Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Berbunga-bunga


__ADS_3

Yoshi yang kini merasa sangat senang atas persetujuan Diandra, seperti mendapatkan rezeki nomplok hari ini dan membuatnya tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya hari ini.


Bahkan saat ini berjalan bersebelahan dengan Diandra, tatapannya berhenti pada tangan wanita dengan jemari lentik itu dan mengungkapkan apa yang ada di hadapannya.


"Rasanya aku ingin menggandeng tanganmu sekarang agar para staf perempuan tahu jika sudah punya calon istri. Jadi, mereka tidak akan berani tebar pesona padaku lagi dan pastinya akan menghormatimu, Diandra."


Sementara itu, Diandra hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Yoshi yang menurutnya berubah menjadi anak kecil. "Bukan menghormatiku karena pastinya aku akan dimusuhi mereka."


"Apalagi semuanya pun belum pasti dan bisa-bisa aku dianggap wanita pemimpi nanti jika tidak mendapatkan restu orang tuamu. Jadi, tolong jangan berlebihan seolah kita adalah calon mempelai saat status belum jelas!"


Bahkan Diandra tidak ingin mendapatkan permusuhan dari semua wanita yang menyukai Yoshi saat ia bahkan belum tahu apakah orang tua Yoshi menerimanya dengan tangan terbuka atau langsung menghinanya wanita miskin?

__ADS_1


Hal yang selalu dikhawatirkan oleh para wanita dari keluarga menengah ke bawah adalah itu dan ia tidak ingin menjadi seperti tokoh-tokoh di film-film yang berakhir sakit hati karena sebuah penolakan.


'Aku memang tidak bisa memilih dilahirkan dari keluarga kaya, tapi akan kupastikan jika aku tidak akan pernah menyerah dalam berjuang menjadi wanita mandiri yang punya wawasan dan keahlian di bidang tertentu.'


Saat ia berjalan sambil berbicara, mungkin akan diejek tidak sopan. Tapi semua itu tidak berlaku hari ini dalam kehidupannya karena berpikir jika saat ini sudah berjalan bersama dengan pemimpin perusahaan.


Bangga adalah definisi kebahagiaan beberapa orang yang kebanyakan membuat lupa diri. Bahkan ia pun merasa jika yang terjadi di hari ini adalah membuatnya berpikir seperti orang yang paling beruntung dari semua wanita di perusahaan.


'Apa untungnya mereka menatapku seperti itu? Seperti tidak punya kerjaan lain saja,' gumam Diandra yang kini mendengar suara bariton dari Yoshi saat menarik perhatian para staf perusahaan.


"Apa yang kamu lakukan tadi? Kenapa tidak langsung masuk saja ke dalam lift khusus petinggi perusahaan daripada bengong menjadi pusat perhatian orang lain." Yoshi tidak ingin Diandra merasa hanyalah staf biasa saat ia adalah calon istrinya.

__ADS_1


Jadi, sengaja menarik pergelangan tangan Diandra agar beberapa staf bisa melihatnya bahwa wanita itu sangat berarti untuknya dan tidak boleh ada yang berani mengincar maupun menyakiti walaupun itu hanya sedikit saja.


"Ada aku yang akan selalu melindungimu dari orang-orang jahat. Jadi, tidak perlu takut setelah mereka mengetahui semuanya saat menggandengmu tadi." Menatap ke arah sosok wanita yang dari tadi hanya diam saja.


Seolah menjadi orang paling beruntung dibandingkan wanita lain di perusahaan, Diandra bahkan kini mengarahkan tatapan pada kuasa Yoshi yang seolah tidak ingin melepaskan tangannya.


"Kamu benar-benar seperti anak kecil yang baru mendapatkan mainan saja. Bandel sekali dan sama sekali tidak mau mendengar perkataanku. Baiklah, terserah kamu saja sekarang. Lagipula sudah terlanjur!"


Merasa percuma kesal pada Yoshi, sehingga saat ini ia memilih pasrah dan membiarkan Yoshi berbuat sesuka hati.


Bahkan ia pun sebenarnya berbunga-bunga karena pria yang seperti ingin menunjukkan bahwa ia sangat berharga meskipun sudah tidak lagi mempunyai harga diri yang bisa dibanggakan sebagai seorang wanita.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2