Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Takut


__ADS_3

Diandra yang awalnya mencoba untuk mengingatkan pria yang telah menindih tubuhnya agar tidak berbuat macam-macam karena masih ada banyak sanak saudara yang berada di lantai satu.


Bahkan beberapa kali mengarahkan pukulan ringan pada punggung kokoh telanjang pria yang semakin menguasai bibirnya. Namun, meskipun ia sama sekali tidak membalas, seolah pria itu sangat lihai ketika menaklukkan seorang wanita.


Hingga tubuhnya memanas begitu merasakan ciuman semakin menuntut dari pria yang telah resmi menjadi suaminya tersebut.


Hingga ia akhirnya terbawa suasana dan akhirnya membalas ciuman liar sang suami. Bahkan merasakan jika saat ini pria di atas tubuhnya sudah bergerilya untuk menelusuri setiap inchi tubuhnya.


Hingga menyadari jika tangan dengan buku-buku kuat tersebut mulai meloloskan kancing kebaya yang dipakainya. Hingga menampilkan bagian atas tubuhnya yang terekspos sangat jelas.


Saat berpikir jika telah lolos dari kuasa sang suami yang telah melepaskan pagutan, tetapi yang terjadi adalah urat syarafnya menegang begitu merasakan kenyerian sekaligus kenikmatan bercampur menjadi satu ketika Zayn menyerang bagian atas tubuhnya.


Bahkan suara desahannya malah membuat Austin semakin bersemangat untuk semakin mengukir jejak kepemilikan untuk menunjukkan jika bahwa hanya ia yang memiliki wanita itu.


"Mulai detik ini, kamu hanya milikku seutuhnya, Istriku," ucap Austin yang kini menatap intens wajah cantik wanita di bawahnya.


Bahkan tubuh mereka kini tidak ada jarak yang menghalangi dan tanpa menunggu tanggapan dari sang istri karena khawatir berubah pikiran, sehingga bergerak cepat untuk membuat wanita dengan kulit seputih susu tersebut polos.


Austin saat ini ingin memberikan sentuhan lembut penuh kenikmatan pada wanita yang awalnya menolak ketika ia menuntut haknya.

__ADS_1


"Sayang, jangan sekarang. Nanti malam saja," lirih Diandra yang tidak ingin suaranya terdengar dari luar dan akan membuatnya merasa sangat malu berhadapan dengan semua orang nanti.


Ia masih berusaha menyadarkan diri karena berpikir jika sang suami terlalu terburu nafsu, sehingga tidak memikirkan apapun lagi. Namun, keinginannya sama sekali tidak dipenuhi oleh pria yang kini mengincar sesuatu.


Hingga beberapa saat kemudian merintih begitu merasakan sesuatu di bawah sana.


"Sayang ...."


Diandra tidak bisa lagi membuka suara karena saat ini tengah memejamkan kedua mata dengan tangan mencengkram erat sprai berwarna putih tersebut.


Ia merasakan kenikmatan luar biasa begitu pria di bawah sana sibuk bermain-main tanpa memperdulikan penolakan.


"Aaaahh ...."


"Maafkan aku, Sayang karena tidak bisa berhenti," ujar Austin dengan tersenyum smirk ketika mengangkat pandangan pada wajah cantik wanita yang sama sekali tidak bisa melarikan diri dari perbuatannya tersebut.


"Ini bahkan belum dimulai karena hanyalah sebuah pemanasan, Sayang."


"Sudah cukup, jangan lakukan hal gila lagi. Bagaimana jika orang tuaku dan orang tuamu naik ke atas dan mengetuk pintu saat kamu melakukannya?" Meskipun Dewia ingin kembali merasakan kenikmatan yang dikirimkan oleh pria di bawahnya, tetapi masih berusaha untuk mengendalikan diri.

__ADS_1


Meskipun sebenarnya saat ini bagian inti miliknya dari tadi tidak berhenti berkedut. Seolah menuntut dan belum puas atas perbuatan pria yang mengirimkan gelombang kenikmatan.


Sementara itu, Austin kini hanya menampilkan wajah datar. "Saat kita tidak menjawab, mereka sudah tahu apa yang dilakukan pasangan suami istri di dalam kamar."


"Lalu mereka akan menyadari bahwa kedatangan hanya menjadi pengganggu, sehingga pergi dan membiarkan kita melakukan malam pertama."


"Bagaimana ini bisa disebut malam pertama jika kamu melakukan pada siang hari," seru Diandra yang mengarahkan tangan untuk memegang salah satu pundak pria yang masih belum pergi darinya.


"Benar juga. Berarti ini bukan malam pertama kita." Austin yang sebenarnya merasa sangat konyol berbicara, karena hari ini bukan pertama kali bercinta dengan Diandra, tapi wanita di atasnya tersebut sama sekali tidak tahu.


Jadi, harus berakting seperti pertama kali melakukan itu pada sosok wanita yang dari tadi selalu beralasan tersebut.


'Ini memang bukan malam pertama kita, Sayang karena aku dulu melakukan kesalahan hingga kamu berakhir hamil. Hari ini, aku berjanji. Bahwa mulai sekarang akan selalu menjagamu dan melakukan hal terbaik.'


'Meski aku tidak boleh menghamilimu karena kamu ingin berjalan lagi, sehingga harus berjuang keras untuk melakukan terapi agar bisa berjalan lagi,' gumam Austin yang saat ini kembali membungkam sang istri agar tidak menolak dan menerima setiap sentuhannya.


Usahanya seketika berhasil begitu kembali menguasai bagian paling sensitif sang istri yang kembali mendesah mengungkapkan kenikmatan yang dikirimkan olehnya.


Austin benar-benar ingin menyiksa sang istri dengan foreplay karena jujur saja untuk melakukan momen inti penyatuan diri, merasa khawatir sekaligus takut.

__ADS_1


Takut jika tiba-tiba wanita itu menolak karena mengingat masa lalu kelam di antara mereka. Bahkan hal yang terpikirkan adalah ketika wanita yang sangat dipujanya tersebut marah padanya.


To be continued...


__ADS_2