Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Sebuah bukti


__ADS_3

"Berhenti!"


"Jangan membuat keributan di sini!"


Terlihat dua orang berjalan menghampiri para pria yang membuat keributan dan menjadi tontonan para pengunjung wisata.


Mereka yang tadi berkeliling, bertemu dengan seorang wanita yang terlihat sangat ketakutan dan langsung mengatakan pada dua pria yang hendak berkelahi di depan salah satu wahana.


Kemudian keduanya langsung mencari ke arah yang ditunjukkan oleh wanita itu karena tidak ingin mendapatkan masalah saat ada orang yang membuat keributan di tempat wisata.


Austin yang masih mengangkat tangannya hendak memukul, seketika menurunkannya dengan kasar begitu melihat dua aparat keamanan kini berjalan mendekat.


Bahkan salah satu pria itu menahan tangannya dan melihat Yoshi juga mengalami hal yang sama.


"Lepaskan!" teriak Austin yang merasa sangat kesal karena dianggap seperti seorang penjahat.


"Saya tidak akan kabur dari sini, jadi tolong lepaskan tangan saya!" ucap Yoshi yang tidak ingin tangannya ditahan oleh pria dengan tubuh gempal tersebut.


Akhirnya 2 aparat keamanan tersebut melepaskan kuasa karena sudah tidak melihat para pria itu berkelahi.


"Kalian harus ikut kami ke kantor untuk memberikan penjelasan dan jangan buat keributan di tempat wisata dengan mengganggu kenyamanan para pengunjung yang datang untuk bersenang-senang di sini!"


Kemudian satu pria yang lain sudah memberikan kode agar dua pria itu segera berjalan mengikuti salah satu rekannya yang sudah memberikan petunjuk jalan dan ia sendiri berjaga di belakang agar tidak kabur.


Austin dan Yoshi saat ini bersitatap dengan tatapan tajam karena merasa bahwa urusan mereka belum selesai dan akan melanjutkannya saat keluar dari tempat itu.

__ADS_1


Namun, tentu saja keduanya tidak mengatakan keinginan mereka karena hanya mengungkapkan di dalam hati dan memberikan sebuah kode seolah penuh perlawanan.


Austin yang berjalan mengikuti pria dengan bahu lebar tersebut, bahkan sudah mengedarkan pandangan ke sekeliling untuk mencari keberadaan Diandra karena ia kehilangan jejak dan pastinya akan sangat sulit menemukan di tempat yang sangat luas itu.


'Apa yang harus kulakukan sekarang? Aku tidak mungkin menyisir area ini hanya untuk mencari keberadaan Diandra. Yoshi, sepertinya hanya dia yang tahu nomor ponsel Diandra.'


Austin yang saat ini tengah mencari sebuah ide agar bisa menyelesaikan secara baik-baik dengan Diandra tanpa melibatkan emosi ataupun Yoshi, berniat untuk mengungkapkan pada aparat keamanan itu mengenai cerita yang tadi ia karang.


Meskipun akan membuat Diandra merasa malu di depan dua pria itu, tapi berpikir itu tidak penting dan tidak akan bertemu lagi dengan aparat keamanan tersebut.


Begitu tiba di sebuah ruangan khusus, kini 2 aparat keamanan itu menginterogasi para pria yang membuat keributan dan membuat para pengunjung berkerumun karena ingin melihat pertengkaran dan perkelahian mereka.


"Sekarang kalian jelaskan apa yang dilakukan di tempat wisata ini? Kalau tidak, kami terpaksa melaporkan kalian pada polisi," sarkas salah satu pria dengan rambut cepak seperti potongan tentara.


"Jadi, begini. Saya datang ke sini hanya ingin menjemput calon istri saya yang kabur karena marah. Tapi pria ini menghalangi saya untuk membawa pulang calon istri saya. Jika kalian berada di posisi saya, pasti akan marah, bukan?"


Austin menatap ke arah para aparat keamanan itu agar mengetahui apa yang saat ini dirasakannya dan berharap mendapatkan pembelaan dari mereka.


Namun, Austin mengepalkan tangan begitu melihat sosok pria yang berdiri di sebelahnya membantah apa yang baru saja ia ceritakan.


"Itu sama sekali tidak benar! Di antara mereka belum sampai sejauh itu karena saya sangat mengenal pihak wanita yang ingin hidup tenang tanpa diganggu oleh pria ini. Kalau tidak percaya, saya akan memanggil pihak wanita untuk memberikan keterangan."


Yoshi yang menganggap bahwa Austin Matteo adalah seorang pria licik karena bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apapun yang diinginkan, saat ini meraih ponsel miliknya setelah mendapatkan persetujuan dari dua aparat keamanan tersebut untuk menghubungi Diandra.


Karena berhasil membuat Yoshi masuk dalam perangkapnya, Austin saat ini masih terdiam dan menunggu hingga pria itu menghubungi Diandra agar datang.

__ADS_1


Hingga ia mendengar saat Yoshi berbicara di telpon dengan Diandra. 'Aku akan langsung merebut ponselnya untuk mendapatkan nomor Diandra. Pasti ia sudah mengganti nomornya agar aku tidak bisa menghubungi.'


Yoshi sebenarnya merasa sangat khawatir jika Diandra menonaktifkan ponselnya karena tidak ingin diganggu oleh siapapun dan ingin kabur dari Austin, tapi merasa lega karena beberapa saat kemudian mendengar suara dari seberang telpon.


"Halo, Diandra. Kamu sekarang ada di mana? Apakah aku bisa menjemputmu sekarang? Karena pihak keamanan di sini ingin mendengar penjelasan darimu. Austin membuat pengakuan penuh kebohongan dan harus kamu sendiri yang menyelesaikannya."


Saat Yoshi menunggu jawaban dari Diandra yang masih terdiam karena tidak langsung mengeluarkan suara, seolah tengah memikirkan keputusan yang akan diambil.


Hingga ia mendengar suara lirih bernada serak yang menandakan tengah menahan tangis dan membuatnya merasa tidak tega.


"Aku tidak ingin bertemu dengan pria itu. Aku tidak ingin melihatnya dan tidak akan datang ke sana," lirih Diandra yang seolah tidak memperdulikan apapun lagi karena satu-satunya yang diinginkan hanyalah tidak bertemu lagi dengan pria yang telah meninggalkan luka mendalam di hatinya.


Yoshi saat ini merasa bingung karena Diandra tidak mau datang. Namun, ia bisa mengerti bahwa perasaan Diandra benar-benar terluka melihat seorang Austin yang hanya mengarang sebuah cerita palsu demi bisa membuat wanita itu seolah-olah benar-benar menjadi miliknya.


Kini, ia mendapatkan sebuah ide untuk membuat Diandra tidak perlu datang dan melihat Austin.


"Baiklah. Kamu tidak perlu datang ke sini dan hanya cukup memberikan penjelasan pada aparat keamanan agar tidak ada kesalahpahaman. Sekarang, ceritakan apa yang kamu rasakan saat ini. Aku akan menyalakan loudspeaker agar para aparat keamanan mendengar penjelasanmu."


Austin dan para aparat keamanan kini mendengarkan penjelasan dari suara seorang wanita di seberang telpon. Bahkan tidak ada raut penuh kekhawatiran dari wajah Austin saat ini karena ia yakin akan menang melawan Diandra.


Ia pun memilih langsung berbicara sebelum wanita itu menjelaskan pada aparat keamanan. "Diandra, kamu tidak ingin aku memberikan bukti yang kumiliki mengenai apa yang kita lakukan, bukan?"


"Aku masih menyimpannya di ponselku karena merasa sangat yakin jika hal seperti ini akan terjadi dan sebuah bukti sangat dibutuhkan untuk menyelamatkanku dari sebuah tuduhan tidak berdasar."


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2