Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Sedang tidak baik-baik saja


__ADS_3

Berpura-pura menjadi orang yang tidak tahu apapun ketika mendengarkan apa yang saat ini dikatakan oleh Yoshi seolah membuat Diandra menjadi pecundang karena menyembunyikan fakta mengenai perkataan dari Austin yang telah menceritakan semuanya padanya.


'Yoshi, aku tahu bahwa saat ini kamu pun sedang tidak baik-baik saja dan terluka. Kamu pasti bisa melewati semua cobaan ini. Begitu pun dengan aku yang akan melupakan semua kenangan di antara kita,' diri Diandra di dalam hati yang saat ini masih bisa berpikir jernih karena ada hikmah dibalik kemalangan yang menimpanya.


Bahwa ia bertemu dengan Yoshi belum lama dan berpikir tidak terlalu berat ataupun susah payah melupakan pria yang berjanji untuk menikahinya tanpa memperdulikan statusnya yang sudah tidak perawan karena Austin.


"Besok, kamu pergi saja ke kantor sendirian naik taksi, Sayang. Atau aku menyuruh asisten pribadiku menjemputmu?" tanya Yoshi yang mengakhiri ceritanya mengenai sang ayah yang masih belum stabil.


Karena tidak ingin menyusahkan orang lain dan juga berencana segera pergi meninggalkan pria di seberang telepon tersebut yang menjadi dewa penyelamatnya, dini Diandra mengarang cerita.


"Tidak perlu dijemput karena aku besok akan berangkat sendiri naik taksi. Biarkan saja asisten pribadimu fokus bekerja karena pasti kamu besok tidak ke kantor, bukan?" Diandra menatap ke sembarang arah dengan perasaan tidak menentu.


Hingga ia pun merasa lega saat Yoshi tidak mengungkapkan nada protes padanya. Bahkan kebohongan yang baru saja diungkapkan sama sekali tidak membuatnya dicurigai.


"Baiklah jika itu yang kamu inginkan. Sayang ...." Yoshi merasa bimbang dan berniat untuk menceritakan semua hal yang berhubungan dengan perjodohan.

__ADS_1


Ia sangat takut akan kehilangan sosok Diandra jika berbicara jujur hari ini. Akhirnya tidak jadi menjelaskan tentang apa yang akan dilakukan esok hari.


"Iya, ada apa?" Diandra bahkan merasa khawatir jika pria yang dicintainya tersebut menceritakan semuanya dan membuatnya kebingungan untuk mengambil keputusan.


'Apapun yang dikatakan olehnya, aku tetap harus pergi meninggalkan Jakarta. Meskipun tidak punya tempat tujuan, tapi paling tidak harus mencari tempat aman untuk menenangkan diri sementara waktu,' gumam Diandra yang masih menunggu Yoshi kembali berbicara.


"Aaah ... tidak, Sayang. Aku saat ini benar-benar sangat lelah dan banyak pikiran karena khawatir dengan keadaan papa. Aku pun juga memikirkanmu karena besok tidak bisa berangkat bersama. Aku bahkan sudah sangat merindukanmu saat ini." Yoshi hanya bisa mengarang cerita dan kali ini berharap Diandra tidak curiga padanya.


'*Aku akan menceritakan semuanya setelah masalah selesai. Saat papa sudah di operasi dan keadaannya membaik, aku akan memberitahu Diandra.'


'Semoga ia bisa mengerti dan tidak membenciku saat menikah dengan wanita lain*,' gumam Yoshi yang saat ini memiliki rencana untuk berbicara jujur pada wanita yang akan dinikahinya besok.


"Lebih baik kamu fokus saja pada keadaan papamu dan jangan memikirkanku karena aku disini baik-baik saja. Aku bukan anak kecil yang tidak bisa mandiri tanpamu," ucap Diandra yang saat ini berusaha untuk memikirkan hal terbaik bagi mereka dengan berarti menjadi wanita naif.


Karena tidak kuasa mendengar suara merdu yang selama ini membuat hidupnya bersemangat, Yoshi memilih untuk menuruti semua perintah Diandra.

__ADS_1


"Kalau begitu, beristirahatlah karena ini sudah sangat larut. Besok pagi kamu harus tepat waktu datang ke kantor agar tidak menjadi perbincangan para staf wanita yang iri padamu." Yoshi mengakhiri dengan candaan agar suasana hatinya terobati.


"Selamat malam. I love you, Sayang," ucap Yoshi untuk terakhir kalinya memanggil Diandra seperti itu karena tidak mungkin melakukannya besok setelah berstatus sebagai suami sah wanita lain.


Meskipun hatinya sedang tidak baik-baik saja, Diandra seketika menyahut karena berharap apa yang ditunjukkan hari ini mewakili perasaannya pada seorang Yoshi yang menjadi malaikat penyelamatnya.


"I love you too."


Sambungan telpon yang masih tersambung, tapi tidak saling mendengar suara masing-masing karena keduanya hanya terdiam.


Hingga beberapa saat kemudian panggilan terputus dan Diandra-lah yang sengaja melakukannya karena tidak ingin berlama-lama mendengar pria yang dicintai seperti tertekan dan dipenuhi keraguan.


"Sampai jumpa lagi di lain waktu atau pun tempat lain, Yoshi. Maafkan aku karena hanya sesaat singgah di hatimu. Semoga kamu berbahagia setelah menuruti perintah orang tua." Kemudian Diandra berniat untuk merapikan pakaian yang akan dibawa besok.


Entah mengapa ia merasa sangat berat melepaskan perasaannya yang baru saja tertanam dan bersemayam di sana.

__ADS_1


Bahkan belum terlalu lama ia mengenal pria sebagai Yoshi, tapi perasaannya benar-benar terluka dan hancur hari ini karena berpikir bahwa ia tidak akan pernah bertemu lagi dengan malaikat pelindungnya.


To be continued...


__ADS_2