Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Tidak merasa takut


__ADS_3

Sebenarnya Diandra bisa saja menggali informasi lebih jauh tentang Austin. Apakah ayah biologis dari putranya itu telah menikah seperti kabar yang dulu dibacanya, tetapi ia ingin mengubur masa lalu penuh sejuta kesedihan itu dengan cara melupakan semua hal yang berhubungan dengan kehancurannya.


Dari situlah ia bisa bangkit karena dukungan dari pria paruh baya itu dan sang istri yang selalu memberikan nasihat dan motivasi agar dirinya tidak terpuruk.


Diandra melahirkan anak laki-laki yang terlihat sangat tampan dan sehat dan diberi nama Aksa Delvin Arion yang memiliki makna anak laki-laki memesona, baik dan bersih hatinya. Dianggapnya kelahiran putranya membuatnya membuka lembaran baru.


Satu jam kemudian, Diandra dan Emran telah tiba di rumah pasangan suami istri yang telah merubah seluruh kehidupannya.


Selama tiga tahun tinggal di sana dan sudah dianggap seperti anak sendiri dah membantu mengurus putranya seperti cucu sendiri. Apalagi ia memilih untuk membalas budi kebaikan mereka dengan membantu mengurus perusahaan setelah naik jabatan menjadi wakil presiden direktur.


Diandra tidak pernah mengeluh capek saat tiba di rumah begitu melihat wajah putranya yang sangat tampan. Seperti saat ini, ia baru saja turun dari mobil setelah sang supir membukakan pintu untuknya dan pria paruh baya itu.


Senyumannya mengembang saat melihat bocah berusia 2 tahun berlari menghambur ke arahnya dengan memanggilnya mama.

__ADS_1


Diandra memeluk erat putranya dan menciumnya dengan gemas. "Aksa kangen Mama, ya."


Tentu saja tanpa pikir panjang, anak laki-laki itu mengangukkan kepala dan memeluk erat sang ibu yang baru pulang kerja.


Sementara itu, Citra yang melihat interaksi dari Diandra dan putranya ikut merasa senang dan terharu.


Kemudian Diandra menggandeng tangan putranya dan mendaratkan tubuhnya sambil memangku putranya. Kemudian sekejap berbicang sebelum membersihkan diri. Meskipun ia melihat jika pria paruh baya itu tadi langsung meminta izin untuk mandi karena merasa lengket tubuhnya.


Diandra pun menceritakan tentang pembicaraan dengan suami dari wanita tersebut untuk meminta pendapat. "


"Jadi, bagaimana menurut Anda, Nyonya? Aku sebenarnya khawatir akan bertemu dengan bajingan itu di Jakarta, tapi di sisi lain tidak ingin merasa takut atau dibayang-bayangi olehnya," tanya Diandra yang ingin meminta pendapat tentang rencananya untuk membawa putranya ikut ke Jakarta.


Citra tahu bagaimana perasaan terluka seorang Diandra. Bahkan Diandra tidak pernah dekat dengan pria manapun sampai saat ini dan memilih fokus untuk menjadi single parent tanpa berniat untuk menikah seumur hidupnya.

__ADS_1


Tanpa memikirkan bahwa suatu saat nanti Aksa membutuhkan figur sosok ayah yang selama ini diambil alih oleh pria paruh baya yang sangat berjasa untuknya.


"Tidak masalah, Diandra. Aksa pasti akan merasa sangat senang bisa diajak ke Jakarta dan jalan-jalan di tempat baru. Benar apa kata suamiku. Bahwa kamu tidak perlu terus-menerus menyembunyikan diri dan takut melangkah hanya gara-gara pria itu."


Sebenarnya ia ingin menyebut jika pria itu adalah ayah Aksa, tapi khawatir jika akan menyinggung perasaan Diandra. Ia hanya ingin memberikan sebuah suntikan semangat agar Diandra tetap melanjutkan hidup tanpa merasa takut akan bertemu dengan pria yang sangat dibenci.


Sementara itu, Diandra kini makin merasa lega setelah mengungkapkan sesuatu yang menjadi kekhawatirannya selama ini. "Iya, Nyonya memang benar. Aku tidak akan menyiksa diri sendiri dan putraku hanya gara-gara pria sialan itu "


Diandra berbicara sambil menatap ke arah putranya. "Meskipun bajingan itu tahu Aksa adalah darah dagingnya sekali pun, aku tidak akan pernah mengizinkannya untuk menyentuh maupun merebutnya dariku."


"Jika dia melakukannya, aku akan menyuruhnya melangkahi mayatku dulu," sarkas Diandra yang kini berjanji tidak akan pernah merasa takut lagi pada seorang Austin jika suatu saat banti bertemu tanpa unsur kesengajaan.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2