Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Demi anak-anak


__ADS_3

Austin masih tidak mengalihkan perhatian dari sang istri yang dari pingsan karena efek kehamilan di trimester pertama dan membuatnya merasa sangat bahagia begitu mendengar bahwa sebentar lagi akan kembali memiliki keturunan, yaitu anak kembar.


Ia makan sama sekali tidak pernah berpikir memiliki anak kembar karena awalnya hanya menginginkan seorang anak perempuan karena sudah memiliki Aksa yang menjadi anak sulung dan pewaris tahta keluarga Matteo.


Saat menggenggam erat punggung tangan wanita dengan kelopak mata tertutup di hadapannya tersebut, ia bahkan tidak sedetikpun mengalihkan perhatiannya.


"Sayang, Aku ingin melihat reaksimu begitu mengetahui jika kamu saat ini tengah hamil anak kembar. Bukankah Seharusnya kamu merasa sangat bahagia dan hubungan kita semakin erat karena ada dua buah hati yang sudah tumbuh di rahimmu?" Austin saat ini mengingat sesuatu hal yang membuatnya mengerti.


Bahwa memiliki sanak saudara dari pihak sang ayah yang memiliki keturunan anak kembar. Ia berpikir bahwa hal itulah yang membuat sang istri bisa hamil anak kembar karena memang ada gen dari silsilah keluarga besar Matteo.


"Orang tuaku dan juga mertua pasti merasa sangat bahagia mendengar kabar baik ini. Kenapa aku belum mengabarkannya pada mereka?" Austin seketika menepuk jidat begitu mengingat jika ia tengah bersandiwara mengalami kecelakaan dan pastinya harus berpura-pura tidak sadarkan diri ketika sang istri sadar.

__ADS_1


Kini, ia seketika bangkit dari kursi dan mengurus semua hal agar sandiwaranya tidak ketahuan oleh sang istri karena berpikir bahwa semuanya akan buruk ketika kebohongannya terbongkar.


'Aku akan meminta dirawat di ruangan yang sama dengan istriku agar begitu mengetahui jika ia tersadar, langsung berpura-pura berbaring di sebelah ranjang perawatan.' Austin berpikir bahwa hal yang dimintanya sangat wajar karena merupakan pasangan suami istri.


Ia bahkan rela mengeluarkan banyak uang hanya untuk bisa membuat sandiwara demi melindungi kehidupan rumah tangganya yang terancam hancur karena ulah dari orang-orang yang tidak suka melihat kebahagiaannya.


Beberapa saat kemudian, beberapa perawat yang tadi membantunya untuk bersandiwara di IGD, sudah mengatur semuanya dan juga memasang kembali infus perban palsu di bagian kepala serta kaki agar lebih terlihat meyakinkan.


Ia khawatir jika tiba-tiba wanita yang mengalami pingsan tersebut mendengar penjelasannya dan akan berakibat menjadi masalah besar.


Austin yang baru saja menganggukkan kepala, saat ini langsung mengeluarkan dompet dari saku belakang celana dan menyerahkan beberapa lembar uang sebagai tips karena sudah membantu sandiwaranya meskipun harus memakai nama pemilik dari rumah sakit yang merupakan rekan bisnisnya.

__ADS_1


"Terima kasih dan ini sebagai bonus tambahan." Kemudian ia kembali masuk ke dalam ruangan perawatan setelah perawat itu mengucapkan terima kasih atas kebaikannya memberikan uang cukup lumayan.


Hingga saat ia berjalan masuk ke dalam ruangan perawatan sang istri serta dirinya, mengirimkan pesan pada orang tua serta mertuanya agar mengabari mengenai kejadian hari ini dan juga kecelakaan yang menimpanya.


"Aku tidak mungkin berpura-pura tertidur saat istriku sadar karena nanti dia melakukan sesuatu yang diluar nalar. Jadi, harus ada orang dari pihak keluarga yang bisa menghentikannya untuk pergi meninggalkanku."


Ia lebih fokus pada kesehatan dari istri dan calon buah hatinya dibandingkan dengan yang lain, sehingga berjanji akan melakukan segala cara untuk membuat mereka selalu baik-baik saja.


"Sayang, semoga kamu berpikiran yang sama sepertiku. Bahwa kamu akan selamanya bersamaku demi kebahagiaan anak-anak kita ya sebentar lagi akan melihat indahnya dunia ketika memiliki seorang ibu yang sangat luar biasa sepertimu," lirih Austin yang saat ini melihat pergerakan dari telapak tangan sang istri.


Refleks ia langsung bergerak cepat untuk berbaring di atas ranjang sebelah sang istri dan memasang beberapa alat yang tadi dikatakan para perawat karena tidak ingin ketahuan telah menipu wanita yang diyakini sebentar lagi akan membuka mata dan melihatnya.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2