Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Mendapatkan yang terbaik


__ADS_3

Diandra sebenarnya ingin sekali membantah perkataan dari sang ibu, tapi berpikir masih menghormati mertuanya. Ia sebenarnya juga menghormati orang tua, tapi rasa kecewa yang terlalu dalam membuatnya mengungkapkan nada protes dengan sedikit menaikkan nada suara.


"Ibu sama sekali tidak berada di posisiku, jadi mana mengerti apa yang kurasakan. Aku yang menjalani semuanya, bukan kalian." Bahkan suara Diandra sangatlah serak karena mewakili jika perasaan kecewa serta sakit hati kini bercampur aduk menjadi satu.


'Aku bahkan seumur hidup tidak pernah bisa melupakan bagaimana ekspresi wajah pria yang telah membeli harga diriku dengan memakai kesombongannya,' lirih Diandra saat ini menatap tajam pada sosok pria yang bahkan dari tadi belum membuka suara sepatah kata pun begitu mengetahui ia sudah pulih dari amnesia.


Sementara itu, Austin sebenarnya merasa sangat senang mendapatkan pembelaan dari mertuanya yang bisa memahami ketulusannya selama ini pada Diandra.


Namun, ia merasa tidak tega ketika melihat istri yang selalu di pojokkan dan disalahkan oleh orang tua, sehingga saat ini tidak ingin berlarut-larut.


"Aku ingin berbicara empat mata dengan istriku. Aku harap kalian semua keluar sebentar dan memberikan kami waktu untuk menyelesaikan masalah ini." Meskipun terdengar sangat percaya diri, padahal kenyataan sebenarnya adalah sebaliknya karena saat ini degup jantungnya berdetak melebihi batas normal.

__ADS_1


Ia benar-benar merasa sangat bingung, bagaimana menghadapi sang istri yang sudah kembali mengingat semua hal di masa lalu. Termasuk perbuatannya yang menjadi penyebab wanita itu sangat membencinya.


'Seandainya aku tidak terlanjur berakting mengalami kecelakaan seperti ini, mungkin sudah bergerak untuk berlutut di hadapannya agar memaafkanku,' gumam Austin yang saat ini bisa melihat tatapan dari orang tua serta mertuanya seperti meragukan keinginannya karena mengkhawatirkannya tidak bisa menghadapi sosok Diandra yang sangat keras hati.


"Kamu yakin, Sayang? Bukankah kamu juga belum pulih saat ini? Bagaimana jika terjadi sesuatu yang buruk?" tanya Lina Rosmala yang serasa enggan beranjak melangkah keluar dari ruangan karena mengkhawatirkan keadaan putranya.


Ia memang mengetahui jika saat ini putranya sangat sehat karena hanya sedang berakting, tapi luka di dalam hati akan jauh lebih menyakitkan jika sampai mendapatkannya dari wanita yang paling dicintai serta dianggap menjadi pusat seluruh dunianya.


"Tidak apa-apa, Ma. Jadi, tenang saja dan jangan khawatir. Lebih baik urusan rumah tangga diselesaikan berdua terlebih dahulu dan jika tidak menemukan jalan penyelesaian, baru melibatkan pihak keluarga seperti orang tua dan mertua." Berusaha menjadi seorang pria yang bijak ketika hatinya tidak menentu benar-benar sesuatu hal yang baru pertama kali dilakukan.


Austin bahkan seperti merasa tidak percaya pada diri sendiri bisa mengatakan hal itu.

__ADS_1


'Aku pasti bisa menaklukkan kerasnya hati istriku. Sialnya, aku tidak mengetahui kelemahannya karena selama ini Diandra yang amnesia berubah menjadi orang lain yang berbeda,' lirih Austin yang kini makin tidak karuan setelah akhirnya orang tua serta mertuanya menuruti permintaannya yang bukan merupakan dari hati.


"Baiklah. Semua yang kamu katakan memang benar dan semoga kalian menemukan jalan keluar ke arah positif,' ucap Malik Matteo yang mengusap pundak putranya dan memberikan kode pada besannya agar tidak mengkhawatirkan Austin.


Meskipun di dalam hati mengatakan jika saat ini posisi putranya seperti tengah berada di medan pertempuran dan harus memenangkan agar bisa hidup tenang karena jika sampai mereka bercerai, yakin bahwa Austin akan benar-benar kehilangan semangat hidup.


Apalagi sekarang sudah ada janin kembar di dalam rahim menantunya dan jika sampai memilih untuk pergi seperti dulu, tidak tahu akhir dari semuanya.


'Semoga mendapatkan yang terbaik dan kehidupan rumah tangga mereka tetap utuh,' gumam Malik Matteo yang saat ini berjalan menuju ke arah pintu keluar bersama dengan yang lain.


To be continued....

__ADS_1


__ADS_2