Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Sibuk menebak


__ADS_3

"Iya, aku akan melupakannya," ucap Diandra yang saat ini baru saja selesai mencuci piring dan sudah merapikan meja makan.


Ia sebenarnya tahu jika Yoshi bukanlah tipe orang yang suka bercanda ataupun merupakan seorang pria yang sangat serius ketika memutuskan sesuatu hal. Jadi, sangat yakin jika kalimat ajakan barusan sangat tulus diberikan padanya.


Bahwa Yoshi adalah tipe orang yang sangat serius dan tidak pernah main-main ketika mengajaknya untuk menjalin hubungan serius, yaitu menikah.


Ia bahkan berpikir jika pria itu sangat yakin untuk mengakhiri masa lajang demi mengajak menikah tanpa menjalani hubungan pacaran seperti yang dilakukan kebanyakan pasangan dengan alasan saling mengenal.


Padahal itu jauh lebih banyak mengalami dampak buruk atau negatif, tapi seolah hal seperti itu sangat biasa dan lazim di kalangan banyak pasangan.


Bahkan pacaran saat ini sering di luar batas dan menganggap seperti pasangan suami istri karena melakukan perbuatan terlarang dianggap biasa dan bahkan sering diumbar di sosial media tanpa merasa malu.


'Pasti Yoshi berpikiran sama denganku bahwa tidak ingin seperti kebanyakan pasangan yang menjalani hubungan dan melakukan hubungan terlarang. Ia mungkin ingin langsung menikah karena berpikir jika itu adalah jalan yang terbaik untuk menjalin hubungan yang serius.'


Diandra mungkin akan langsung mengiyakan lamaran dari pria itu jika posisinya tidak seperti saat ini yang mengalami masalah besar dengan Austin.


Namun, ia tidak ingin menerima Yosi yang baru saja mengetahui semua kenyataan pahit yang menyatakan dan menganggap Itu adalah sebuah belas kasihan semata atas nasibnya yang sangat tragis.


Jadi, berpikir bahwa jika memang ia berjodoh dengan pria sebaik itu, ingin waktu yang menjawab dan berusaha untuk membuka hati jika lama-kelamaan hubungan mereka bertambah dekat.


Meskipun semuanya bermula dari pertolongannya dan berakhir ia mendapatkan pekerjaan, Diandra berusaha untuk bisa membuat semuanya berjalan seperti air mengalir dan tidak ingin memaksakan diri.

__ADS_1


Sebuah kenyamanan yang saat ini dibutuhkan olehnya. Karena membutuhkan seseorang yang bisa mengerti semua hal mengenai dirinya.


Meskipun itu sudah ia dapatkan dari Yoshi, tapi tidak ingin secepat itu memutuskan untuk menjalin hubungan karena semuanya butuh waktu dan tidak bisa dipaksakan.


Saat ini, Diandra yang baru saja selesai membersihkan dapur, seolah merasa menjadi pasangan suami istri baru yang berbagi tugas pekerjaan rumah. Karena tadi Yoshi sudah memasak, sedangkan ia menghidangkan makanan dan mencuci piring serta merapikan dapur.


Kini, ia bisa melihat pria yang baru saja bangkit dari kursi tersebut seperti gugup saat membuka suara.


"Apa ada yang kamu butuhkan? Mumpung aku ada di sini, jadi bisa ngebantuin." Yoshi merasa bingung harus berbicara apa setelah ia tiba-tiba mengajak Diandra untuk menikah.


Tadi ia melihat isi kulkas yang sudah tidak banyak stok makanan dan berniat untuk mengajak Diandra berbelanja. Namun, ia khawatir jika dianggap telah mencari kesempatan untuk bersama wanita itu.


Jadi, berbicara seadanya untuk membuka perbincangan yang serasa aneh setelah ia berbicara konyol. Meskipun ia benar-benar serius dan sama sekali tidak berniat untuk mempermainkan Diandra, tetap saja terasa aneh jika baru saja mengenal sudah mengajak untuk menikah.


'Dasar bodoh! Seharusnya aku tidak berbicara seperti itu tadi pada Diandra. Rasanya sekarang aku ingin memukul mulutku, tapi tidak mau melakukannya di depan Diandra.'


Yoshi dengan perasaan tidak karuan menunggu wanita yang terlihat berjalan ke arahnya. Hingga beberapa saat kemudian, melihat Diandra yang memberikan kode agar ia keluar dari ruang makan.


"Kebetulan sekali aku membutuhkan bantuanmu untuk mengajariku tentang pekerjaan yang akan aku lakukan besok. Kamu bisa memberiku contoh pekerjaan dan menyuruh untuk mengerjakannya. Anggap saja aku saat ini menjalani masa training dan langsung diajari oleh foundernya."


Diandra sebenarnya mengetahui jika pria itu masih ingin berada di sana dan tidak ingin cepat pulang. Bahkan ia pun merasa sangat nyaman berinteraksi dengan Yoshi dan tidak ingin sendirian saat suasana hatinya sedang kacau akibat bertemu dengan Austin.

__ADS_1


Ia sadar jika hanya akan menghabiskan waktu di apartemen dengan menangis sepanjang hari karena tidak ada pekerjaan yang dilakukannya. Jadi, berpikir ingin diberikan sebuah kesibukan agar tidak hanya diam di apartemen mewah itu sendirian.


Diandra saat ini duduk di sofa yang berada di ruang tengah dan berniat untuk menyuruh pria itu duduk di sebelahnya, tapi seolah sudah mengerti, memberikan perintah, Yoshi kini duduk di sebelahnya.


Yoshi saat ini tengah memikirkan sesuatu untuk membuat Diandra mengerjakan pekerjaan yang besok akan dilakukan di kantor.


Ia kemudian bangkit berdiri setelah menemukan solusi. "Sebentar, aku akan mengambil laptop di kamar Naura dulu."


Yoshi langsung menuju ke arah ruangan saudara sepupunya. Ia tahu jika Naura memiliki laptop yang disimpan di dalam kamar karena mengetahui bahwa sepupunya tersebut suka sekali membuka website yang berhubungan dengan pekerjaan freelance.


Hobi mengambil gambar membuatnya sering menjual hasil jepretannya ke situs yang bisa membeli dengan harga tinggi jika konsepnya sangat menarik.


Bahkan dari hasil penjualan tersebut, pernah dipamerkan kepadanya dan membuatnya baru tahu jika di zaman sekarang ini ada banyak situs untuk menghasilkan uang.


Bahwa yang terpenting adalah mempunyai keahlian dan rajin mengasah kemampuan serta mencari tahu semua informasi yang berhubungan dengan situsnya.


Sementara itu, Diandra ya saat ini terdiam sendiri di sofa, mengingat pertemuan dengan Austin dan ia berpikir bahwa mungkin akan sering bertemu dengan pria itu jika bekerja dengan Yoshi.


'Yoshi bahkan sudah berjanji untuk selalu melindungiku dari Austin. Jika aku bekerja untuknya, pasti bajingan itu tidak akan tinggal diam. Sebenarnya apa yang dimaksud tadi? Kenapa ia mematikan sambungan telpon sebelum menyelesaikan pembicaraan?'


Semenjak perkataan Austin yang menegaskan telah memiliki sebuah bukti, Diandra sibuk menebak apa yang akan dilakukan pria itu dengan bukti transfer sejumlah uang saat ia menjual keperawanannya.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2