
Sementara itu, Asmita Cempaka yang tidak punya pilihan lain selain menuruti semua perintah dari dokter, sehingga memilih untuk setuju.
"Baik, Dokter. Lakukan semua yang terbaik. Saya akan langsung menandatangani surat pernyataan untuk dilakukan operasi."
"Baiklah. Sebaiknya Anda langsung menandatanganinya. Saya akan bersiap sekarang!" Sang dokter pun beralih pada beberapa perawat. "Bawa pasien ke ruangan operasi sekarang?"
"Baik, Dokter!" Dua perawat wanita yang sudah terbiasa dengan pekerjaan mereka, mulai melaksanakan perintah dan bisa melihat bagaimana seorang pasien kesakitan luar biasa dan harus operasi.
"Maafkan Mama, Sayang." Asmita Cempaka berjalan keluar untuk membantu pekerjaan para perawat dengan berlinang air mata.
Namun, ia lupa jika harus menandatangani surat pernyataan bahwasanya pihak keluarga tidak akan menuntut jika sampai terjadi sesuatu hal yang buruk saat operasi berlangsung maupun sesudahnya.
Sementara itu, Yoshi yang masih bisa dengan jelas melihat saat para perawat mendorong brankar, ia merasa seperti tidak punya pikiran lain selain menuju ke jalan kematian.
Bahkan jika itu terjadi, tidak akan pernah menyesal pernah dilahirkan di dunia dan kali ini siap jika dipanggil oleh Tuhan saat proses operasi.
Kemudian ia memiliki sebuah keinginan jika nanti masih hidup. 'Aku ingin bertemu Diandra dan bertanya sendiri padanya.'
'Kenapa mempermainkanku dan kembali pada Austin yang dulu bahkan sangat dibenci. Namun, jika aku mati di meja operasi, tidak akan pernah mendapatkan sebuah jawaban yang ingin kuketahui. Ya Allah, kuserahkan semuanya pada-Mu karena Engkau tahu apa yang terbaik untukku,' gumam Yoshi yang kini tidak lagi bisa mendengar suara ibunya yang sangat dirindukan.
__ADS_1
Brankar yang di dorong itu, kini sudah berada di dalam ruangan yang penuh kengerian luar biasa dan pastinya akan membuat siapapun meremang.
Ia merasa jika akan dibaringkan di sana dalam waktu beberapa jam. Bahkan ruangan itu adalah ruangan yang paling mengerikan seperti neraka yang siap menghancurkan orang di dalam ruangan tersebut.
Hingga sebelum kehilangan kesadaran, berubah pikiran dan mengungkapkan doanya. 'Izinkan aku selamat dari kematian sekali lagi, Tuhan. Aku tidak akan meminta macam-macam, meskipun aku tahu jika Engkau bisa memberikan kemungkinan besar.'
'Aku ingin mati setelah mendapatkan sebuah jawaban dari Diandra. Aku harap keinginanku ini dikabulkan."
"Lakukan tugasmu," ucap seorang perawat yang memakai seragam khusus operasi yang berbicara dengan rekannya untuk bersiap-siap.
Sementara di sisi lain, Yoshi kehilangan kesadaran begitu proses membius dilakukan.
karena terlalu memfosir kemampuan otak yang membutuhkan waktu untuk beristirahat, tetapi tidak dilakukan karena hari ini mendapatkan kunjungan dari seseorang yang telah menceritakan semua hal yang membuat pria itu merasa bersedih sekaligus terluka.
Sang dokter mengetahui semua itu karena tadi berbicara dengan obi pasien ketika akan masuk ruangan operasi. Karena meminta agar menyelamatkan putranya dan terlihat bersimbah air mata.
Asmita Cempaka yang saat ini berada di luar ruangan operasi, masih dengan wajah sembab ketika mengkhawatirkan keadaan putranya. "Ya Allah, selamatkan putraku. Aku tidak tahu lagi harus bagaimana sekarang. Aku tidak ingin hidup sendirian di dunia jika putraku menyusul suamiku."
Ia yang saat ini mengingat tentang perbuatan Austin Matteo, kini mengepalkan tangannya dan wajah yang dipenuhi oleh kesedihan dan bulir air mata tersebut berubah memerah. Seolah menunjukkan amarah yang membuncah di dalam hatinya kala mengingat kejadian beberapa saat lalu.
__ADS_1
"Jika sampai terjadi sesuatu hal yang buruk pada putraku, aku bersumpah akan menghancurkanmu, Austin Matteo dan juga Diandra. Lihat saja nanti. Seorang ibu tidak akan tinggal diam jika putranya diusik." Ia pun kini mengempaskan tubuhnya di atas kursi tunggu dan meraih ponsel miliknya di saku bajunya.
Kemudian melakukan panggilan internasional untuk berbicara dengan adik laki-laki yang berada di Jakarta. Begitu sambungan telepon tersambung dan mendengar suara bariton dari adiknya, ia pun langsung mengungkapkan niatnya.
"Halo, Kak. Apa ada kabar terbaru tentang Yoshi?"
"Aku ingin kau menculik Diandra dan anaknya! Kurung mereka di sebuah gudang gelap dan jangan kasih makan sampai kelaparan dan perlahan menjemput ajalnya!" sarkas Asmita Cempaka yang saat ini mengepalkan tangan kiri dengan mata memerah.
Bahkan ia tidak perduli saat mendengar respon terkejut dari saudara laki-lakinya karena memang ini baru pertama kali berbuat hal sekejam itu pada orang lain.
"Apaaa? Apa Kakak sudah gila? Menganggap nyawa orang seperti hewan yang bisa dihabisi kapan saja." sarkas Adi Nugroho yang saat ini seperti tidak mengenali sosok sang kakak.
Akhirnya Asmita Cempaka menceritakan tentang kejadian yang bermula dari kedatangan tiba-tiba Austin Matteo hingga membuat putranya shock dan harus dioperasi.
Berharap satu-satunya saudara yang dimiliki mau mendukung apa yang ingin dilakukannya untuk membalas dendam pada semua orang yang menjadi penyebab putranya berakhir di meja operasi dan berjuang antara hidup dan mati.
"Apa sekarang kau mengerti apa alasanku segila ini? Kau pun akan melakukan hal serupa demi anakmu jika berada di posisiku! Aku tidak mau tahu, cepat atur rencana untuk membuat wanita itu berakhir di neraka bersama dengan anaknya agar Austin Matteo menyesal!" Kemudian ia langsung mematikan sambungan telpon tanpa menunggu tanggapan dari adiknya.
To be continued..
__ADS_1