
Yoshi merasa ada hal buruk yang terjadi. Ia kini mendengarkan penjelasan dari sang ibu dan seketika wajahnya bertambah muram begitu mengetahui apa yang terjadi.
"Papamu terkena serangan jantung dan sekarang berada di rumah sakit untuk dilakukan operasi," ucap Asmita Cempaka yang saat ini dikuasai oleh kekhawatiran.
Sementara itu, Yoshi sama sekali tidak menyangka jika sang ayah yang selama ini terlihat sangat sehat, tiba-tiba terkena serangan jantung, merasa ada sesuatu yang aneh. Ia berpikir jika pasti ada penyebab sang ayah terkena serangan jantung.
Namun, ia tidak bertanya banyak pada sang ibu karena tahu jika wanita yang sangat disayanginya tersebut tengah dikuasai kekhawatiran serta kepanikan luar biasa.
"Aku akan ke rumah sakit sekarang, Ma. Mama tenang dan jangan berpikiran buruk karena papa sudah ditangani oleh dokter. Lebih baik kita berdoa agar operasi papa berjalan lancar. Aku tutup telponnya, Ma karena akan langsung ke sana." Yoshi langsung mematikan sambungan telpon begitu sang ibu mengiyakan.
Ia kini menelan saliva dengan kasar serta degup jantung berdetak sangat kencang kala memikirkan keadaan sang ayah yang tiba-tiba mengalami nasib sama seperti ayah Diandra.
'Ya Allah, kenapa semuanya terjadi di saat wanita yang kucintai sedang tidak baik-baik saja? Bahkan Diandra saat ini sangat membutuhkan aku setelah berbicara dengan ayahnya. Aku pun tidak mungkin mengabaikan papaku.'
__ADS_1
Yoshi yang dikuasai oleh kegelisahan, kini berjalan menuju ke arah ruang makan karena berpikir Diandra masih berada di sana untuk menenangkan diri. Namun, ia seketika membulatkan mata begitu melihat wanita itu berdiri di dekat dinding pembatas.
"Sayang? Apa kamu dari tadi di sini?" tanya Yoshi yang saat ini yakin jika Diandra mendengar pembicaraannya dengan sang ibu di telpon.
Diandra refleks mengangukkan kepala karena tadi ia sangat khawatir begitu melihat sosok pria yang mendapat telpon penting. Hingga ia pun mengalihkan kegelisahan yang dirasakan karena merasa iba pada ayah pria yang memiliki ikatan batin dengannya.
"Pergilah ke rumah sakit sekarang dan jangan mengkhawatirkan aku. Aku benar-benar tidak apa-apa," sahut Diandra yang saat ini mengusap lembut lengan kekar pria di hadapannya.
Hingga ia pun saat ini berpikir jika Yoshi masih sangat mengkhawatirkannya dan tidak tega pergi. Jadi, berpikir bahwa ia ingin Yoshi tidak terlalu memikirkannya.
"Pergilah! Sekali lagi, aku baik-baik saja." Kemudian ia mendorong tubuh kekar Yoshi agar berjalan menuju ke arah pintu keluar.
Berbeda dengan Yoshi yang saat ini juga mengkhawatirkan keadaan Diandra serta sang ayah. Ia bahkan berjalan lemah seperti tidak bertenaga. Seolah ia sangat khawatir jika meninggalkan Diandra, akan terjadi sesuatu hal yang buruk pada wanita yang dicintainya.
__ADS_1
"Apa kamu tidak apa-apa di apartemen sendirian, Sayang? Bukankah kamu tengah bersedih dan tertekan karena perbuatan bajingan itu?" Yoshi yang kini sudah berdiri di depan pintu, merasa ada sesuatu hal yang menahannya di sana dan di saat bersamaan, ada yang seolah menariknya agar segera pergi.
Diandra tidak ingin semakin menambah kekhawatiran dari pria yang dianggapnya harus menunjukkan sikap sebagai seorang anak berbakti. Hingga ia seketika meninju lengan kekar di balik kemeja itu.
"Cepat pergi karena aku baik-baik saja. Kamu harus lebih mementingkan hal yang berhubungan dengan ayahmu karena aku memahami bagaimana perasaanmu saat ini." Mengibaskan tangan dan tanpa menunggu Yoshi pergi, Diandra langsung menutup pintu apartemen.
Hingga ia mengembuskan napas berat begitu menutup pintu dan masih berdiri di belakangnya. "Aku saat ini memang sangat membutuhkanmu, tapi bukan berarti akan egois dengan menahanmu di sini saat ayahmu tengah berjuang antara hidup dan mati."
Diandra yang saat ini menatap ke arah depan, bisa mendengar suara bariton dari luar pintu dan membuat bola matanya berkaca-kaca.
"Maafkan aku karena tidak bisa menemanimu saat kamu sedang tidak baik-baik saja, Sayang. Aku pergi dan doakan papaku kembali sembuh," teriak Yoshi dari luar pintu apartemen dan langsung berjalan menuju ke arah lift untuk segera menuju ke rumah sakit.
To be continued...
__ADS_1