
Beberapa saat lalu, Yoshi yang masih tertidur pulas di atas ranjang perawatan dan Asmita Cempaka pun juga sama. Hingga suara ketukan pintu kini terdengar dari luar.
Hal itu membuat alam bawah sadar wanita paruh baya itu seketika bangkit dan perlahan membuka matanya. Saat menyadari jika hari sudah pagi, ia berpikir jika yang datang adalah perawat yang akan mengecek keadaan putranya.
Namun, ia seketika mengerutkan keningnya begitu melihat dua pria berseragam masuk ke dalam ruangan kamar perawatan putranya. Merasa ada sesuatu yang tidak beres, kini ia bangkit dari posisinya yang awalnya berbaring di atas ranjang perawatan.
"Selamat pagi, Nyonya Asmita Cempaka." Pria berseragam lengkap yang datang pagi-pagi sekali itu memang sengaja melakukannya agar tidak bisa kabur sebelum ditangkap.
"Ada apa, Pak polisi?" Saat ia baru berniat untuk mengajak dua pria itu keluar dari ruangan perawatan agar putranya yang dilihatnya masih tertidur pulas itu tidak merasa terganggu, tapi usahanya sia-sia.
Ia saat ini melihat pergerakan putranya yang bergerak dan beberapa saat kemudian membuka mata. "Sayang, kamu sudah bangun karena merasa terganggu, ya?"
Asmita Cempaka sangat kesal pada para polisi yang tidak bisa berbicara lirih di saat putranya masih tidur nyenyak. Apalagi sekarang sudah terbangun dan menatap aneh pada mereka.
"Mama? Kenapa para polisi ada di sini?" Yoshi yang saat ini memiliki firasat buruk karena berpikir jika itu karena kejahatan sang ibu yang memfitnah Austin hingga dilaporkan.
__ADS_1
Asmita Cempaka saat ini hanya mengendikkan bahu karena memang belum mendengarkan penjelasan dari sang dokter.
Ia bahkan saat ini sebenarnya bisa mengetahui jika tujuan para polisi tersebut ingin menangkapnya. Itu karena Austin pernah mengancamnya untuk tidak mengganggu kehidupan rumah tangga pria itu.
Berpikir jika tuduhan tidak berdasar tersebut memiliki sebuah hal yang besar di balik semua itu, ia menunggu sampai dua pria berseragam tersebut menjelaskan padanya.
Salah satu polisi kini menunjukkan sebuah file di ponselnya. "Ada yang melaporkan Anda atas tuduhan peneroran dan pencemaran nama baik. Jadi, Anda harus dipulangkan untuk diperiksa lebih lanjut oleh kepolisian di Jakarta."
Kemudian menunjukkan file berisi sebuah surat untuk membuat wanita itu segera pergi dari kota London untuk diperiksa oleh polisi. "Jadi, sekarang Anda dideportasi karena menjadi orang yang bermasalah dan dikhawatirkan akan melibatkan negara ini."
Ia refleks menoleh ke arah putranya yang saat ini sama terkejutnya dengan dirinya. "Sayang, nanti biar Mama hubungi pamanmu untuk menyuruh orang menemanimu di sini saat kembali ke Jakarta."
Yoshi sama sekali tidak tahu jika sang ibu akan dilaporkan oleh Austin. Ia bahkan berpikir jika pria itu mau memaafkan kesalahan sang ibu, tapi ternyata tidak.
"Ma, berikan ponselnya padaku. Aku ingin berbicara dengan Austin." Kemudian beralih menatap ke arah polisi. "Tunggu sebentar, Pak polisi karena saya akan berbicara dulu dengan orang yang melaporkan mamaku."
__ADS_1
Asmita Cempaka yang tidak punya pilihan lain selain patuh pada putranya, kini mempercayakan semuanya karena ingin tahu sampai di mana kasih sayang seorang anak setelah perjuangannya yang teramat besar menemani putranya di Rumah Sakit tanpa ada yang menggantikan.
'Seharusnya aku sadar jika pria itu layak dihabisi agar tidak berbuat sampai sejauh ini. Aku tidak akan tinggal diam dengan semua ini karena akan melakukan segala cara untuk bebas dan tidak akan lagi memberikan toleransi pada bajingan itu.'
Saat ini ia berbicara pada polisi ketika membahas tentang putranya yang tengah sakit. Berharap mendapatkan keringanan sampai putranya benar-benar pulih, baru tidak keberatan dideportasi.
Hingga ia mendengar suara bariton dari putranya yang saat ini marah-marah pada Austin Matteo ketika berbicara di telpon.
Yoshi yang tidak tega pada sang ibu karena harus diperiksa atas kasus yang bahkan belum diketahui olehnya, tapi yang jelas ia akan membela sang ibu sampai titik darah penghabisan.
'Ma, aku akan selalu melindungimu karena sekarang akulah yang menggantikan posisi papa. Tidak akan kubiarkan Mama hidup menderita di masa tua,' gumam seorang anak yang tidak ingin melihat seorang ibu bersedih, apalagi hidup menderita di masa tuanya.
Asmita Cempaka masih terdiam di hadapan putranya yang bahkan sudah membelanya habis-habisan di depan seorang pria yang sangat dibencinya, yaitu Austin Matteo.
'Putraku, jika nanti Mama dipenjara, semoga kamu membalaskan dendam pada Austin Matteo karena pria itu pantas mendapatkan kehancuran karena membuat wanita pembawa sial itu hidup bahagia,' gumamnya yang kini tersenyum bahagia ketika melihat Yoshi murka pada Austin Matteo.
__ADS_1
To be continued...