Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Menceritakan semuanya


__ADS_3

Melihat reaksi dari Diandra yang terlihat sangat shock, tentu saja membuat Emran tidak tega. Apalagi wajah pucat Diandra makin jelas terlihat menyayat hati.


"Diandra, tenanglah. Semuanya akan baik-baik saja. Jangan bertindak gegabah karena emosi." Emran saat ini menatap ke arah sang perawat yang baru saja menjelaskan. "Tolong tinggalkan kami, Suster. Saya akan berbicara dengan pasien."


Sang perawat yang tadinya tidak menyangka akan respon dari pasien, kini bisa menebak apa yang terjadi. Bahwa pasien belum menikah dan janin yang dikandung adalah hasil perbuatan larang.


Namun, ia tidak ingin ikut campur dan membuatnya mengangukkan kepala. "Baik, Tuan. Ibu hamil tidak boleh terlalu banyak pikiran karena akan berdampak buruk pada janinnya."


Emran yang tadinya mengangukkan kepala dan berniat untuk berbicara dengan Diandra, tapi malah kembali mendengar suara teriakan histeris.


"Biarkan terjadi sesuatu yang buruk pada janinnya! Aku bahkan sama sekali tidak menginginkannya!" sarkas Diandra yang saat ini beberapa kali memukul perutnya yang masih datar tanpa memperdulikan apapun.


Hal yang selama ini menjadi sebuah kekhawatirannya, benar-benar terjadi dan membuatnya merasa dunia tidak pernah iba padanya. Bahkan bulir air mata sudah membasahi pipi putihnya.


Sampai pada akhirnya ia mendapatkan sebuah tamparan dari perkataan pria paruh baya yang telah menolongnya tersebut.

__ADS_1


"Janin itu sama sekali tidak bersalah karena kalianlah yang berbuat salah. Jadi, jangan luapkan dosa dari para orang dewasa pada janin yang bahkan tidak bisa memilih untuk dilahirkan di keluarga mana." Emran berbicara dengan nada tegas karena ingin menyadarkan Diandra agar tidak terpuruk lebih dalam dan makin menyesali perbuatan untuk kedua kali.


Ia memberikan sebuah kode pada perawat agar segera pergi karena ingin berbicara berdua dengan wanita yang terlihat sangat shock mengetahui kenyataan tentang kehamilan yang tidak diinginkan.


Bahkan baru saja menutup mulut, mendengar suara dari sang istri yang baru saja tiba karena tadi dikabari agar segera datang ke rumah sakit.


"Sayang, apa yang terjadi pada Diandra?" Citra yang baru saja datang ke rumah sakit, mendengar suara bariton dari sang suami dan mengerjapkan mata beberapa kali karena tidak percaya pada apa yang didengarnya.


Hingga ia mendapatkan tatapan tajam dari sang suami dan membuatnya tidak melanjutkan pertanyaannya begitu melihat Diandra yang mengenaskan karena sudah menangis tersedu-sedu dan membuatnya tidak tega.


Bahwa hamil diluar nikah adalah sebuah hal yang menyedihkan bagi seorang wanita. "Diandra, tenanglah. Semuanya akan baik-baik saja. Semua yang terjadi sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Semua manusia hanya menjalani apa yang digariskan."


"Kamu bisa bercerita padaku saat sudah tenang, tapi yakinlah ada kami yang selalu bersamamu. Sekarang tenangkan pikiranmu dan jangan putus asa karena semua pasti ada jalan keluarnya." Citra masih merangkul serta mengusap punggung belakang wanita yang saat ini tidak bicara apapun.


Ia selama ini melihat Diandra adalah wanita kuat di hadapan semua orang, tapi hari ini melihat titik terendahnya yang menunjukkan hanyalah seorang kaum hawa lemah yang butuh perlindungan.

__ADS_1


Jadi, ingin menghibur Diandra yang sudah dianggap sebagai putri sendiri. Apalagi sudah satu bulan ini tinggal bersamanya. Ia yang hanya mempunyai satu putri, tapi sudah tinggal bersama suami di luar negeri, membuatnya kesepian.


Namun, semenjak ada Diandra, kesepian yang dirasakan telah menghilang karena sudah menganggapnya seperti putri sendiri. Ia bahkan kini menatap ke arah sosok pria yang terdiam di tempat yang tak jauh dari hadapannya.


Seolah memberikan sebuah kode apa yang harus dilakukan saat Diandra dari tadi hanya diam tanpa berniat untuk menanggapi.


Emran yang bahkan tidak tahu harus bagaimana, kini hanya mengendikkan bahu. Ia berpikir jika Diandra mungkin butuh waktu untuk menerima kehamilannya. Akhirnya ia memilih untuk mengalihkan topik pembicaraan.


"Sayang, apa kamu sudah tahu tentang hal yang berhubungan dengan penggelapan dana perusahaan?" Emran berpikir jika suasana penuh keheningan itu membuat mereka merasa tidak nyaman.


"Tuan Emran dan Nyonya Citra, ada yang harus saya jelaskan pada Anda." Diandra saat ini sedikit lebih tenang ketika mendapatkan sebuah kalimat menyejukkan saat wanita paruh baya yang memeluknya erat itu menghibur.


Karena ia tidak ingin orang-orang baik itu salah paham padanya dan membuat aib untuk mereka, sehingga kini memutuskan untuk menceritakan tentang semua hal yang terjadi padanya hingga bisa berakhir hamil diluar nikah.


Kemudian ia mulai membuka suaranya untuk menceritakan pertemuan dengan Austin dan Yoshi hingga berakhir hamil.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2