Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Pesan dari siapa?


__ADS_3

Gosip antara Diandra dan Yoshi semakin menyebar uas di perusahaan setelah para staf pria membicarakan mereka karena tadi makan siang gratis. Apalagi dibayarkan oleh bos yang tengah berkencan di warung sederhana depan perusahaan.


Para staf pria yang sudah melihat dengan jelas wajah kekasih bos mereka, memuji kecantikan wanita yang menjadi sekretaris pribadi tersebut dan juga kebaikannya karena bisa membuat pimpinan perusahaan makan di warung sederhana pinggir jalan.


Bahkan terlihat sangat sopan serta bisa membuat bos mereka membayarkan makanan. Tentu saja pujian dari para pria itu membuat banyak pegawai perempuan merasa kesal sekaligus cemburu pada nasib baik sekretaris pribadi sekaligus kekasih pimpinan perusahaan.


Apalagi bagi para pegawai wanita yang selama ini tebar pesona untuk menarik perhatian pimpinan perusahaan, tapi sama sekali tidak dilirik dan membuat mereka kehilangan harapan begitu mendengar kabar itu.


Seperti sore hari, semua pegawai asyik bergosip mengenai kabar yang tersebar luas di perusahaan. Bahkan seolah banyak pegawai wanita yang merasa penasaran dengan kekasih bos mereka seperti apa.


Apalagi sama sekali tidak ada foto yang diambil karena tidak ada yang berani melakukannya. Mereka bahkan hanya untuk diam-diam mengambil foto dari bos mereka saja tidak berani karena takut dipecat.


Itu semua karena para staf pria tadi yang makan di warung depan perusahaan, bahkan tidak boleh menatap ke arah wanita yang merupakan kekasih dari bos mereka.


Jadi, sampai sekarang banyak yang belum tahu seperti apa wajah kekasih dari pimpinan perusahaan yang tiba-tiba bekerja dan menjadi wanita spesial. Kini, lihat beberapa orang keluar dari lobi dengan berjalan perlahan karena ingin bisa ketemu dengan wanita yang dianggap sangat beruntung itu.


Apalagi semua wanita banyak yang iri dengan masih baik sang sekretaris pribadi sekaligus kekasih pimpinan perusahaan mereka.


Hingga beberapa saat kemudian terlihat pasangan kekasih yang keluar dari lift petinggi perusahaan dan membuat mereka berpura-pura untuk berbicara dengan rekan-rekan.


Karena tidak ingin sampai ketahuan menatap wajah wanita yang saat ini berjalan keluar bersama dengan bos mereka. Bahkan mereka berbisik-bisik agar tidak sampai melakukan kesalahan.


Karena jika melakukannya akan dipecat. Tentu saja tingkah mereka sangat berbeda-beda. Ada yang berbicara mengenai pekerjaan, ada juga yang berpura-pura menelpon, ada juga yang saat ini berjalan lambat seperti.


Sementara itu, Yoshi yang hari ini ingin mengajak Diandra berbelanja kebutuhan dapur karena semalam melihat tinggal sedikit. Bahkan ia berbicara tidak seperti dulu yang sangat berhati-hati ketika bertanya sesuatu pada Diandra.


Karena semenjak ia mengungkapkan ketulusan untuk bertanggung jawab jika sampai Diandra hamil benih Austin, kini sikap wanita itu sudah jauh lebih baik padanya.


Jadi, ia benar-benar merasa lega dan sangat senang karena tidak lagi menjadi serba salah ataupun takut jika sampai melakukan kesalahan dengan menyinggung perasaan Diandra.


Saat bersisian dengan Diandra, melihat beberapa tingkah para staf perusahaan yang dianggap sangat mencurigakan dan mengetahui apa penyebabnya.


Ia masih bersikap biasa ketika berjalan keluar dari lift, tapi begitu berada di depan lobby perusahaan, menghentikan langkahnya dan menatap ke arah para staf yang bergerombol terpisah-pisah.


Sementara itu, Diandra yang sudah menduga apa yang akan terjadi saat gosip mengenai hubungannya dengan Yoshi tersebar luas di perusahaan, sehingga membuatnya berpikir bahwa para pegawai tersebut ingin melihat seperti apa dirinya.


'Sampai segitunya mereka ingin melihat wanita jelek sepertiku yang saat ini mempunyai hubungan dengan Yoshi. Jika sampai hubungan kami gagal karena restu orang tua, aku tidak akan mempunyai muka lagi berhadapan dengan mereka semua.'


Hingga beberapa saat kemudian, ia mendengar suara bariton dari Yoshi yang terlihat menunjukkan arah gerombolan beberapa staf perusahaan yang membuatnya sebenarnya ingin tertawa.


"Kalau kalian masih ingin bekerja di sini, cepat pulang dan tidak perlu ingin tahu seperti apa wajah calon istriku!" sarkas Yoshi yang benar-benar sangat kesal karena banyak yang kepo dengan hubungannya bersama Diandra.


"Maaf, Presdir!" seru salah satu pegawai wanita yang saat ini langsung mengajak beberapa rekannya untuk meninggalkan perusahaan dan perjalanan menuju ke parkiran.


Bahkan ada juga yang lain membungkuk hormat dan melakukan hal sama agar tidak dipecat, lalu beranjak pergi dan buyar semua.


Yoshi saat ini masih tidak mengalihkan pandangannya pada beberapa orang pegawainya dan membuatnya geleng-geleng kepala.


"Mereka benar-benar seperti orang yang tidak pernah melihat wanita saja." Yoshi yang baru saja menutup mulut, saat ini menatap ke arah sosok wanita yang terdengar tertawa dan menurutnya semakin cantik.

__ADS_1


Jika selama ini selalu melihat wajah murung dari Diandra karena perbuatan Austin, tapi sekarang semuanya berbeda. Seolah pancaran kecantikan dari wanita itu terlihat jelas kalah tersenyum.


"Aku melihat sisi dirimu yang lain ketika menjadi pemimpin perusahaan," sahut Diandra yang saat ini masih tertawa melihat sikap penuh wibawa dari Yoshi.


Ia selama ini melihat pria itu selalu berhati-hati dan tidak pernah menaikkan nada suara padanya. Bahkan seperti seolah sangat takut jika ia sampai tersinggung. Namun, saat ini melihat Yoshi sangat keras pada para pegawainya yang ingin tahu tentangnya.


Jadi, merasa sangat aneh, sekaligus bahagia. Ia berpikir bahwa pria itu menjadi sangat galak ketika menghadapi staf perusahaan, sedangkan bersamanya malah terlihat seperti anak kecil yang takut dimarahi oleh ibunya.


Yoshi saat ini mengerti arah pembicaraan dari Diandra dan mengajaknya untuk berjalan menuju ke parkiran setelah semua staf perusahaan giat karena omelannya.


"Itulah akibatnya wanita yang bisa menaklukkan seorang pria, orangnya adalah kamu, Diandra! Mereka pasti berpikir jika aku juga melakukan hal sama dengan memarahimu karena menjadi bos sekaligus kekasihmu."


Yoshi bahkan saat ini tertawa membayangkan jika ia sangat lemah di hadapan Diandra dan tidak berani berbicara dengan menaikkan nada suara lalu sedikit pun.


Ia pun membuka pintu untuk Diandra dan langsung menutup perlahan begitu wanita itu duduk di kursi depan. Saat berjalan memutar mobilnya dan masuk untuk duduk di sebelah Diandra, ia tiba-tiba memikirkan sesuatu di kepalanya.


Kemudian menoleh ke arah sosok wanita yang saat ini memakai sabuk pengaman. "Sayang, aku perkenalkan kamu pada orang tuaku sekalian, ya? Setelah itu, baru kita pergi berbelanja."


Yoshi ingin menunjukkan keseriusannya pada Diandra dengan membawanya langsung ke rumah agar orang tuanya melihat sendiri seperti apa calon menantu mereka.


Namun, ia merasa sangat kecewa begitu melihat jawaban dari wanita yang langsung menggelengkan kepala atas ajakannya pergi ke rumah.


"Aku benar-benar belum siap untuk bertemu orang tuamu. Aku takut jika mendapatkan kalimat yang membuatku sakit hati karena aku sadar diri, hanyalah berasal dari kasta rendahan." Diandra ingin Yoshi berbicara terlebih dahulu pada orang tuanya.


Itu untuk melihat seperti apa reaksi mereka yang mengetahui bahwa putranya ingin menikahi seorang wanita sederhana yang bahkan berasal dari keluarga miskin.


Jika ada banyak wanita yang ingin memiliki seorang suami seperti Yoshi dan merasa sangat bangga bisa dikenakan pada orang tuanya, sedangkan Diandra benar-benar tidak percaya diri.


Apalagi menganggap bahwa kasta diantara mereka sangatlah berbeda jauh dan ada dinding pembatas yang tinggi dan tidak mudah untuk digapai. Jadi, ia ingin memastikan terlebih dulu sebelum memutuskan untuk menggapainya.


Begitu mendapatkan titik terang dari apa yang ia ingin raih, baru akan mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk bisa menggapai seorang Yoshi.


Ia bahkan sangat tidak nyaman mendapatkan tatapan aneh dari para staf perusahaan beberapa saat yang lalu yang ingin mengetahuinya seperti apa.


Apalagi harus bertemu dengan orang tua hebat yang berhasil membesarkan dan membuat Yoshi menjadi seorang pria luar biasa. Ia tahu bahwa orang tua pria itu pasti sangat baik dan menjadikan Yoshi pun demikian.


Namun, tetap saja tidak berani untuk bertemu dengan mereka sebelum mendapatkan lampu hijau setelah Yoshi mengungkapkan niat baik untuk menikahinya.


Hingga beberapa saat kemudian, ia mendengar suara paritan dari Yoshi yang selalu menuruti apapun kemauannya dan tidak pernah sekalipun memaksa.


"Baiklah. Aku akan berbicara terlebih dahulu dengan orang tuaku nanti malam setelah pulang dari apartemen." Yoshi sebenarnya sangat kecewa karena Diandra berpikir jika orang tuanya tidak akan menerima.


Namun, menyadari bahwa semua itu memanglah dirasakan oleh para wanita yang takut ditolak. Ia pun mengemudikan kendaraan menuju ke pusat perbelanjaan untuk belanja bahan-bahan kebutuhan pokok.


Diandra saat ini menatap ke arah sebelah kiri dan ada banyak hal yang dipikirkan. Ia memang memutuskan untuk menerima Yoshi yang berniat untuk serius padanya, tapi di sisi lain sangat ragu.


Ia takut jika sampai benar-benar hamil benih Austin dan diketahui oleh orang tua Yoshi. Hal itulah yang membuatnya seperti ragu untuk meneruskan keputusannya.


Kini, Diandra menoleh ke arah pria yang terlihat fokus mengemudi tersebut. "Aku saat ini tengah memikirkan bagaimana jika orang tuamu mengetahui aku hamil benih pria lain dan bukan benih putranya?"

__ADS_1


Yoshi yang rencana tidak akan pernah menceritakan mengenai rahasia besar tersebut pada orang tua karena yakin akan ditolak mentah-mentah dan disuruh mencari wanita lain.


Ia berusaha untuk membuat Diandra mengerti bahwa tidak semua hal harus diceritakan. "Aku tidak ingin kamu berbicara jujur mengenai hal itu pada orang tuaku."


"Apa aku harus memulai hubungan kita dengan sebuah kebohongan?" Diandra benar-benar merasa sangat berdosa jika sampai menyembunyikan hal besar dari orang tua Yoshi dan pastinya akan menganggap jika benih orang lain adalah cucu mereka.


Ia memang tidak berharap hamil benih Austin, tapi ia tahu jika semua itu sering terjadi. Bahwa orang yang belum menikah lebih mudah hamil daripada orang yang sudah menikah puluhan tahun terkadang sulit mempunyai keturunan.


Memang semua itu sudah ditakdirkan oleh Tuhan dan manusia hanyalah pelakon yang menjalani semuanya sesuai dengan ketentuan-Nya.


"Aku benar-benar merasa berdosa jika membohongi orang tuamu, Yoshi. Apalagi jika mereka menganggap bahwa itu adalah cucu kandung mereka. Aku mungkin terlalu berpikir jauh karena belum tentu juga aku hamil dan berharap tidak.


"Tapi segala kemungkinan bisa terjadi Dan aku tidak ingin terlalu bermimpi menjadi seorang wanita bahagia yang sempurna setelah menikah denganmu," ucap Diandra yang saat ini berpikir bahwa ia tidak akan pernah bisa hidup tenang dengan membohongi mertua jika memang benar hubungan mereka direstui.


Lain hanya dengan yang dipikirkan oleh Yoshi saat ini. Ia berpikir bahwa yang menjalani kehidupan rumah tangga bukanlah orang tuanya, tapi ia sendiri dan juga Diandra.


Ia tahu harus menjelaskan secara gamblang agar Diandra tidak mempermasalahkan hal itu dengan menyalahkan diri sendiri. Padahal sudah jelas jika yang terjadi bukanlah kesalahan yang disengaja.


"Kamu tidak perlu memikirkan semua itu, Sayang. Bagiku, itu semua tidaklah penting karena yang menjalani hubungan adalah kita. Jika kita bahagia, tidak perlu berharap orang lain juga akan bahagia."


Yoshi terdiam sejenak untuk berbicara mengenai sesuatu yang bersifat pribadi. "Lagipula aku juga akan berusaha menghamilimu setelah kita menikah dan memberikan cucu kandung untuk orang tuaku."


Diandra seketika menoleh ke arah pria yang membuatnya langsung mengarahkan sebuah cubitan pada lengan kekar di balik jas berwarna hitam yang dikenakan Yoshi.


"Dasar mesum! Seperti berpengalaman saja menghamili perempuan," sarkas Diandra yang saat ini menatap tajam.


Yoshi hanya terkekeh geli ketika merasakan cubitan Diandra. Ia memang ingin membuat senyuman merekah kembali terukir dari bibir sensual itu.


Hingga ia pun merasa lega saat Diandra sudah tidak murung lagi seperti beberapa saat lalu karena memikirkan berbagai macam kemungkinan buruk setelah menikah.


"Aku pasti akan berbuat mesum setelah kita sah menjadi suami istri dan kamu harus menerimanya dengan ikhlas, Sayang." Kemudian ia mengedipkan mata untuk menggoda sang kekasih.


Hingga beberapa saat kemudian ia meraih telapak tangan Diandra dan menggenggam erat. Bahkan ketika memindahkan gigi mobil, sama sekali tidak melepaskannya dan tetap menyatukan tangannya.


"Jangan suka ngambek melihat kenakalan calon suamimu karena kamu harus membiasakan diri agar tidak terkejut nanti. Bahwa calon suamimu ini sangat nakal," ucap Yoshi yang kembali mengedipkan mata untuk menggoda wajah dengan bibir mengerucut yang sangat menggemaskan itu.


Beberapa saat kemudian, ia mendengar notifikasi dari ponsel milik Diandra yang berada di dalam tas.


"Apa calon mertuaku mengirimkan pesan? Aku akan menelpon mertua setelah berbicara pada orang tuaku." Yoshi melepaskan tangannya karena Diandra hendak mengambil ponsel.


Sementara itu, Diandra yang belum mengetahui siapa yang mengirimkan pesan, kini membuka notifikasi pada ponselnya dan seketika membulatkan mata begitu membacanya.


"Pesan dari siapa, Sayang?" tanya Yoshi yang saat ini mengerutkan kening melihat ekspresi wajah Diandra yang seperti sangat terkejut dan seperti sudah menduga dari siapa, tapi ini memastikan sendiri dari mulut Diandra.


Diandra seketika menelan ludah begitu membaca pesan yang baru saja masuk. Ia menatap ke arah sosok pria di balik kemudi.


"Ini adalah pesan dari ...."


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2