
Saat pertama kali melihat tatapan Austin, Yoshi sepertinya mengerti kemana arah pembicaraan pria itu, tapi ingin mendengarnya sendiri karena akan lebih menyakitkan lagi jika ia tidak tahu apa-apa seperti orang idiot.
"Sayang," bisik Asmita Cempaka yang kini berlinang air mata karena tak tahan melihat anaknya yang sepertinya sudah bisa menebak semuanya.
Yoshi tidak mengalihkan pandangan dari pria yang menganggukkan kepala dan berjalan mendekat.
Sedangkan Austin yang saat ini berada di sisi kiri Yoshi berencana akan menceritakan fakta yang sebenarnya terjadi.
"Aku datang jauh-jauh ke sini selain ingin bertemu denganmu, tapi memang ada tujuan utamanya. Aku ingin bercerita tentang Diandra dan kamu harus bisa menerimanya."
Kata-kata itu harus terdengar seperti pemaksaan kehendak pada putranya, sebenarnya Asmita Cempaka ingin marah, tapi lagi-lagi terdengar suara bariton anaknya.
"Cerita ... cerita!" Yoshi sekarang tidak sabar untuk mendengar semuanya. Padahal ia sebenarnya tahu bahwa apa yang akan didengar bukanlah kabar baik untuknya.
Merasa saat ini adalah waktu yang tepat untuk menceritakan semuanya, kini Austin membuka suara. "Diandra dan aku sudah menikah."
__ADS_1
Austin sengaja berkata singkat karena ingin melihat ekspresi wajah pria yang dikenal sangat mencintai istrinya itu. Namun, ia tidak melihat ekspresi wajah yang penuh kemurkaan atau amarah.
Bahkan sangat datar dan ia tidak bisa membaca apa yang sedang dipikirkan Yoshi. Apakah itu marah, kaget, atau menerima, tapi sama sekali tidak ada ekspresi apapun.
"Kenapa kamu diam? Apa kamu marah padaku karena telah merebut Diandra darimu?" Austin justru malah senang ketika Yoshi marah padanya karena faktanya ia menginginkan Diandra dan tidak mengizinkan pria lain untuk memiliki wanita yang dicintainya.
"Lebih baik kau pergi sekarang! Bukankah tujuanmu untuk menyakiti anakku sudah tercapai?" sarkas Asmita Cempaka yang saat ini sedang diliputi amarah dan kasih sayang pada putranya.
Sementara itu, Yoshi yang sudah mengetahui segalanya, seperti kehilangan tenaga dan tubuhnya lemas. Jangankan bersuara, dada terasa sesak seperti kesulitan bernapas.
Ingin mengejar sampai bisa kembali, tapi sadar diri itu tidak akan bisa karena yang terjadi sekarang hanyalah seorang lelaki tak berdaya yang hanya bisa berbaring telentang di atas ranjang perawatan.
Bahkan untuk berbicara saja sangat sulit dan berpikir pun harus memutar otak dan berakhir dengan rasa sakit di kepala. Saat itu Yoshi ingin mengangkat tangan, tapi sepertinya sudah tidak ada tenaga lagi. Akhirnya hanya bisa mengangguk pelan sebagai jawaban.
Austin yang masih berdiri di tempatnya kini kembali membicarakan sesuatu yang terlupakan. "Maafkan aku telah menikah dengan Diandra. Kami saling mencintai dan aku harap kamu cepat sembuh, sehingga bisa kembali seperti dulu."
__ADS_1
"Aku hanya tidak ingin kamu masih menganggap Diandra adalah istrimu dan berharap bisa bersama lagi. Sampai kapanpun, Diandra adalah istriku selamanya. Kita terikat jodoh dan takdir. Kamu bisa kembali menjadi Yoshi yang hebat dengan mengikuti semua perintah dokter."
Austin yang belum sempat membalas hinaan dari wanita paruh baya itu sepertinya tidak pernah melakukan kesalahan. Padahal masih ingat betul bagaimana wanita itu berteriak di depan kamar saat menghina Diandra yang mengalami amnesia.
Hal yang tidak akan pernah dilakukan adalah menghina Diandra yang dianggap sebagai wanita pembawa sial saat kecelakaan itu. Padahal Yoshi-lah yang mengemudi.
Wanita yang selalu merasa paling benar dan Diandra adalah orang yang jahat. Ia ingin membalas dan mengungkitnya, tapi diurungkan karena tujuannya datang ke rumah sakit hanya untuk menyadarkan Yoshi akan statusnya yang bukan suami Diandra lagi.
"Lebih baik kamu bertanya pada mamamu, bagaimana aku bisa menikahi Diandra. Mamamu tahu bagaimana semuanya dimulai." Dengan sengaja mengucapkan kalimat yang ambigu dan menepuk kaki panjang Yoshi.
"Jaga dirimu baik-baik dan cepat sembuh. Aku pergi," kata Austin tanpa memandang wanita paruh baya itu dan mengetahui bahwa saat ini tengah bingung untuk mengatakan jika sudah mengurus gugatan cerai ketika putranya masih tidak sadarkan diri.
'Aku harus melakukan ini demi melindungi rumah tanggaku agar kamu tidak terus berpikir jika Diandra masih istrimu, Yoshi. Aku harap kamu baik-baik saja karena di sini ada banyak para medis dan teknologi canggih yang akan menyembuhkanmu,' gumam Austin yang sudah melangkah keluar dari ruangan perawatan.
To be continued...
__ADS_1