
Beberapa saat lalu, Adi Putra mendapatkan rekaman dari saudara perempuan yang masih tinggal di London bersama putranya. Ia benar-benar merasa sangat senang dan lega begitu melihat keponakannya saat ini sudah pulih dan tidak lagi hanya bisa berbaring lemah di atas ranjang.
Ia bahkan sudah menelpon kakaknya tersebut untuk memastikan sendiri jika keponakannya sudah sadar dan juga bisa berbicara seperti biasanya. Hingga ia mendapatkan sebuah ide untuk mengirimkan video tersebut pada nomor Austin dengan menggunakan nomor baru.
Bahkan ia yang gagal membuat teror pada Diandra karena nomor wanita itu sudah tidak aktif, sehingga tidak bisa mengirimkan video-video kecelakaan agar bisa mengingat tentang kejadian di masa lalu bersama keponakannya.
Niatnya untuk membalaskan dendam sang kakak dan keponakannya tersebut berubah menjadi sebuah ide untuk mengatakan semuanya secara langsung tentang status wanita itu yang dulu merupakan mantan suami dari Yoshi.
Ia sudah cukup lama memberikan waktu untuk Diandra dan juga Austin berbahagia dan saat ini giliran merasakan kesedihan agar rumah tangga mereka dipenuhi oleh seperti pertengkaran serta perdebatan.
Jadi, sengaja datang secara langsung ke rumah keluarga Austin dan ingin berbicara dengan Diandra dengan diawali video dari keponakannya.
Begitu melihat sosok wanita yang baik-baik saja, membuatnya mengingat keadaan dari sang kakak yang selama ini hidup menderita karena harus menjaga putranya selama satu tahun lebih.
"Maaf karena tiba-tiba datang ke sini tanpa sebuah pemberitahuan," ucapnya ketika baru saja mendaratkan tubuhnya pada sofa di ruang tamu dan melihat Diandra tersenyum simpul padanya ketika menyambut kedatangannya.
"Tidak apa-apa, Tuan," ucap Diandra yang merasa aneh ketika pertama kali menyambut tamu yang merupakan rekan bisnis dari sang suami karena datang ke rumah.
Ia pun menjelaskan jika sang suami belum pulang dan mungkin harus menunggu. Kemudian berpamitan untuk menelpon sang suami agar mengetahui kedatangan dari pria tersebut.
Saat tadi pertama kali melihat Paman dari Yoshi, sebenarnya membuat Diandra merasa sangat terkejut, tapi ia berusaha untuk tidak dicurigai karena responnya, sehingga bersikap biasa seperti layaknya tidak pernah bertemu ataupun mengenal pria tersebut.
Padahal kenyataannya ia mengingat jika beberapa kali bertemu dengan paman dari Yoshi saat berada di puncak ketika melamarnya dan juga saat persiapan pernikahan.
Ia bahkan merasa jika wajah pria itu sangat awet muda karena tidak pernah berubah meskipun usianya sudah tidak muda lagi. Setelah menelpon sang suami untuk mengetahui bagaimana respon begitu tahu jika paman dari Yoshi datang, sehingga membuatnya berpikir ada sesuatu hal yang sangat penting ini disampaikan padanya.
Kini, ia menyuruh pelayan untuk menyiapkan minuman serta beberapa camilan karena berpikir bahwa cukup lama pria tersebut berada di rumah. Apalagi sang suami belum pulang dan masih dalam perjalanan menuju ke rumah.
Ia saat ini kembali berhadapan paman dari Yoshi dan mendaratkan tubuhnya di hadapan pria itu. Dengan mengungkapkan pertanyaan yang ada di pikirannya karena berpikir bahwa sang suami masih belum tiba, berharap apa yang selama ini mengganggu pikirannya segera terjawab.
"Sepertinya ada hal penting yang ingin anda katakan pada suami saya, sampai datang ke rumah dan tidak menemuinya di perusahaan." Diandra yang saat ini melihat pelayan membawa minuman serta camilan dan menaruh di atas meja.
"Silakan diminum teh nya, Tuan." Ia menunggu sampai pelayan kembali ke dapur karena tidak ingin pembicaraannya didengar dan disampaikan pada sang suami.
Kini, pria paruh baya tersebut menganggukkan kepala dan sebelum membuka cerita tentang keponakannya, ia saat ini menyeruput teh yang baru saja dihidangkan oleh pelayan.
Kemudian kembali menaruhnya di atas meja dan beralih menatap karah sosok wanita yang seperti sangat penasaran dengan apa yang ingin akan ia katakan. "Aku memang ingin berbicara sesuatu hal yang sangat penting dan ini berhubungan denganmu juga."
"Namun, sepertinya tidak pantas jika berbicara sebelum Austin datang, bukan?" Ia sengaja membuka pembicaraan dan memancing apakah Diandra tertarik dengan apa yang ingin disampaikan olehnya.
Hingga ia seketika merasa di atas angin karena Diandra saat ini masuk dalam jebakannya dan membuatnya ingin sekali segera mengungkapkan semua hal yang terjadi di masa lalu pada wanita yang mengalami kondisi tersebut.
"Jika Anda sama sekali tidak keberatan untuk mengulangi cerita karena harus menceritakan terlebih dahulu padaku Dan nanti mengatakan pada suamiku setelah pulang, maka Aku tidak akan dilanda rasa ingin tahu atas apa yang ingin Anda sampaikan."
__ADS_1
Saat ini Diandra sudah menyiapkan indra pendengaran agar mengetahui semua yang terjadi begitu pria tersebut menceritakan semuanya padanya. Bahkan ia merasa degup jantung tidak beraturan karena ingin mencocokkan apa yang didengarnya dari ibu Yoshi dan pria itu.
Apalagi ia sudah memutuskan untuk pergi melihat sendiri keadaan Yoshi yang mengalami koma 1 tahun lebih. Hingga ia dibebani rasa bersalah karena malah hidup bahagia dan kini sudah bisa berjalan normal, sedangkan Yosi masih belum sadar dari komanya.
Ia saat ini berpikir jika ada sesuatu hal yang membuatnya ingin sekali meminta maaf pada Yoshi karena sama sekali tidak memikirkan pria itu. Kini, ia mendengar dia harus bayar di depannya tersebut mulai membuka suara.
"Diandra, Aku ingin mengatakan sesuatu hal yang mungkin akan membuatmu sangat terkejut. Sebelumnya aku mau meminta maaf karena harus mengatakan semuanya ini karena berpikir bahwa kamu berhak tahu atas masa lalumu sebelum menikah dengan Austin." Adi Putra menjeda perkataannya karena ingin melihat ekspresi wajah dari Diandra sebelum melanjutkan.
Ia akan berpikir jika keponakannya Mungkin sebentar lagi akan kembali ke Jakarta untuk bertemu dengan wanita di hadapannya tersebut. Apalagi mengetahui jika keponakannya sangat mencintai Diandra. Bahkan mungkin akan merebut dan tidak akan pernah melepaskan setelah pulih.
Diandra saat ini berakting menjadi layaknya orang bodoh dan benar-benar totalitas karena ia ingin mengetahui apakah wanita yang tadi ditelepon dan merupakan kakak dari pria itu menceritakan jika ia mengatakan telah mengingat semuanya.
Hingga ia sadar jika iya itu sepertinya tidak tahu karena ibu dari Yoshi tidak menceritakan tentang keadaannya yang sudah mengingat masa lalu. "Lebih baik Anda katakan sekarang dan jangan membuatku penasaran."
Diandra saat ini berkeluh kesah di dalam hati mengenai beberapa pertanyaan yang terlintas di pikirannya mengenai apa alasan ibu Yoshi tidak menceritakan pada sang adik mengenai dirinya yang menelpon.
Adi Putra yang berhasil memancing rasa ingin tahu wanita yang ada di hadapannya tersebut, membuatnya merasa tidak sabar untuk menceritakan tentang masa lalu kelam yang terjadi saat hari pernikahan.
"Baiklah, aku akan menceritakan semuanya padamu mengenai kisah cinta segitiga yang terjadi di antara kamu, Austin dan Yoshi yang merupakan keponakanku." Ia kembali melihat raut wajah Diandra ketika menyebut tentang nama keponakannya.
"Yoshi? Keponakan Anda Aku bernama Yoshi dan ada hubungan denganku?" Diandra kembali memastikan jika pria itu tidak tengah mengetesnya.
Ia ingin melihat respon dari pria tersebut dan begitu melihat kejujuran jika Paman dari Yoshi sama sekali tidak mengetahui ingatannya telah kembali, berpikir bahwa mantan mertuanya menyembunyikan dari pria tersebut dan membuatnya heran apa alasannya.
"Ya, kamu pernah menjalin hubungan dengan keponakanku yang bernama Yoshi." Kemudian Adi Putra mulai menjelaskan tentang semua masa lalu yang berhubungan dengan hubungan cinta segitiga di antara mereka.
Hingga ia mengetahui jika pria tersebut mengatakan semuanya dengan benar dan tepat tanpa ada yang ditambahkan ataupun dikurangi. Hingga cerita sampai pada titik ketika ia mengalami kecelakaan dan tidak tahu apa dan bagaimana berakhir menjadi istri dari Austin.
"Jadi, setelah kamu divonis amnesia, Austin memanfaatkan itu dengan muncul di hadapan dan membuatmu seolah-olah tidak pernah bertemu dengan Yoshi karena memang saat itu mengalami koma dan saudaraku memilih untuk membawa putranya ke London untuk berobat."
"Berharap bisa segera sembuh, tapi kenyataannya tidaklah seindah ekspektasi karena sangat lama keponakanku sadar dari koma. Bahkan saat berjuang untuk bertahan, mestinya bergerak cepat agar bisa menikahimu dan mengurus perceraian kalian. Tanpa memberitahukan padamu tentang apa yang terjadi di masa lalu karena kamu mengalami amnesia disosiatif."
Adi Putra saat ini mengakhiri ceritanya dan ingin mendengar apa tanggapan dari wanita yang saat ini terdiam seperti sangat terkejut dengan apa yang baru saja didengar.
"Jadi, hitunglah hal yang ingin ku katakan padamu. Meskipun pasti sudah mengetahuinya, tapi aku sangat yakin jika iya selama ini merahasiakan tentang masa lalumu, bukan?" tanya Adi Putra yang masih menunggu respon dari sosok wanita dengan bibir terkatup rapat seolah Tengah memikirkan respon apa yang akan dikatakan.
Diandra yang merasa bahwa pria di hadapannya benar-benar mengatakan hal yang sebenarnya dan sesuai dengan apa yang dikatakan oleh mantan mertuanya jika mesti matio membuat konspirasi dalam hidupnya agar bisa memilikinya dengan memanfaatkan kelemahannya, yaitu amnesia.
"Sebentar!" Diandra saat ini merasakan pusing pada kepalanya dan memijat pelipis untuk mencoba menenangkan diri.
Saat ia mengingat semua yang dilakukan Austin dalam hidupnya dan juga Yoshi yang mengalami koma arena kecelakaan, membuatnya merasa sangat pusing. Ia berusaha untuk tidak terlalu memforsir otaknya karena seperti yang dikatakan oleh dokter jika akan berdampak buruk pada kesehatannya.
Ia kemudian menatap ke arah sosok pria yang saat ini menunggu tanggapannya. "Jadi, aku adalah mantan istri dari keponakan Anda yang bernama Yoshi?"
__ADS_1
"Iya. Aku mengatakan semua ini karena ingin kamu tidak hidup dalam sebuah tipuan yang diciptakan oleh suami sendiri karena merahasiakan tentang masa lalumu. Apakah saat ini kamu merasakan pusing dan mengingat beberapa kilasan balik tentang masa lalumu?" Adi Putra Jangan berharap jika diambilnya segera meninggalkan Austin Matteo karena mendapatkan dengan cara menipu.
Ia memang tidak mengatakan poin penting dari permasalahan itu mengenai perbuatan sang kakak yang mengurus perceraian di antara mereka saat masih belum sadar dari kecelakaan. Berpikir jika usahanya nanti akan gagal dan membuatnya tidak bisa memisahkan pasangan suami istri tersebut.
'Aku harus segera pergi dari sini sebelum Austin Matteo datang. Ia pasti mengelak Dengan mengatakan jika kakakku lah yang mengurus perceraian mereka,' gumamnya di dalam hati dan kini meraih ponsel miliknya dari satu celana begitu mendengar suara Diandra.
"Iya, aku seperti baru saja melihat bayangan-bayangan dari pikiranku meskipun masih belum jelas." Diandra yang saat ini baru saja menutup mulut, melihat pria di hadapannya tersebut menaruh ponsel di hadapannya.
"Kamu bisa melihat keadaan Yoshi sekarang dengan membuka video itu." Adi Putra menerapkan dagu sebagai sebuah kode agar diantara segera membuka video tersebut dan ia berniat untuk pergi sebelum Austin kembali.
Saat ini, Diandra yang kebetulan merasa sangat penasaran dengan keadaan dari Yoshi, sehingga langsung membuka beberapa video di ponsel tersebut. Video pertama dan kedua merupakan keadaan Yoshi yang hanya tertidur di atas ranjang dengan beberapa alat yang menopang kehidupannya dan membuatnya merasa sangat iba sekaligus bersalah.
'Seharusnya aku menjaga dan merawatnya saat tidak berdaya seperti ini, tapi malah hidup bahagia dengan Austin. Bukankah aku adalah orang yang jahat karena tidak merawat suami yang tidak baik-baik saja setelah mengalami kecelakaan?' gumam Diandra yang saat ini fokus melihat ke arah video yang diputar.
Hingga ia saat ini melihat video terakhir yang menunjukkan Yoshi sudah sadar dan bisa berbicara dengan dokter. Ia saat ini mengerjakan maka begitu mengetahui apa yang baru saja dilihatnya.
Kemudian seketika menatap ke arah pria paruh baya di hadapannya tersebut. "Ini, Yoshi sudah sadar. Jadi, Yoshi sekarang sudah sadar?"
Adi Putra saat ini mengangukkan kepala untuk membenarkan rasa terkejut yang terlihat dari wajah Diandra saat ini." Iya, keponakanku baru saja sadar dan aku ingin mengabarkan ini padamu secara langsung. Aku melakukan ini karena berpikir jika pasti Yoshi akan bertanya di mana keberadaan istrinya. Jika nanti coba waktu datang ke Jakarta dan menemui, tolong jangan sakiti hatinya."
Ia saat ini bangkit berdiri dari sofa dan menatap ke arah mesin waktu yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. "Aku tiba-tiba ingat ada pertemuan penting dengan rekan bisnis. Jadi, aku harus pergi."
Diandra ya saat ini melihat pria paruh baya di hadapannya mengulurkan tangan untuk meminta ponsel yang masih dipegang olehnya. "Bukankah Anda juga ingin mengatakannya pada Austin?"
"Lebih baik kamu menceritakan semua yang kukatakan. Oh iya, ada satu hal yang terlupa, Diandra." Adi Putra yang memang sengaja mengatakan di akhir mengenai perbuatan jahat dari seorang Austin Matteo agar wanita di hadapannya tersebut sangat membenci sang suami yang mendapatkannya dengan cara licik.
"Apa yang terlupa?" Diandra saat ini merasa khawatir jika ada sesuatu hal yang buruk yang disampaikan paman Yoshi padanya.
"Satu tahun lalu, keponakanku sadar dari koma dan mencarimu, tapi Austin yang mengetahui hal itu, langsung datang ke London dan mengatakan jika kalian sudah menikah. Setelah mendengar hal itu, Yoshi kembali drop dan keadaannya semakin parah, sehingga mengalami penurunan kinerja otak dan koma setahun lamanya."
Kemudian ia menepuk pundak Diandra dan tersenyum simpul. "Aku kasihan pada hidupmu yang dipenuhi oleh tipu muslihat dari seorang Austin Matteo. Aku baru mengatakan ini karena berpikir jika keponakanku nanti pasti akan menemuimu. Jadi, aku tidak ingin membuat keponakanku makin terluka."
"Jadi, sangat berharap setelah mendengar hal ini, kamu akan kembali pada Yoshi yang masih sangat mencintaimu, Diandra. Pikirkan baik-baik apa yang baru saja aku katakan ini karena tidak ada pria sebaik Yoshi yang mencintaimu teramat besar." Kemudian ia berlalu pergi dari hadapan Diandra dengan tersenyum menyeringai setelah tiba di depan pintu utama.
Ia merasa sangat yakin jika kehancuran akan dirasakan oleh seorang Austin Matteo. Bahwa setelah mengetahui semua hal yang terjadi, sudah dipastikan jika Diandra sangat membenci pria yang mendapatkannya dengan sebuah tipuan semata.
'Ini baru permulaan dari awal kehancuranmu, Austin Matteo,' gumam Adi Putra yang saat ini menuju ke arah mobil terparkir di halaman rumah.
Merasa sangat senang karena sudah berhasil membuat kekacauan dalam rumah tangga Austin Matteo, kini ia masuk ke dalam mobil dan mengemudikan kendaraan melewati pintu gerbang utama.
Senyumnya mengembang saat memikirkan jika sebentar lagi akan ada pertengkaran hebat antara Diandra yang mempertanyakan perbuatan pria itu. "Kakak, kamu harus mendengar ini dan pasti akan merasa sangat senang. Aku akan menelponnya nanti setelah tiba di rumah."
Kemudian ia fokus menatap ke arah depan untuk mengemudikan kendaraan menuju ke rumah dan sudah tidak sabar ingin mendengar suara kemurkaan dari Austin Mateo ketika nanti menelponnya. Ia sangat yakin jika beberapa jam kemudian, Austin Matteo akan menghubunginya untuk meluapkan amarah yang dirasakan.
__ADS_1
"Aku sudah lama tidak mendengar suaramu saat marah, jadi sepertinya sangat merindukannya," ucap Adi Putra yang saat ini tersenyum menyeringai karena merasa sangat senang bisa membuat rumah tangga yang dipenuhi dengan kedamaian itu hancur berantakan hanya karena satu ceritanya.
To be continued..