Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Ingin membunuh


__ADS_3

Refleks Austin tertawa terbahak-bahak karena merasa jika wanita paruh baya tersebut sangat egois dan jahat.


"Bukankah dulu Anda sangat lantang ketika mengancam keluarga Diandra? Bahkan tanpa memperdulikan jika mereka juga mengalami kemalangan, langsung mengurus perceraian."


"Sekarang semua yang Anda inginkan telah tercapai, bukan? Jadi, sekarang Yoshi harus bisa menerima mulai dari sekarang. Anda pun harus menerima dan tidak boleh protes!"


Sebagai seorang ibu, Asmita Cempaka merasa wajar jika menunjukkan kasih sayang orang tua pada anak. Namun, melihat pria itu hanya mementingkan keadaan sang istri, menganggap itu sangat berlebihan karena egois ketika membahayakan nyawa putranya.


"Kau memang benar-benar tidak normal! Apa kau ingin membunuh putraku yang bahkan baru saja sadar dari kematian? Apa kau adalah binatang yang tidak punya hati?" Karena tidak bisa menahan diri, ia langsung mengarahkan tangan ke atas untuk menampar wajah pria yang sangat dibencinya tersebut.


Apalagi telah menjadi suami Diandra dan berpikir telah bersatu untuk melawannya.


Refleks Austin langsung menahan tangan yang mengincar wajahnya. "Aku tidak akan membiarkan Anda membuat wajahku ternoda!"

__ADS_1


Kemudian ia mengungkapkan tujuannya datang ke sana. "Dengar ini baik-baik, Nyonya Asmita Cempaka yang terhormat, saya datang ke sini hanya ingin menegaskan tentang fakta sebenarnya. Yoshi harus tahu dan tidak boleh ada pria lain menyebut nama istriku."


"Apalagi sampai berpikir akan kembali pada Diandra. Aku akan mengatakan semuanya." Austin berbicara dengan suara tegas dan menatap tajam.


"Lepaskan! Dasar pria tidak tahu sopan santun!" sarkas Asmita Cempaka yang tidak memperdulikan apapun lagi ketika murka. "Jika sampai terjadi sesuatu pada putraku, akan membunuh Diandra karena wanita itu hanya bisa menjadi pembawa sial saja! Mungkin sebentar lagi, kau akan jadi korban selanjutnya."


Refleks Austin tertawa terbahak-bahak untuk kesekian kalinya menanggapi perkataan tersebut, sehingga saat ini tidak bisa lagi menahan kemurkaan.


"Begitu pun sebaliknya, Nyonya. Jika sampai rumah tanggaku bermasalah hanya gara-gara Anda, aku akan langsung menghabisi kalian! Diandra bukan wanita pembawa sial karena kecelakaan itu."


Jadi, ia melepaskan kuasa dan langsung menghubungi supir agar datang dan menahan wanita itu. Meskipun ia tidak berbicara secara langsung karena tidak ingin ibu dari Yoshi mengetahui hal itu.


'Lebih baik aku memanggil security untuk melaporkan si berengsek ini,' gumamnya yang kini memilih untuk berjalan meninggalkan Austin karena tengah menelpon seseorang.

__ADS_1


Ia berjalan menuju ke arah kantor dan berharap ada penanganan dari pihak rumah sakit. Namun, baru beberapa langkah, tidak jadi melakukan itu karena berpikir jika Austin bisa langsung masuk ke ruangan perawatan putranya.


"Dasar bodoh!" Asmita Cempaka hanya bisa mengumpat diri sendiri begitu menyadari kecerobohan yang dilakukan.


Saat Austin baru selesai menelpon, kini memasukkan kembali ponsel dan melihat wanita yang hendak masuk ke dalam ruangan kamar.


Segera ia menghentikan untuk mengulur waktu. "Jika Anda tidak ingin terjadi sesuatu pada Yoshi, aku akan berbicara secara baik-baik tanpa ada ancaman. Jadi, Anda tenang saja."


"Aku tidak akan pernah percaya pada semua perkataan bajingan sepertimu. Kau hanyalah pria berengsek tidak tahu sopan santun." Asmita Cempaka tidak akan tinggal diam dan sengaja menyadarkan Austin agar tidak berpikir menjadi seorang pria paling baik di dunia. Padahal ia sudah tahu sisi kelam dari seorang Austin Matteo.


"Apa kau ingin aku berbicara pada media mengenai kebusukanmu di masa lalu? Diandra pasti juga akan membencimu setelah mengetahui semua itu. Apa kau pikir rumah tangga yang dibina atas dasar kebohongan akan berjalan lancar? Dasar bodoh!"


Austin seketika tertampar dengan perkataan dan umpatan wanita di hadapannya tersebut, sehingga saat ini mengepalkan kedua tangan dan ingin sekali menghajar wanita di hadapannya tersebut yang memantik amarahnya.

__ADS_1


'Berengsek! Rasanya aku ingin membunuh wanita ini.'


To be continued...


__ADS_2