
Satu bulan sudah pernikahan antara Austin Matteo dengan Diandra Ishana. Selama itu pula, Austin masih terus menunggu kabar mengenai kesehatan Yoshi. Ia ingin berjaga-jaga, jika sampai saingan utamanya tersebut kembali sehat karena pastinya akan menjadi duri dalam rumah tangganya.
Austin memang merupakan suami sah Diandra, tapi tidak pernah melakukan hubungan intim seperti layaknya pasangan sesungguhnya. Ia ingin Diandra benar-benar siap dan tidak akan pernah memaksa.
Dengan berjanji pada Diandra bahwa ia tidak akan melakukan itu jika sang istri tidak meminta sendiri. Kini, terlihat Austin tengah menemani sang istri ke rumah sakit.
Sudah dua mingguan ini Diandra menjalani terapi untuk bisa berjalan lagi. Jika biasanya Diandra selalu bersama orang tua karena sang suami harus bekerja. Apalagi kesibukan benar-benar membuat sang suami tidak punya waktu untuk menemaninya berobat dan melakukan terapi.
Namun, kebetulan hari ini Austin mengantarkan dan akan ke kantor siang hari karena menyerahkan pada sang ayah.
"Aku harap dengan adanya aku, kamu jauh lebih bersemangat mengikuti terapi, Sayang." Austin yang kini mendorong kursi roda, sudah tiba di depan ruangan dokter yang menangani Diandra.
Sementara itu, Diandra kali ini menoleh sekilas ke arah sosok pria yang ada di hadapannya tersebut karena sudah berjalan memutar di berdiri menjulang tersebut. Diandra tersenyum simpul untuk menyembunyikan perasaan sebenarnya.
Bahwa sebenarnya ia hampir putus asa selama dua mingguan ini karena sangat berat menjalani. Apalagi dokter sudah menjelaskan jika mungkin membutuhkan waktu minimal enam bulan untuk proses kesembuhan.
Bahkan ia yang selama ini tidak suka minuman obat, setiap hari harus melakukannya. Membayangkan setiap hari selama setengah tahun mengkonsumsi obat, sangat membuat Diandra frustasi dan ingin menyerah.
__ADS_1
Namun, ia benar-benar tidak bisa berpikir jernih saat merasa sangat lelah ketika menjalani terapi yang tentu saja teramat berat dan menyiksa. Kini, ia menatap intens sang suami.
Suami yang selalu sabar saat membantunya melakukan apapun karena ia tidak bisa melakukan apapun sendiri.
"Terima kasih karena kamu hari ini mau menemaniku terapi. Bersamamu, aku selalu merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia ini, Sayang. Aku ingin membalas semua kebaikanmu dengan cara tidak putus asa berjuang demi kesembuhan kakiku."
"Jadi, aku tidak akan selamanya menjadi beban untukmu." Diandra kini melihat sang suami yang sedikit membungkuk ketika berbicara.
"Kamu bukan bebanku, Sayang. Sudah kubilang aku selama ini sangat mencintaimu dan rela melakukan apapun untukmu. Jadi, jangan bicara seperti ini lagi," ucap Austin yang kini mendengar suara salah satu perawat menyebut nama sang istri.
Jadi, rencana untuk bekerja lagi di perusahaan sebagai sekretaris pribadi dibatalkan setelah menjadi istrinya yang susah.
"Ayo, sekarang giliranmu," ucap Austin yang berjalan ke belakang kursi roda, lalu mendorong masuk ke dalam ruangan.
Sementara itu, Diandra hanya diam dan merasa jika ruangan yang sering didatangi olehnya sangat menyiksa karena selama ini benar-benar harus berjuang keras ketika melakukan terapi agar bisa berjalan lagi.
Latihan fisik yang ekstra menguras tenaganya dan itu pun selalu berakhir seluruh tubuh seperti mengalami keletihan luar biasa setelah melakukan latihan fisik sesuai dengan arahan pihak terapis.
__ADS_1
'Baru dua minggu saja rasanya seperti satu tahun. Bagaimana dokter bisa mengatakan jika minimal melihat hasil dalam waktu enam bulan lagi. Ya Tuhan, berikan keajaibanmu untukku.'
'Aku sangat lelah dan tersiksa menjalani ini semua,' gumam Diandra yang kini menangkap suara bariton dari seorang dokter wanita yang memiliki paras cantik dan masih muda. Mungkin seusia dengan sang suami.
"Selamat pagi, Nyonya Diandra." Sang dokter tersenyum simpul begitu pertama kali melihat pasien yang masuk.
Kemudian beralih menatap ke arah pria yang mendorong kursi roda. Untuk pertama kalinya bertemu dengan pria yang sudah sering terlihat di media karena merupakan seorang pengusaha sukses dan terkenal, merasa sangat terkejut.
"Anda ... bukankah Tuan Austin Matteo?" tanya sang dokter yang kini seketika bangkit berdiri dari kursi dan dalam hati merasa sangat aneh sekaligus penasaran mengenai hubungan pasien dengan pria dengan paras yang jauh lebih rupawan jika dipandang secara langsung.
Memang ia sering melihat sosok Austin Matteo di media dan mengetahui bahwa pria itu memiliki paras rupawan. Namun, begitu menyadari bahwa pengusaha sukses tersebut jauh lebih tampan aslinya, tentu saja ia merasa terkesima.
Sementara itu, Austin hanya tersenyum simpul dan langsung berdiri di sebelah kiri sang istri sambil melingkarkan tangan pada sisi pundak.
"Anda memang benar, Dokter. Sepertinya Anda belum tahu jika Diandra Ishana adalah istri saya karena ada banyak pertimbangan untuk tidak memberitahukan ini pada awak media. Jadi, saya harap Anda bisa menjaga rahasia ini."
To be continued...
__ADS_1