Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Nafkah lahir dan batin.


__ADS_3

Rosalia yang tadi mengikuti sosok pria berstatus sebagai suaminya berjalan masuk ke dalam apartemen, bisa melihat jika saat ini Yoshi tengah membaca selembar kertas dengan menundukkan kepala.


Bahkan ia tahu jika ekspresi dari wajah pria itu terlihat sangat mengenaskan. Hingga ia pun sama sekali tidak membuka suara dan membiarkannya. Apalagi berpikir jika wanita yang dicintai Yoshi tahu diri tanpa ia harus bersusah payah untuk berbicara.


Tadinya jika bertemu dengan wanita pujaan hati Yoshi, berencana untuk menyadarkan memakai kata-kata sindiran. Namun, setelah dipikirkan, merasa jika itu bukanlah sesuatu hal yang pantas dilakukan seorang wanita independent.


'Bahkan hanya dengan membaca surat dari kekasihnya, membuatnya sangat menyedihkan seperti itu. Lebay sekali,' gumam Rosalia yang merasa bahwa dirinya jauh lebih berharga daripada wanita yang baru saja pergi entah ke mana.


Saat ia melihat pria itu mengangkat pandangan, barulah membuka suara. "Apa aku boleh ikut membaca surat dari wanita itu!"


Sejujurnya ia tengah mengetes apa tanggapan Yoshi saat ini. Hingga ia pun berpikir jika sosok pria yang ada di hadapannya tersebut mungkin tidak akan pernah mau memberikan izin. Namun, ia mengerutkan keningnya kala pikirannya salah.

__ADS_1


"Bacalah!" Yoshi yang merasa putus asa setelah kehilangan semangat hidup, kini ingin Rosalia tahu alasan ia sangat mencintai Diandra.


"Ini adalah salah satu alasanku memilihnya menjadi wanitaku," ucap Yoshi yang menoleh ke arah sosok wanita di sebelah kirinya. "Maafkan aku karena tidak bisa menahan diri saat mengingat tentangnya."


"Jika Diandra tahu, pasti akan sangat marah padaku karena tidak menjaga perasaan seorang wanita yang telah kunikahi dengan mengikrarkan kalimat ijab kabul." Yoshi merasa jika hidupnya seperti berada di tengah-tengah saat ini dan tidak bisa memilih salah satu di antaranya.


Refleks Rosalia yang sangat penasaran, kini membuatnya langsung mengambil kertas di tangan Yoshi dan membacanya.


"Bukankah keinginannya adalah ingin membuatmu membahagiakan istrimu? Jadi, jika sampai kamu tidak menuruti perintahnya, ia pasti akan merasa bersalah." Puas mengambil sebuah celah, kini Rosalia berjalan menghampiri wanita yang duduk di atas sofa itu dan menepuk pundaknya.


"Akan lebih baik kamu menuruti perintahnya. Jadi, lakukan tugasmu sebagai seorang suami yang baik agar pengorbanannya tidak sia-sia." Sambil mengusap lembut pundak kokoh pria yang kini tersenyum sinis padanya.

__ADS_1


Putus asa adalah sebuah hal yang sangat mewakili perasaan Yoshi saat ini. Niat hati ingin menyadarkan Rosalia, tapi malah terjebak dalam lingkaran yang diciptakan.


"Bisa-bisanya kamu berbicara seperti itu tanpa memikirkan bagaimana kehancuranku." Yoshi benar-benar sangat kesal karena merasa apa yang ditunjukkan sama sekali tidak berguna.


'Sebenarnya wanita seperti apa dia? Seolah hatinya telah mati dan hanya memanfaatkannya untuk mencari keuntungan,' gumam Yoshi dengan wajah masam dan bangku berdiri dari sofa.


Tentu saja berniat untuk segera pergi dari apartemen karena urusannya telah selesai. Namun, sesuatu hal yang membuatnya sangat terkejut hingga membulatkan matanya.


"Jadilah suami yang baik dengan memenuhi nafkah lahir dan batin seorang istri," sarkas Rosalia yang kini langsung menarik pergelangan tangan kanan dan tiba-tiba langsung menghambur membungkam bibirnya.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2