Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Merasa sangat khawatir


__ADS_3

Diandra yang saat ini berada di dalam apartemen, tidak berhenti meringis menahan rasa nyeri di kepalanya sambil membereskan pakaiannya.


Bahkan degup jantungnya berdetak kencang melebihi batas normal karena sangat khawatir jika ia tidak cepat pergi dari apartemen, wanita itu akan menghubungi Austin.


"Semoga tidak terlambat! Aku tidak ingin bertemu dengan pria berengsek itu." Diandra memeriksa setiap sudut ruangan agar tidak ada satupun yang terlewatkan sebelum pergi.


Sementara itu di luar apartemen, Annisa yang saat ini tersenyum menyeringai karena berpikir telah berhasil untuk membuat pria di hadapannya tersebut akan membenci wanita yang baru saja masuk ke dalam apartemen tanpa berkata apapun.


Ia sangat yakin jika wanita yang tidak diketahui namanya tersebut, tapi baru saja dipanggil Diandra oleh pria yang beberapa kali dilihatnya keluar dari apartemen.


"Sepertinya sekarang kau mulai menyadari kebodohanmu karena percaya pada wanita murahan itu. Jadi, sekarang bertanya padaku mengenai siapa kekasih wanita yang kamu suruh tinggal di apartemen mu ini."


Sementara itu, Yoshi sebenarnya ingin membantah semua perkataan dari wanita yang dianggap tidak punya sopan santun dan sangat arogan tersebut karena berbuat kasar pada Diandra yang belum tentu bersalah.


Apalagi ia bisa menilai seorang wanita dari perbuatan serta tutur kata dan berpikir bahwa saat ini yang bersalah bukanlah Diandra.


Ia sangat yakin bahwa wanita yang ada di hadapannya tersebut tengah salah paham pada Diandra dan membuatnya ingin sekali menghilangkan kesalahpahaman yang terjadi.


Namun, satu-satunya hal yang dipikirkan adalah terlebih dahulu mengetahui siapa orang yang membuat Diandra sangat murung dan menutup diri serta seperti ketakutan saat bersamanya.


"Makanya, kasih tahu aku siapa pria itu. Jadi, aku bisa mencari tahu seperti apa pria itu." Yoshi berakting untuk mempercayai wanita yang sama sekali tidak diketahui namanya tersebut agar mau memberitahunya.


Sementara itu, Annisa ya saat ini sangat berharap pria di hadapannya segera membuang Diandra setelah mengetahui siapa sosok pria yang selama ini masih dicintai, tapi memilih wanita lain untuk menggantikannya, sehingga membuatnya merasa sangat kesal sekaligus marah.


"Austin Matteo. Kamu pasti pernah mendengar pengusaha muda dan sukses dari Grup Matteo, bukan? Wanita nama Diandra pernah pergi ke klab malam untuk menemui Austin Matteo. Apa kamu tahu apa yang dilakukan seorang wanita saat pergi ke private room sebuah Club malam?"

__ADS_1


Sengaja Annisa mengatakan apa yang dilihatnya hingga membuatnya sama sekali tidak bisa merayu Austin ketika tanpa sengaja melihat mantan kekasihnya tersebut di sebuah klab malam saat bersenang-senang bersama beberapa teman-temannya.


Bahkan ia merasa sangat malu pada teman-temannya yang tadinya ia mengatakan akan merayu mantan kekasih agar kembali padanya, tetapi gagal gara-gara ulah satu orang wanita yang dianggap tidak jauh lebih cantik darinya.


'Aku sangat yakin jika pria ini akan langsung membenci Diandra dan tidak mau berhubungan lagi dengan wanita murahan yang suka menggoda para pria kaya. Aku bahkan sangat yakin jika wanita itu sudah mengobral tubuhnya pada pria ini hingga mau memberikan apartemen untuk ditinggali sementara.'


Annisa yang saat ini bergumam sendiri dengan pikirannya, sudah mendengar suara bariton dari pria yang seperti tengah memikirkan seseorang yang baru saja disebutkan.


"Austin Matteo? Aku tidak mengenalnya, tapi pernah mendengar nama perusahaan Matteo yang sangat terkenal itu. Aku pernah mendengar nama Malik Matteo dari ayahku. Pasti itu adalah nama ayahnya."


Yoshi ingin memastikan sesuatu dari iris kecoklatan wanita di hadapannya yang saat ini sudah menganggukkan kepala untuk membenarkan perkataannya.


"Iya, kamu benar. Nama ayah dari mantan kekasihku adalah Malik Matteo yang saat ini memilih untuk bersembunyi di balik layar dan menyerahkan perusahaan pada putra semata wayangnya." Annisa bahkan sangat terobsesi untuk menjadi menantu di keluarga Matteo.


Ia sangat yakin jika hidupnya akan terjamin jika menjadi istri dari pewaris tahta Matteo Grup. Semua itu karena pria yang sangat dicintainya tersebut merupakan anak tunggal dan pastinya akan mewarisi semua aset-aset keluarga konglomerat yang sudah sangat terkenal di kalangan bisnis.


"Aaah ... baiklah. Sekarang aku mengerti dan akan membereskannya. Lebih baik kamu pergi dari sini dan jangan mencampuri urusanku mau berbuat apa pada Diandra."


Yoshi yang sudah mengetahui sosok pria yang menjadi penyebab Diandra seperti trauma berdekatan dengan seorang pria.


Saat ini berniat untuk menyusul wanita yang baru saja masuk ke dalam apartemen tanpa memperdulikan wanita di hadapannya tersebut. Bahkan ia mengibaskan tangan agar wanita itu sadar diri dan segera renyah dari hadapannya.


Namun, belum sempat ia masuk ke dalam apartemen, mengerjapkan mata begitu melihat sosok wanita yang sudah keluar dari pintu dan menarik koper, lalu berkata padanya.


"Yoshi, aku akan pergi dari sini dan tidak akan membuat keributan lagi hingga mempermalukanmu seperti ini." Diandra yang tadi buru-buru berkemas dan berpikir ingin segera pergi jauh agar tidak diketahui oleh Austin tengah tinggal di sana.

__ADS_1


"Maafkan aku karena selalu membawa masalah untukmu. Terima kasih sudah menolongku selama ini. Lebih baik kamu cari orang lain untuk menjadi sekretarismu. Aku harus pergi sekarang!"


Tanpa menatap ke arah sosok wanita yang telah meninggalkan rasa nyeri di kepalanya, kini Diandra berlalu pergi dari hadapan dua orang itu.


Tentu saja melihat itu, Annisa merasa sangat senang karena benar-benar sangat muak melihat sosok wanita yang dianggap menjadi penyebab kandasnya hubungannya dengan Austin Matteo.


"Syukurlah kau sadar diri dengan enyah dari sini," sarkas Annisa yang tersenyum lebar karena benar-benar puas saat usahanya untuk mengusir wanita itu berhasil.


"Diandra, tunggu!" Yoshi menata tajam sosok wanita yang sangat arogan itu. Ia sangat marah karena wanita itu telah membuat Diandra pergi dari apartemennya.


Tidak ingin kehilangan Diandra dengan berdebat, kini Yoshi sudah berjalan cepat mengejar sosok wanita yang menarik koper menuju ke arah lift.


"Diandra, tunggu! Aku ingin bicara denganmu."


Diandra saat ini sama sekali tidak menoleh ke belakang karena ia sangat malas melihat sosok wanita yang tadi menarik rambutnya sangat kuat hingga masih menyisakan rasa nyeri di kulit kepala.


Hingga ia menekan tombol lift agar terbuka. Hingga beberapa saat kemudian pintu kotak besi tersebut terbuka, lalu ia langsung masuk ke dalam.


Tanpa berniat untuk berbalik badan, Diandra bisa mengetahui bahwa Yoshi mengikutinya dengan masuk ke dalam lift dan suara bariton terdengar jelas di telinganya saat ini.


"Diandra, kenapa kamu harus pergi hanya gara-gara wanita tidak tahu diri itu? Aku lebih mempercayaimu daripada wanita arogan itu. Kamu tidak perlu pergi dari apartemen serta membatalkan rencana untuk bekerja menjadi sekretaris pribadiku."


Yoshi yang saat ini berdiri di belakang Diandra, masih berusaha menghentikan wanita yang keras hati ingin pergi dan membatalkan bencana untuk bekerja dengannya.


Ia merasa sangat khawatir jika sampai sosok wanita yang membuatnya tertarik tersebut benar-benar pergi dari apartemen dan membuatnya merasa kehilangan harapan selamanya.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2