
Beberapa saat lalu, Austin terlihat meringis menahan sakit di kepalanya, sebenarnya hendak mengejar sosok wanita yang berhubungan dengan masa lalunya.
Ia merasa yakin bahwa hatinya tidak pernah salah saat merasakan ada sesuatu yang seolah menuntunnya untuk mengejar wanita yang menurutnya memilki paras sangat cantik itu.
Tadi ia diminta menemani sepupunya. Semua itu berawal dari suami sepupunya yang telah meninggal dunia dan akhirnya menjadi janda anak satu.
Sementara anak dari sepupunya baru berusia 4 tahun dan masih butuh kasih sayang dari sosok ayah. Sementara sepupunya tidak mau menikah lagi dan karena sangat mencintai mantan suami. Bahkan sudah dua tahun menjanda, belum ada niat untuk mencari pengganti suami yang telah meninggal.
Austin merasa tidak tega pada keponakannya dan akhirnya memilih untuk menjadi sosok ayah. Menggantikan peran dari suami sepupunya yang telah meninggal.
Jadi, tadi sengaja masuk siang ke kantor karena ingin menemani keponakannya yang meminta merayakan hari ulang tahun di KFC.
Namun, begitu tadi pertama kali melihat Diandra, seolah ada magnet yang menariknya untuk tidak memalingkan wajah dari wanita yang datang bersama putranya tersebut.
Apalagi ia makin curiga begitu melihat Diandra buru-buru pergi begitu melihatnya. Ia melihat Diandra baru saja pergi dari restoran dan di saat bersamaan, ponselnya berdering dan melihat bahwa yang menghubungi adalah sepupunya.
__ADS_1
"Pasti dia sangat marah karena aku tak kunjung kembali. Padahal tadi hanya ingin memberikan paket makanan untuk Diandra dan bertanya sebentar, tapi ternyata wanita itu malah menghindar dariku," ucap Austin yang saat ini tengah menatap ke arah ponsel di tangan.
Karena tidak ingin makin membuat sepupunya kesal, Austin kini langsung mengangkat panggilan dari sepupunya tersebut dan mendengar suara wanita di seberang telpon.
"Iya."
"Kamu di mana? Aleya menunggumu datang karena tidak mau meniup lilin kalau kamu tidak ada. Ia ingin memberikan potongan kue pertama untukmu yang dianggap sebagai ayahnya."
"Suruh Aleya menunggu. Aku akan ke sana sekarang." Austin tidak ingin menjelaskan panjang lebar karena ia langsung mematikan sambungan telpon dan buru-buru berjalan menuju ke parkiran.
Saat masuk ke dalam mobil, ia mengingat Diandra pergi bersama dengan Yoshi. "Apakah mereka masih saling mencintai? Aaah ... ada banyak hal yang ingin kutanyakan pada mereka, tapi mana bisa melakukannya jika sudah pergi?"
Sementara itu di tempat berbeda, Diandra fokus mengemudi dan menoleh sekilas ke arah putranya yang masih asyik bermain mobil-mobilan di tangan.
'Maafkan mama, sayang karena menyembunyikan kenyataan tentang papa kandungmu. Semoga selamanya si berengsek itu hilang ingatan dan tidak mengetahui bahwa Aksa adalah hasil perbuatannya yang dulu membeli harga diriku,' gumam Diandra yang merasa sangat bersalah melihat wajah polos putranya.
__ADS_1
Sementara itu, Yoshi yang dari tadi ada banyak hal yang ingin ditanyakan pada Diandra, sudah tidak bisa menahan diri. "Diandra, apa kamu sudah menikah?"
"Sebelum aku menjawab pertanyaanmu, aku ingin bertanya sesuatu. Apakah awak media dulu meliput perceraianmu? Maksudku, apakah mereka mengetahui bahwa penyebab kalian bercerai adalah karena kamu mandul?" Diandra tiba-tiba mempunyai sebuah rencana di otaknya saat ini.
"Tidak, Diandra karena aku mendapatkan belas kasihan dari mantan istriku yang tidak ingin mempermalukan aku di depan semua orang. Alasan kami bercerai adalah karena tidak ada kecocokan di antara kami."
Yoshi sebenarnya merasa heran kenapa Diandra bertanya hal itu, tapi ia tidak ingin membuat wanita di balik kemudi itu ilfil padanya. Jadi, hanya menjawab apa adanya tanpa balik bertanya.
Refleks Diandra mengembuskan napas lega dan menatap sekilas ke arah spion mobilnya. "Aku ingin kamu membantuku."
Tanpa berpikir panjang, refleks Yoshi langsung menganggukkan kepala. "Bantuan apa, Diandra? Jika bisa, aku akan langsung melakukannya."
"Aku tidak ingin Austin tahu jika Aksa adalah putranya. Apalagi statusku belum menikah sampai saat ini. Ya, aku adalah single parent untuk putraku." Diandra menghentikan sejenak perkataannya karena akan mengungkapkan sesuatu hal yang sangat besar pada Yoshi untuk membuat sebuah konspirasi.
Yoshi sebenarnya merasa sangat senang mendengar itu dari Diandra, tapi karena belum paham apa yang diinginkan wanita itu, ia meminta penjelasan. Namun, seketika membulatkan mata begitu mendengar Diandra berbicara.
__ADS_1
"Aku ingin kamu mengakui Aksa adalah putramu di depan Austin Matteo. Ini untuk berjaga-jaga agar bajingan itu tidak merebut putraku karena dia adalah ayah biologis Aksa," sahut Diandra yang kini menepikan mobil di depan sebuah toko mainan.
To be continued...