
Austin justru merasa sangat marah pada sosok wanita yang berdiri di hadapannya dengan tersenyum mengejek dan baru saja menghinanya dengan keras.
Namun, karena tak mau terpancing ejekan perempuan yang juga menjadikan istrinya korban kemurkaan, kini hanya ditertawakan.
"Oke, lebih baik sekarang saling menyerang untuk mencari tahu siapa di antara kita yang menang. Apakah Yoshi akan tetap baik-baik saja setelah aku berbicara kasar seperti yang Anda lakukan? Atau apakah istriku akan membenciku ketika aku mendengar tentang apa yang terjadi di masa lalu yang aku lakukan karena cinta."
Austin saat ini melihat raut wajahnya yang dipenuhi kemenangan ketika dihina, tiba-tiba berubah seperti langit cerah yang seketika menjadi gelap. Bahkan bisa dipastikan bahwa awan gelap akan menghasilkan hujan dan persis seperti itulah rupa wanita itu.
"Kamu benar-benar bajingan!" sinis Asmita Cempaka yang merasa sangat marah karena gagal mengancam pria di depannya untuk segera pergi dan tidak mengganggu anaknya lagi.
Ia sudah tahu seperti apa Austin Matteo yang dianggap sangat bodoh karena cinta. Apalagi kamu masih sangat mencintai wanita yang hanya bisa menjadi beban hidup karena tidak bisa berjalan.
“Satu hal yang perlu Anda ketahui, bahwa kondisi Yoshi seperti telur di ujung tanduk yang sewaktu-waktu bisa pecah. Sementara istri saya hanya bermasalah pada kakinya dan masih bisa sembuh. Mengenai amnesia disosiatif yang dideritanya, tidak seburuk Yoshi. Bahkan untuk bicara pun sulit."
Kemudian ia melangkah mendekati wanita paruh baya yang dianggap bukan lawannya itu dan menepuk pundaknya dengan lembut.
__ADS_1
"Sekarang pilih salah satu. Apa saya berbicara baik-baik dengan Yoshi di depan Anda atau bersikap kasar dan tidak peduli dengan perasaan orang lain?" Austin yang baru saja mengatupkan mulutnya mendengar suara langkah kaki yang cepat dan sudah menebak siapa orang itu, maka langsung berbalik memberi perintah.
Asmita Cempaka yang sebenarnya tak mau memilih semua yang ditawarkan Austin, kini mengikuti garis pandang pria di depannya dengan berbelok ke kiri.
"Apakah Anda membutuhkan bantuan orang lain untuk menyingkirkan seorang wanita?"
"Jawab saja saya sekarang! Saya akan segera pergi dan tidak ingin tinggal di sini terlalu lama karena lebih damai berada di samping istri dan anak-anakku. Anda seharusnya merasa senang saya datang ke sini karena tidak ingin Yoshi berpikir bisa kembali pada Diandra."
Austin justru menganggap wanita di hadapannya itu sangat bodoh karena seharusnya baik padanya karena memiliki perasaan yang bertentangan dan akan lebih baik bekerja sama daripada bermusuhan seperti sekarang.
Austin memberikan kode tersebut kepada orang yang dipanggil untuk menunggu karena ingin mengetahui keputusan wanita paruh baya yang berdiri di hadapannya.
"Bagaimana? Apa keputusan Anda?"
Sebenarnya tanpa perlu pikir panjang lagi untuk mengambil keputusan, Asmita Cempaka hendak membuka mulut, tapi mendengar suara benda jatuh dari dalam ruangan.
__ADS_1
Ia segera masuk ke ruang perawatan putranya, mengira sesuatu yang buruk telah terjadi. Bahkan, juga ingin masuk ke dalam agar bisa mendengar apa yang akan Austin katakan pada putranya.
Berpikir harus ada di sisi putranya dan mendengar apa yang pria itu katakan dan berharap tidak ada hal buruk yang akan terjadi. Begitu memasuki ruang perawatan, pandangan pertama yang dilihat adalah beberapa barang di laci telah jatuh ke lantai.
"Sayang! Apa yang terjadi? Apakah kamu butuh sesuatu?" Asmita Cempaka saat ini lega karena putranya tidak jatuh ke lantai dan hanya berserakan.
Sebenarnya tahu bahwa Yoshi tidak akan menjawab pertanyaannya karena hanya bisa menyebutkan nama Diandra Sungguh ingin marah, tapi sangat kasihan dengan nasib buruk putra tunggalnya.
Sementara ia menunggu jawaban dari sang putra sambil mengatur posisi tubuh di atas ranjang agak miring, kini melihat kembali pria yang masuk ke dalam ruangan perawatan.
Hingga mengalihkan perhatian ketika mendengar suara putranya yang lebih dulu mengucapkan kata lain selain Diandra sambil melambai pada Austin untuk mendekat.
"Cerita!" teriak Yoshi yang sudah beberapa menit mencari kosakata di otaknya tentang sesuatu.
Ia merasa ada sesuatu yang terjadi, hingga pria yang masih sangat dikenalnya itu datang berkunjung dari jauh dan menceritakan tentang Diandra.
__ADS_1
To be continued...