaran dengan wanita yang dimaksud oleh Austin. Jadi, ia seperti seorang penguntit yang ingin mengetahui wanita yang telah merebut hati mantan kekasihnya tersebut.


Hingga ia pun melihat saat melihat seorang wanita masuk ke dalam private room yang diketahui di dalamnya ada Austin beserta beberapa teman temannya.


Hingga ia merasa sangat marah karena dikalahkan oleh seorang wanita dengan badan kurus dan menurutnya sama sekali tidak seksi sepertinya. Hingga semalam kembali melihat wanita yang sama dan berada di dalam lift yang sama, sehingga bisa mengetahui tempat tinggalnya tak lain adalah apartemen sebelahnya.


Padahal tahu bahwa selama ini penghuninya adalah pria yang tadi mengantarkan dan ia berpikir bahwa wanita itu murahan karena tinggal di apartemen pria. Meskipun tidak tinggal bersama, tapi merasa yakin bahwa wanita itu adalah kekasih gelap pria yang tinggal di sebelahnya tersebut.


"Aku hari ini akan memberikan pelajaran pada wanita murahan itu. Dasar wanita murahan yang tidak tahu malu karena mengincar para pria kaya dengan wajah polosnya," umpat Annisa yang berjalan keluar dari apartemennya dan memencet bel.

__ADS_1


Tentu saja begitu beberapa saat kemudian pintu apartemen terbuka, seketika langsung memberikan pelajaran dengan mengeluarkan amarah yang memuncak di dalam hati saat melihat wanita yang sudah berpakaian rapi ala kantoran itu.


"Rasakan ini! Dasar wanita munafik murahan yang suka menggoda para pria dengan wajah polos! Kau akan tahu seperti apa balasan dari wanita munafik sepertimu!" Annisa bahkan mengerahkan seluruh tenaga untuk menarik rambut yang sudah digelung ke atas dengan rapi tersebut.


Satu-satunya hal yang saat ini dilakukannya hanyalah ingin membalas dendam pada wanita yang dianggap sangat tidak pantas untuk menggantikan posisinya menjadi kekasih Austin yang masih sangat dicintainya.


Sementara itu, Diandra yang kesakitan hingga merasa seperti helaian rambut bagaikan terlepas dari kepala, benar-benar merasa sangat terkejut atas perbuatan wanita yang sama sekali tidak dikenal tengah menghinanya habis-habisan.


"Siapa kau? Lepaskan aku! Aku bahkan sama sekali tidak mengenalmu!" teriak Diandra yang kali ini berusaha melawan untuk melindungi rambutnya agar tidak lolos dari kulit kepala jika terus ditarik dengan sangat kuat.


"Kau memang tidak mengenaliku, wanita murahan karena aku hanya ingin membuatmu menyesal telah merebut Austin dariku!" Annisa bahkan saat ini berusaha untuk memuaskan diri membalas dendam dengan menarik semakin kuat.


"Kau bahkan sudah merayu Austin dan saat ini menjadi simpanan pria yang tinggal di apartemen ini, kan? Dasar tidak tahu diri! Aku akan mengatakan ini pada Austin agar segera disingkirkan!" sarkas Annisa yang saat ini mendengar suara bariton dari seorang pria yang baru saja disebutkan.


"Apa-apaan ini? Hentikan!" teriak Yoshi yang baru saja keluar dari lift dan saat melihat siluet Diandra dengan seorang wanita yang menarik rambut, seketika membuatnya segera menghentikan kegilaan itu.


Ia bahkan merasa sangat heran dengan perbuatan wanita yang telah membuat Diandra kesakitan, tapi saat ini berpikir bahwa satu-satunya yang harus dilakukan hanyalah menghentikannya.

__ADS_1


Refleks ia menarik lengan wanita yang masih menatap penuh kebencian pada Diandra dan membuatnya ingin mengetahui apa penyebab perbuatan gila tersebut.


"Hentikan! Atau aku akan membawamu ke kantor polisi dengan tuduhan penyerangan!" sarkas Yoshi yang saat ini merasa sangat marah karena tidak tega melihat penampilan Diandra dengan rambut berantakan.


"Lepaskan tanganku! Sepertinya kau sama sekali tidak sadar jika wanita ini adalah seorang ular betina! Wanita ini adalah kekasih dari mantanku. Bisa-bisanya kau menjadi pria bodoh yang gampang dibodohi." Annisa bahkan menunjuk ke arah sosok wanita yang masih berdiri di hadapannya dengan memegangi rambut.


Sementara itu, Diandra merasa sangat kebingungan karena berpikir bahwa nasibnya akan berakhir jika sampai Austin mengetahui bahwa ia tinggal di sana.


'Aku harus pergi sekarang! Aku tidak ingin bajingan itu mengetahui keberadaanku dari wanita ini,' gumam Diandra yang seketika berbalik badan menuju ke dalam apartemen karena ia harus berkemas untuk meninggalkan tempat itu.


"Diandra!" teriak Yoshi yang tadinya ingin mengatakan pada wanita itu agar tidak mempedulikan perkataan buruk tersebut karena ia hanya percaya pada Diandra.


Namun, ia merasa sangat penasaran dengan siapa pria yang menjadi kekasih Diandra hingga membuat wanita itu sangat murung dan selalu menutup diri. Kini, ia beralih menatap tajam ke arah sosok wanita di hadapannya.


"Siapa? Memangnya siapa pria itu?"


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2