Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Gangguan mental


__ADS_3

Austin yang saat ini ingin segera menghentikan perbuatan Yoshi yang berani menyentuh wanita miliknya, kini masih berusaha bersabar dengan tidak melakukan kekerasan di tempat umum.


Bahkan ia sudah berakting totalitas seperti layaknya seorang kekasih yang kehilangan tanpa tahu kesalahannya. Ia tidak mungkin akan mengatakan bahwa Diandra telah menjual keperawanannya padanya dan berniat untuk menikahinya.


"Sayang, aku susah payah mencarimu. Kenapa kamu tiba-tiba pergi dariku? Apa aku melakukan kesalahan padamu? Katakan padaku agar aku bisa instrospeksi diri. Jangan menghilang begitu saja tanpa meninggalkan pesan apapun!"


Sementara di sisi lain, Diandra saat ini masih belum bisa bersikap tenang saat berhadapan dengan pria yang sangat ingin dihindarinya. Bahkan hanya menatap pria itu saja membuatnya merasa seperti menjadi wanita hina.


Ia selalu merasa menjadi seorang wanita tidak berharga karena telah kehilangan harga diri yang harusnya dijaga dan akan dipersembahkan pada sang suami yang kelak akan menikahinya.


Namun, ia sadar jika hanya diam saja, masalahnya tidak akan pernah selesai dan tidak bisa menjalani hidup dengan tenang jika terus dibayang-bayangi oleh Austin.


"Apa maksudmu? Bukankah hubungan kita sudah berakhir? Bahkan kita menyelesaikan semuanya sesuai dengan perjanjian, bukan? Lalu apa lagi yang kau inginkan?" sarkas Diandra yang kini berusaha untuk memberanikan diri demi bisa lepas dari kuasa seorang Austin Matteo.


Bahkan ia sama sekali tidak tahu apa mau pria itu yang tiba-tiba datang dan mengganggunya. Bahkan ia merasa sangat jijik ketika dipanggil sayang oleh pria yang telah menikmati tubuhnya hingga dua kali.


Diandra saat ini berpikir bahwa ia pun tidak ingin membuat Yoshi dan juga pasangan suami istri itu salah paham padanya telah mempunyai hubungan dengan Austin.


Hingga beberapa saat kemudian ia melihat Yoshi melangkah ke depan dan menghalangi pandangannya, sehingga tidak bisa lagi menatap wajah pria yang sangat dibencinya.


Bahkan saat ini hanya bisa melihat punggung serta kepala dengan rambut hitam berkilat milik Yoshi yang ia ketahui berniat untuk melindunginya. Ia bisa mendengar suara bernada penuh ketegasan dari Yoshi pada Austin.


"Maaf, Tuan Austin Matteo. Sepertinya Anda salah paham dengan sikap Diandra selama ini. Seperti yang dikatakannya tadi, bahwa Diandra sudah tidak punya hubungan apapun dengan Anda. Jadi, tolong jangan ganggu dia lagi.


Yoshi sangat yakin jika pria yang berdiri di hadapannya tersebut tengah mengada-ada dengan mengarang cerita. Apalagi ia sangat mual begitu Austin memanggil Diandra sayang.


Seolah ia sama sekali tidak tahu apapun mengenai apa yang membuat Diandra sangat membenci Austin. Ia yang belum mendengar jawaban apapun dari Austin, kini menoleh ke arah sahabatnya yang malah berbicara sangat konyol.


"Jadi, Anda adalah mantan kekasih Diandra?" Tony Herlambang benar-benar sangat terkejut dan sama sekali tidak mengira jika ternyata Austin mencari tahu tadi bukan karena ingin berbicara dengan sahabatnya.


'Jadi, aku tengah dimanfaatkan oleh tuan Austin. Pasti Yoshi akan salah paham padaku dan menganggap aku adalah seorang pengkhianat. Bisa-bisa aku dihabisi olehnya. Tidak, aku tidak ingin dikambinghitamkan.'


Tony kini memberi penjelasan pada sahabatnya begitu menyadari arti tatapan tajam yang tertuju padanya. Kemudian ia menjelaskan semuanya karena lebih memilih hubungan baiknya dengan Yoshi terjaga daripada menjadi penjilat dari seorang Austin Matteo.

__ADS_1


"Jadi, ceritanya seperti itu, Yoshi. Aku sama sekali tidak ingin terjadi kesalahpahaman di antara kita."


Yoshi yang kini mengerti dan memahami bahwa sahabatnya sangat khawatir jika ia salah paham, akhirnya mengangguk perlahan dan menegaskan bahwa tidak akan menyalahkan.


"Aku mengerti, tapi tolong pergi dari sini dan nikmatilah semua wahana dengan istrimu. Aku tidak ingin masalah Diandra membuat kalian harus menunda untuk bersenang-senang."


Saat Yoshi menutup mulut, mendengar suara tepuk tangan dan tentu saja tahu siapa orangnya yang seperti hendak mengejeknya.


"Wah ... keren. Persahabatan kalian memang patut diacungi jempol. Aku salut pada kalian." Austin yang mengawali semuanya dengan candaan, kini sudah kehilangan kesabarannya.


Jadi, ingin mengungkapkan semuanya bahwa ia tidak ingin kehilangan Diandra. Namun, sebelum itu mengibaskan tangan pada Tony Herlambang agar segera pergi dari hadapan.


Hingga begitu pasangan suami istri tersebut pergi, ia pun mulai membuka suara untuk membuat sebuah tamparan pada pria itu.


"Aku tidak akan pernah berpisah dengan Diandra karena akan bertanggungjawab padanya. Aku telah memperkosanya dan berniat untuk menikahinya. Apa aku salah jika ingin bertanggungjawab pada wanita yang kuperkosa?"


Austin tidak ingin Diandra merasa malu saat ia mengatakan jika yang sebenarnya adalah wanita itulah yang menjual diri padanya.


Ia ingin melindungi harga diri seorang Diandra karena mengerti seperti apa wanita keras kepala yang sangat sulit ditaklukkannya.


Saat Diandra berpikir akan terus berdiri di belakang Yoshi karena percaya akan dilindungi, tapi di saat bersamaan merasa sangat terkejut dengan pengakuan Austin.


Meskipun itu tidak benar, tetap saja pria itulah yang merenggut kesuciannya. Hingga ia pun seolah disadarkan oleh kenyataan. Bahwa ia merasa sangat kotor berdiri di dekat pria baik seperti Yoshi.


'Ya Allah, sekarang aku sudah tidak punya harga diri di depan para pria ini. Bahkan saat aku ingin mencari ketenangan di sisi Yoshi pun, takdir sama sekali tidak berpihak padaku. Apa yang harus kulakukan sekarang?'


Diandra yang kini merasa sangat marah karena bagai dikuliti oleh Austin di depan Yoshi, seketika membuat ia keluar dari balik tubuh pria yang kini juga berbalik menghadapnya.


Ia bisa menatap raut wajah Yoshi kini penuh dengan rasa iba padanya.


"Apa benar perkataan bajingan ini, Diandra? Aku benar-benar akan menghabisinya karena si berengsek ini telah membuatmu sangat ketakutan bersamaku."


Sebenarnya Yoshi ingin langsung meninju wajah Austin begitu mengetahui kenyataannya, tapi ia tidak mau gegabah sebelum Diandra mengiyakan.

__ADS_1


Apalagi mengetahui bahwa yang berdiri di hadapannya bukanlah seorang pria sembarangan, jadi tidak ingin ceroboh dan malah akan menimbulkan masalah baru.


Namun, pertanyaannya sama sekali tidak dijawab oleh Diandra karena ia kini melihat jika wanita itu berjalan mendekati Austin dengan wajah memerah.


Seolah menegaskan bahwa saat ini sangat marah dan hanya kebencian yang dirasakan wanita itu pada Austin Matteo.


Tidak banyak bicara, refleks Diandra yang sudah berdiri di hadapan Austin, sudah mengangkat tangan dan menampar sangat keras pipi putih dengan rahang tegas itu.


Bahkan karena sangat kuat menampar, tangannya sampai terasa panas dan sudah menduga jika Austin jauh merasakan panasnya tamparan darinya.


"Aku sangat membencimu dan tidak akan pernah gila untuk setuju menikah denganmu. Aku pun bahkan sama sekali tidak butuh tanggungjawab dari seorang bajingan sepertimu! Pergilah dan jangan ganggu aku lagi!"


Diandra bahkan kini sama sekali tidak takut pada Austin karena keberaniannya seketika bangkit saat Austin mempermalukannya dengan menegaskan bahwa ia sudah tidak perawan.


Bahwa ia hanyalah seorang wanita hina yang sama sekali tidak punya sesuatu yang dibanggakan. Bahwa sesuatu yang ingin ia rahasiakan seumur hidupnya, kini sudah terang-terangan diungkapkan oleh pria yang sangat dibencinya.


"Aku sangat membencimu dan sangat jijik melihatmu, Austin Matteo!"


Sementara itu, Austin yang kini mengusap rasa panas di pipinya, masih bersikap sangat tenang karena perlawanan dari Diandra. Ia sangat yakin jika keberanian Diandra hari ini juga karena disebabkan ada dukungan dari Yoshi.


Ia pun seketika tertawa terbahak-bahak karena menganggap jika Diandra hanyalah seekor semut yang dengan mudah ia injak. Namun, ia yang tadinya ingin menggunakan cara kekerasan pada Diandra karena menolaknya, kini berubah pikiran.


Saat melihat kemurkaan Diandra yang berani menamparnya, membuatnya merasa semakin terobsesi dengan wanita yang sangat keras kepala itu.


"Aku sama sekali tidak menyangka jika kamu akan sesombong ini ketika bersama dengan pria ini. Apa sekarang kamu tengah bermimpi untuk bisa menjalin hubungan dengan Yoshi yang sepertinya sama sekali tidak keberatan dengan statusmu?"


Austin yang beralih menatap ke arah Yushi, kini langsung menahan tangan dengan buku-buku kuat Yoshi yang hendak meninju wajahnya.


"Kau benar-benar berengsek, Austin Matteo! Apa kau tidak berpikir bahwa bisa berada di dunia ia karena lahir dari rahim seorang wanita? Bukankah kau sangat menyayangi ibumu? Bagaimana jika ibumu juga diperkosa oleh seorang bajingan?"


Yoshi dari dulu sangat membenci pria yang menyakiti hati wanita dengan memaksa dan memperkosa. Hingga ia pun berpikir untuk membuat Austin bisa memahami perasaan seorang wanita yang hancur dan trauma setelah diperkosa.


Bahwa nafsu hanya mengakibatkan kehancuran dan pastinya rasa malu luar biasa dan bisa berakibat mengalami gangguan mental.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2