
Refleks Yoshi menolehkan kepala ke arah pintu dan melihat waiters datang sambil membawa buku menu. Ia merasa sangat lega karena bukan pria yang ditakutkan oleh Diandra yang datang dan masuk ke dalam private room.
Ia pun beralih menatap ke arah Diandra yang tengah sibuk menyembunyikan diri di balik badannya. "Waiters yang datang," ucap Yoshi yang saat ini tengah menunduk menatap ke arah wanita dengan wajah penuh kekhawatiran itu.
Kemudian ia bisa melihat raut wajah Diandra penuh kelegaan seketika begitu mendengar suara bariton dari pelayan dan menjauh darinya.
"Apa Anda sudah akan memesan makanan, Tuan? Tadi saya bertanya pada nona ini dan menjawab menunggu Anda dan klien. Apakah memesan sekarang atau menunggu klien datang?" tanya pria berseragam hitam yang saat ini menunggu jawaban dari pelanggan VIP.
Yoshi tidak bisa langsung memutuskan karena saat ini menatap ke arah Diandra dan meminta wanita itu yang memutuskan. "Apa kamu ingin makan dulu atau langsung pergi karena klien tidak datang?"
Meskipun sebenarnya ia sudah mengetahui jawaban dari Diandra tanpa bertanya, tapi tidak membuatnya memutuskan terlebih dahulu.
"Makan dulu karena aku lapar," sahut Diandra yang langsung berbicara tanpa pikir panjang karena memang ia tidak mungkin keluar dari ruangan itu sekarang saat ada pria yang sama sekali tidak ingin ditemui.
Bahkan kini ia tengah memikirkan berbagai macam kemungkinan buruk jika sampai bertemu dengan pria yang dianggap akan mempermalukannya.
'Aku tidak boleh bertemu dengan si berengsek itu karena ia pasti akan memaksaku dengan cara mengancam. Bagaimana jika ia mengatakan pada semua orang bahwa aku menjual diri padanya?'
'Aku tidak akan pernah bisa melanjutkan hidup karena akan menanggung malu seumur hidup jika sampai bajingan itu akan membuka aibku.'
Diandra yang masih gelisah dengan perasaan berkecamuk, saat ini berpikir jika ia tidak akan bisa hidup tenang semenjak menjual diri pada Austin yang dianggap sangat terobsesi padanya.
Bahkan masih sangat ingat dengan perkataan Austin yang mengungkapkan bahwa ia adalah milik pria itu. Kini, ia menyesal kenapa tidak langsung meninggalkan Jakarta dan kembali ke kampung halaman karena sudah mempunyai banyak uang hasil dari menjual diri.
'Apa aku kembali saja ke kampung dan melupakan semuanya? Tapi bagaimana dengan utangku pada Yoshi!' Lamunan Diandra seketika buyar begitu mendengar suara bariton dari Yoshi yang berbicara dengan waiters padanya.
"Kamu mau mau makan apa, Diandra? Aku sudah memesan makanan favoritku dan sekarang tinggal kamu." Yoshi menyerahkan buku menu yang tadi dilihatnya.
Ia kembali mendaratkan tubuh di sebelah Diandra untuk melindungi wanita itu agar lebih tenang dan tidak khawatir jika sampai bertemu dengan pria bernama Austin Matteo.
"Maafkan aku karena asyik melamun." Diandra kini membuka buku menu yang berada di tangannya dan mengerjapkan mata begitu melihat harga-harga dari makanan yang menurunnya teramat mahal.
Apalagi tidak paham dengan menu makanan yang sangat asing dan bahasa asing, kini Diandra beralih menata ke arah Yoshi. "Aku pesan makanan yang sama saja sepertimu. Aku benar-benar bingung memilihnya."
Sebenarnya ingin sekali ia mengatakan mengenai harga dari makanan yang sangat mahal harganya tersebut, tapi tidak ingin mempermalukan sosok pria yang ada di sebelahnya tersebut. Padahal selama ini selalu bersikap apa adanya dan tidak pernah jaim pada siapapun.
Namun, kali ini tidak bisa melakukannya karena khawatir hanya akan merendahkan harga diri seseorang bos. Hingga ia merasa sangat lega karena Yoshi menuruti permintaannya tanpa berkomentar apapun.
__ADS_1
Yoshi yang baru saja menganggukkan kepala, kini menoleh ke arah pelayan pria tersebut. "Dua chicken cordon bleu dan Ratatouille. Minumnya lemon tea saja."
"Baik, Tuan." Pelayan yang baru menuliskan pesanan, kini membungkuk hormat dan berbalik badan setelah melihat anggukan dari pria tersebut sambil berjalan keluar.
Karena ingin tahu sebenarnya apa yang terjadi pada Diandra dengan pria bernama Austin Matteo yang membuatnya terlihat sangat takut, kini Yoshi sudah mengalihkan perhatian dari pintu ke arah sosok wanita di sebelah kiri.
"Lebih baik kamu katakan apa yang terjadi di antara kalian! Kenapa kamu sangat takut ketika ada pria itu?" Yoshi merasa seperti menyebutkan nama hantu yang membuat Diandra ketakutan.
Jadi, ia tidak ingin menyebutkan nama yang paling ditakuti wanita dengan wajah datar tersebut. Namun, lagi-lagi a harus bersabar karena Diandra mengalihkan pembicaraan dan membuatnya mengembuskan napas kasar.
"Makanan apa yang kamu pesan tadi? Kenapa terdengar sangat aneh?" Diandra tidak mau menjelaskan apapun mengenai hal yang bahkan ingin sekali dilupakan.
Karena tidak ingin memaksa dan juga membuat Diandra merasa ilfil padanya karena mencampuri urusan pribadi, akhirnya Yoshi memilih menyerah dan membiarkan wanita itu nyaman dengan apa yang dirasakan.
Kini, ia menjelaskan tentang menu makanan yang akan menjadi penghalang bertemu dengan pria di luar sana.
"Chicken cordon bleu terbuat dari daging tak bertulang yang membalut keju berlapis tepung, lalu dimasak dengan cara digoreng. Karena itu, chicken cordon bleu bercita rasa gurih dan lezat."
"Sedangkan Ratatouille dalam western food adalah sajian asli dari negara Prancis dan menjadi makanan western yang cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia. Terbuat dari berbagai macam sayuran, seperti tomat, zucchini, bawang putih, bawang merah, paprika, kentang dan beberapa bahan lainnya."
Namun, ia malah mendapatkan kalimat bernada ejekan dari Diandra dan merasakan pepatah senjata makan tuan.
"Sepertinya kamu sangat hafal dengan kebiasaan para wanita," ucap Diandra yang saat ini terkekeh geli ketika melihat ekspresi wajah kesal dari Yoshi.
"Aku bahkan hafal pada kebiasaan para wanita, tapi karena setiap kali pergi makan bersama dengan Naura, selalu melihatnya lebih suka makan sayur-sayuran dengan alasan menjaga bentuk tubuh agar terlihat seksi dan tidak membuat berat badan naik."
Tentu saja Yoshi tidak ini dianggap sebagai seorang pria yang suka pergi makan bersama dengan para wanita karena itu akan menurunkan nilai di mata Diandra.
"Asal kamu tahu, aku bukan tipe pria yang suka tebar pesona pada para wanita dengan mengajak makan karena aku bukan seorang playboy."
Kalimat terakhir dari Yoshi seketika membuat Diandra menelan ludah dengan kasar karena playboy adalah julukan dari pria yang telah merenggut kesuciannya. Hingga ia berbicara tanpa pikir panjang.
"Kamu memang bukan playboy sepertinya," sahut Diandra yang seketika mengerjapkan mata begitu menyadari kesalahan. "Kenapa aku tiba-tiba melantur?"
Diandra mencoba untuk mengalihkan pembicaraan agar tidak sampai menyangkut pautkan nama Austin Matteo. "Kamu adalah pria paling baik yang pernah ku temui. Jadi, tidak perlu menjelaskan apapun padaku karena aku sudah mengetahuinya."
"Aku tadi tidak bermaksud untuk mengejekmu sebagai seorang pria yang suka mempermainkan perasaan wanita. Maaf."
__ADS_1
Diandra bahkan saat ini melirik mesin waktu yang melingkar di pergelangan tangan kirinya dan berharap jika nanti keluar dari restoran, Austin Matteo sudah tidak ada lagi karena telah pergi.
'Aku tidak ingin bertemu dengan si berengsek itu. Semoga hari ini tidak membuat hidupku hancur karena bertemu dengan Austin Matteo,' gumam Diandra yang tengah dikuasai oleh kekhawatiran.
Hingga ia pun mulai mendengar Yoshi yang menceritakan mengenai sesuatu hal yang membuatnya tidak berkomentar apapun.
"Aku tadi tidak pernah menyangka akan bertemu dengan pria yang membuatmu mendapatkan kekasaran dari mantan kekasih Austin. Ternyata ia adalah teman lama sahabatku dan telah meminta bantuan di Jakarta."
Yoshi saat ini berpikir bahwa ia tidak perlu menceritakan tentang hal yang berhubungan dengan kartu nama. Karena ia tahu jika mengatakan itu akan membuat Diandra tidak mau bekerja padanya.
"Oh ya, karena klien penting hari ini tidak datang, aku bisa menyuruh asistenku untuk membereskan masalah di kantor. Jadi, aku bisa membantumu untuk mencari tempat tinggal yang paling nyaman menurut versimu."
Saat ini, Diandra merasa terbebani dengan kebaikan seorang Yoshi. Bahkan ia tidak perlu meminta tolong pada pria itu karena sudah menawarkan diri. Ia seketika tersenyum simpul dan menganggukkan kepala sebagai tanda persetujuan.
"Terima kasih. Aku tidak akan pernah bisa membalas kebaikanmu sampai kapan pun. Aku hanya bisa melakukan yang terbaik saat bekerja menjadi sekretaris pribadimu dan berusaha untuk tidak mengecewakanmu."
Yoshi benar-benar sangat bosan mendengar ucapan terima kasih yang selama ini diungkapkan oleh Diandra. Namun, ia benar-benar tidak bisa menahan diri untuk membuat wanita itu menyadari ketulusannya.
"Aku tulus saat membantumu, Diandra. Jadi, jangan merasa terbebani dengan kebaikanku. Apalagi setiap hari selalu mengucapkan terima kasih dan terima kasih yang membuat telingaku sakit," ucap Yoshi sambil berakting memegang telinga.
"Maafkan aku." Diandra yang tidak tahu harus mengucapkan apa lagi sebagai bentuk terima kasihnya.
Hingga ia yang sebenarnya membutuhkan seorang teman untuk berbagi keluh kesah, kini dengan ragu-ragu mengungkapkan sesuatu hal yang sebenarnya ingin ditutupi.
Namun, ia sadar bahwa saat ini membutuhkan perlindungan dari seseorang jika sampai sewaktu-waktu bertemu dengan Austin. Jadi, tidak ada pilihan selain menceritakan sesuatu yang menjadi penyebab ia bisa mengenal pria hebat seperti Austin Matteo.
"Sebenarnya pria itu adalah bos di perusahaan yang menjadi tempatku bekerja, tapi aku pergi karena tidak tahan dengan sikapnya yang suka seenaknya menindasku."
Meskipun dianggap tidak menjelaskan mengenai poin penting yang terjadi karena merupakan aib yang harus ditutupi hingga ia menghembuskan napas terakhir.
"Aku tidak ingin melihat pria yang selalu membuatku trauma karena sikapnya sangat kasar padaku. Aku harap kamu bisa membuatku tidak bertemu dengan pria itu lagi."
Kini, Yoshi mulai mengerti arah pembicaraan dari Diandra yang terlihat penuh dengan keraguan ketika bercerita padanya. "Apa Austin Matteo melakukan pelecehan padamu?"
"Jika benar, aku akan menuntutnya di pengadilan dan selalu membantumu sampai pria itu mempertanggungjawabkan perbuatannya!" sarkas Yoshi yang berniat untuk menuntut perbuatan Austin Matteo jika benar-benar melakukan pelecehan pada Diandra.
To be continued...
__ADS_1