Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Selamanya mencintaiku


__ADS_3

Diandra dan Yoshi sudah tiba di apartemen. Mereka langsung saling membantu dan bekerja sama untuk memasak. Jika awalnya tadi Diandra memasukkan semua bahan sayur, lauk dan buah ke dalam kulkas, sedangkan Yoshi sibuk dengan menyiapkan makan malam.


Hari ini, ia akan memasak steamboat. Steamboat adalah makanan kesukaan Yoshi yang merupakan makanan berkuah dengan isian sayur-sayuran, seafood, telur, daging dan mi, dan hadir dalam beragam jenis kuah, seperti tomyam, kaldu ayam, kaldu udang, dan lain-lain.


Makanan khas dari Cina itu sering kali disamakan dengan makanan Jepang, seperti sukiyaki dan shabu-shabu. Yoshi biasanya sering dinikmati oleh Yoshi di rumah karena sang ibu suka sekali memasak steamboat.


Jadi, ia ingin Diandra mengetahui beberapa hal yang berhubungan dengan dirinya dan juga keluarganya agar wanita yang akan dinikahinya itu sedikit-sedikit mengerti akan semuanya.


Saat ia menyalakan kompor, sudah melihat Diandra datang menghampiri dan mendengar perkataan dari wanita yang sudah berdiri di sebelahnya.


"Kamu butuh bantuan?" tanya Diandra yang baru selesai mencuci tangan dan berniat untuk membantu agar bisa segera selesai pekerjaan.


Refleks Yoshi langsung menolak dengan menggelengkan kepala. "Sudah kubilang kamu duduk saja dan lihat calon suamimu ini memasak untuk calon istri tercinta."


Kemudian Yoshi sudah memasukkan bumbu-bumbu instan yang tadi dibeli di Mall. Mudah dan praktis adalah andalannya saat ini dan membuatnya merasa tidak perlu dibantu oleh Diandra.

__ADS_1


Akhirnya Diandra hanya menggelengkan kepala karena tidak ingin berpangku tangan dan hanya jadi penonton saja. "Aku tidak mau makan jika tidak membantu."


Diandra berniat untuk membantu dengan memotong sayuran, tapi ketika hendak mengambil pisau, ia menjerit kecil begitu tubuhnya terangkat ke atas karena digendong oleh pria yang membuatnya membulatkan mata.


"Yoshi, turunkan aku! Apa yang kamu lakukan?" teriak Diandra yang kini sangat terkejut ketika Yoshi menggendongnya ala bridal style.


"Dasar bandel! Menurut apa susahnya sih?" seru Yoshi yang kini menurunkan tubuh sosok wanita yang digendongnya ke atas meja dapur. "Sudah di sini saja lihat priamu yang tampan ini memasak, oke!" ujar Yoshi yang kini menatap tajam sosok wanita di hadapannya.


Tentu saja untuk memberikan sebuah ancaman agar Diandra tidak membantah perintah darinya.


"Baiklah. Aku akan patuh padamu," ucap Diandra yang saat ini tengah menatap ke arah panci yang sudah mendidih berisi kuah kaldu dan seafood. "Itu sudah mendidih."


"Makanya diam di sini, oke!" Yoshi yang kini menoleh ke arah kompor, langsung memasukkan sayuran setelah memotong dengan cekatan.


Sementara Diandra hanya tersenyum simpul saat kembali mendapatkan sebuah ancaman. Ia kini fokus menatap ke arah sosok pria yang berdiri di depan kompor.

__ADS_1


Ia tidak berkedip menatap ke arah sosok pria yang tengah melanjutkan aksi memasaknya. 'Aku akan menjadi wanita paling beruntung di dunia ini saat memiliki seorang suami seperti Yoshi. Hidupku akan selamanya bahagia jika bersamanya.'


Karena merasa sangat bahagia, Diandra kini langsung turun dari meja dapur dan tanpa memperdulikan apapun, kini berjalan menghampiri sosok pria yang terlihat fokus memasak.


Bahkan ia tidak perduli pada sosok pria yang saat ini tengah menoleh ke arahnya dan kembali mengomel.


"Bukannya sudah kubilang diam di sana, Sayang?" sahut Yoshi yang saat ini tengah menoleh ke arahnya saat berjalan mendekat.


Namun, ia seketika mengerjapkan kedua mata begitu Diandra tiba-tiba melakukan sesuatu hal yang membuatnya sangat terkejut.


"Aku tidak akan mengganggumu, jadi tenang saja." Diandra langsung melingkarkan kedua tangannya untuk memeluk tubuh kekar pria dengan bahu lebar itu dari belakang.


Bahkan ia sudah mengeratkan tubuh dan pelukannya. "Aku sangat bahagia karena memilikimu dan berniat untuk serius menikahiku. Aku harap kamu selamanya seperti ini padaku dan terus mencintaiku."


To be continued...

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2