Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Dunia penuh tekanan


__ADS_3

Diandra yang tadinya diam dengan di dalam ruangan istirahat dengan beragam pertanyaan yang menari-nari di otak karena ulah Austin, kini samar-samar mendengar suara seorang wanita di luar.


'Ada seorang wanita yang datang? Aah ... jadi ini alasan aku tidak boleh keluar dari ruangan pria itu? Pantas saja ia tadi langsung menyeretku ke sini.'


Diandra hanya bisa bergumam sendiri di dalam hati karena tidak ingin menimbulkan suara dan akhirnya terjadi kesalahpahaman di antara pasangan kekasih itu.


Bahkan ia bisa jelas mendengarkan pembicaraan antara pria dan wanita yang ditebak adalah sepasang kekasih tersebut.


'Wanita yang datang ke sini memangnya kekasih yang ke berapa kira-kira? Orang kaya dan tampan sepertinya memang sangat mudah mendapatkan para wanita yang diinginkan.'


 'Seperti yang tadi disombongkan oleh pria itu, pasti kekasihnya sangat cantik dan seksi. Aku jadi penasaran seperti apa tipe wanita itu.'


'Seandainya bisa, aku ingin terjadi seperti di film-film. Dicintai pria kaya dan orang tuanya memberikan cek dengan nominal fantastis dengan perintah untuk menjauhi putranya.'


'Pasti aku akan dengan senang hati meninggalkannya dan melunasi utang keluarga, lalu sisanya untuk berfoya-foya memakai uang itu.'


Kemudian ia menyadari jika angannya terlalu tinggi dan akhirnya menyadari bahwa itu tidak akan pernah terjadi.

__ADS_1


'Dasar bodoh! Itu hanya terjadi di dunia halu dan tidak ada di dunia nyata karena pada kenyataannya, pria kaya dan hebat serta memiliki paras rupawan itu memiliki selera yang sangat tinggi dan harus sesuai dengan kriteria.'


'Sementara aku apa? Wanita miskin dengan tubuh rata seperti yang dikatakan pria itu, jadi harus sadar diri dan tidak mengharapkan sebuah hal muluk-muluk.'


Saat Diandra sibuk dengan pikirannya, kini ia menyadari jika di luar sudah tidak terdengar suara seorang wanita, sehingga kini menunggu pintu di hadapan terbuka saat Austin memberitahukan sudah boleh pergi.


Tidak ingin dikira menguping, kini ia kembali ke arah ranjang dan duduk di sana sambil menunggu pintu dibuka dari luar.


 


Hingga beberapa saat kemudian, pintu diketuk dari luar dan mendengar suara bariton dari luar.


Sambil mengumpat di dalam hati karena harus membuat wanita itu mengetahui salah satu kekasihnya dan berpikir mungkin akan gagal untuk menambah koleksi wanitanya.


 


"Apa yang kamu lakukan di dalam saat aku menyuruhmu menunggu?"

__ADS_1


Diandra hanya tersenyum kala mendapatkan pertanyaan bernada kesal tersebut. Kemudian menunjukkan ponsel yang ada di genggaman.


"Aku hanya melihat video tanpa suara di ponsel ini," sahut Diandra yang kini langsung bangkit berdiri dari posisinya.


"Sepertinya Anda sangat takut jika sampai ketahuan menyembunyikan seorang wanita. Jadi, langsung mengusir kekasih dari kantor, tapi itu lebih baik karena saya jadi bisa pergi secepatnya."


Kemudian ia membungkukkan badan sebagai bentuk rasa hormat pada yang lebih tua.


Sementara itu, Austin yang sebenarnya ingin membantah pemikiran wanita yang hendak pergi saat ia bahkan belum menjawab, tapi tidak jadi melakukan itu.


'Dasar bodoh! Padahal aku menyelamatkannya dari amukan wanita lain yang bahkan tidak ada hubungan apapun dengannya.'


'Jika tidak, pasti ia akan babak belur karena rasa tidak terima dari Cinta," gumam Austin yang saat ini mencoba untuk mendekati sosok wanita yang membuatnya merasa sangat penasaran.


Baru kali ini seorang Austin Matteo melihat seorang wanita yang bahkan tidak sebanding dengan para kekasihnya dengan perasaan berkecamuk.


"Baiklah. Kamu boleh pulang sekarang untuk mempersiapkan mental saat bekerja di dunia kantor yang penuh tekanan."

__ADS_1


"Siap, Tuan Austin," sahut Diandra yang kemudian membungkuk hormat dan segera berjalan menuju ke arah pintu keluar.


To be continued...


__ADS_2