Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Doa Diandra


__ADS_3

"Apa Daffa belum menjawab telponnya?" Diandra di rumah sakit dan tadi menyuruh pelayan untuk membawa putranya masuk karena tidak ingin mengajaknya ke sana.


Bahkan dari tadi menyuruh bodyguard untuk mencari tahu dengan menelpon sang asisten pribadi tersebut, tapi tetap tidak mendapatkan jawaban dan akhirnya memilih untuk menanyakan secara langsung.


"Belum, Nyonya Diandra. Sepertinya ponselnya hanya memakai mode getar saja, sehingga sama sekali tidak mendengar telepon." Pria yang selalu stand by menjaga istri dari bosnya tersebut, kini melihat wanita itu berjalan cepat menuju ke IGD.


"Sudahlah, lupakan saja karena aku akan mencari tahu sendiri!" seru Diandra dengan raut wajah panik karena ia saat ini sangat khawatir jika kondisi Austin buruk.


Bahkan ia juga mengingat jika Yoshi hari ini baru sadar, tapi malah sekarang Austin kecelakaan. Hingga ia kini mengatakan sesuatu yang ada di pikirannya.


"Apa aku adalah wanita pembawa sial? Kenapa orang-orang di sekelilingku mengalami hal buruk? Apa semua itu karenaku?" Ia kini baru saja tiba di depan ruangan IGD yang kebetulan ada sosok pria yang merupakan asisten pribadi suaminya baru saja keluar dari pintu.


Ia seketika berjalan mendekati dan melihat raut wajah muram yang membuatnya mengerti apa yang ada di pikiran ia berusia lebih tua darinya.

__ADS_1


"Bagaimana keadaannya? Sebenarnya apa yang terjadi hingga membuat kecelakaan?" tanya Diandra pada saat membuka kan tutup jam dunia pada saat kencang karena dipenuhi oleh kekhawatiran luar biasa.


Daffa yang tidak mungkin mengatakan kejadian sebenarnya dan memilih untuk mengarang sebuah hubungan demi sandiwara dari sang suami benar-benar sukses.


"Maaf, Nyonya Diandra karena demi ingin segera pulang ke rumah, tuan Austin tadi berpikir untuk keluar dari kemacetan kota. Kebetulan tadi menyuruh saya menyetir karena baru pulang dari meeting." Ia ingin melihat bagaimana respon dari istri majikannya tersebut.


Apakah akan menyalahkannya atau malah merasa senang karena kemalangan yang menimpa suami.


"Jadi, kamu menerobos kemacetan dengan mengebut agar bisa segera tiba di rumah?" Diandra ingin segera menghambur masuk ke dalam IGD untuk memeriksa sendiri, tapi ia sebelumnya ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


"Apa ada istri dari pasien?"


"Saya," sahut Diandra tanpa pikir panjang dan berjalan mendekat dengan perasaan dipenuhi oleh kekhawatiran luar biasa. "Apa yang sebenarnya terjadi?"

__ADS_1


"Pasien saat ini merintih dan memanggil nama Anda. Mungkin Anda bisa menemani di dalam agar bisa segera dilakukan pengobatan." Sang perawat yang saat ini tengah berakting secara totalitas karena tadi disuruh oleh pasien gadungan agar segera menyuruh wanita itu masuk.


"Baik." Diandra hanya menjawab singkat tanpa berniat untuk membuang waktu.


Ia ingin langsung melihat bagaimana keadaan dari Austin yang membuatnya bertanya-tanya apakah kondisinya parah atau tidak.


"Ikut saya sekarang!" Perawat tersebut buru-buru berjalan masuk agar wanita yang merupakan korban kebohongan seorang suami itu segera masuk dalam jebakan.


Kemudian Diandra berjalan mengekor perawat tersebut dan begitu mendengar suara bariton dari Austin tengah menahan kesakitan, membuat bulu kuduknya meremang.


'Ya Allah, lindungi Austin dari maut karena aku tidak akan pernah bisa memaafkan diri sendiri ketika menganggap adalah pembawa sial untuknya,' gumam Diandra yang kini mengedarkan pandangan ke sekeliling.


Hingga begitu secara langsung melihat kondisi pria di atas brankar masih diobati, sehingga membekap mulut dengan kedua tangannya.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2