Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Menatap kosong


__ADS_3

"Diandra! Diandra Ishana!" teriak sosok pria yang baru saja terbangun dari tidur panjang setelah obat bius habis karena semalam tidak bisa ditenangkan ketika mencari wanita yang saat ini sudah menjadi mantan istri.


Setelah menjalani pemeriksaan intensif, tiba-tiba berteriak dan memanggil-manggil nama wanita yang dipikirkan masih menjadi istrinya.


Asmita Cempaka yang sudah menjelaskan bahwa tidak bisa ikut ke luar negeri karena menjaga Aksa, berharap putranya tersebut mau mengerti dan tidak lagi memanggil nama wanita yang sangat dibenci tersebut karena menyebabkan kemalangan di keluarga Narendra.


Akhirnya menyuruh para tim dokter agar menenangkan putranya dengan cara menyuntikkan obat tidur. Berpikir akan menenangkan dan melupakan sang istri yang sebenarnya sudah menjadi mantan, tapi yang terlihat saat ini kembali seperti semalam.


Ia bangkit berdiri dari kursi karena beberapa saat lalu menunggu putranya yang terlihat tertidur pulas, tapi tiba-tiba seperti terkejut dan terbangun. Hingga hal pertama yang diungkapkan adalah nama wanita yang berhasil disingkirkan.


Ia menahan lengan kekar putranya agar tidak mengamuk dengan cara mengentakkan lengannya atas ranjang perawatan. "Sayang, tenanglah! Seperti yang mama katakan, Diandra tidak bisa ikut ke luar negeri karena harus merawat Aksa."


"Sementara kamu harus menjalani perawatan agar bisa segera sembuh dan kembali lagi ke tanah air. Jadi, jika ingin segera bertemu Diandra, harus patuh dan mengikuti apa kata dokter."


Asmita Cempaka sengaja berbohong karena melakukan semua itu demi kebaikan. Apalagi semalam mendapatkan laporan dari salah satu dokter syaraf yang mengatakan bahwa ada gangguan pada otak, sehingga putranya bertingkah seperti itu.

__ADS_1


Bahkan seperti kembali menjadi seorang anak kecil dengan syndrom yang susah untuk dinasihati. Tentu saja sebagai seorang ibu yang sangat menyayangi putranya, selalu bersabar dan akan melakukan apapun demi kesembuhan.


Ia bahkan sudah berbicara pada dokter untuk memberikan perawatan terbaik tanpa memikirkan biaya yang mungkin akan menguras semua hartanya karena baginya itu tidaklah penting tanpa putranya.


Sementara itu, Yoshi yang saat ini ingin sekali bertemu dengan wanita yang sangat dicintai karena mengingat bahwa saat tidur panjang, mengalami mimpi buruk.


Bahwa Diandra pergi darinya dan meskipun ia berteriak untuk memanggil agar kembali, tetapi tidak diperdulikan dan wanita itu terus berjalan hingga menghilang.


Sebenarnya saat bermimpi, Yoshi sama sekali tidak melihat wajah wanita yang memunggungi ketika berjalan menjauh meninggalkannya.


Namun, ia terus berjalan tanpa memperdulikan panggilannya dan membuatnya langsung terbangun dari mimpi panjang dan satu-satunya yang diucapkan adalah nama Diandra Ishana.


"Diandra ... Ishana," lirih Yoshi yang saat ini seperti kehilangan tenaga dan suara karena seperti mendapat masalah pada pita suara.


Asmita Cempaka berusaha untuk berakting tidak tertekan saat melihat keadaan putranya yang mengenaskan. Ia kini berusaha untuk menenangkan putranya dengan beberapa kali mengusap lengan kekar itu.

__ADS_1


"Kita sekarang ada di London, Sayang karena harus berobat agar bisa cepat sembuh. Setelah itu, kita kembali ke tanah air. Jadi, cepatlah sembuh agar bisa bertemu Diandra."


Asmita Cempaka sebenarnya ingin meneteskan air mata kesedihan ketika melihat nasib putranya dan kebenciannya semakin bertambah besar pada wanita yang dianggap menjadi penyebab utama semua kemalangan yang menimpa.


'Awas saja jika putraku tidak bisa sembuh seperti semula, aku akan membuat perhitungan pada wanita pembawa sial itu. Sepertinya aku harus memberikan pelajaran dengan menyuruh adikku melakukan sesuatu pada Diandra.'


Ia kini tengah mendapatkan sebuah ide di kepala dan akan menghubungi adik laki-laki yang tinggal di tanah air. Masih menatap iba pada putranya yang sudah mulai tenang karena ia melakukan perintah dari dokter untuk tetap memberikan dukungan penuh kelembutan agar tidak semakin down.


Semua hal yang dialami oleh putranya berhubungan dengan syaraf di otak dan membutuhkan waktu yang cukup lama dan harus bersabar. Meskipun kesembuhan tidak akan pernah bisa seratus persen, ia tetap tidak pantang menyerah.


Nasib baik kaki putranya tidak cacat seperti yang dialami oleh Diandra. Hanya saja, karena cukup lama koma, sehingga sudah lama tidak digerakkan. Jadi, berakibat seperti lumpuh sementara.


Namun, semuanya akan kembali normal jika sering dilatih. Hanya saja, tidak mungkin melatih saat kondisi syaraf otak masih belum pulih. Setelah hasil tes intensif keluar, akan dilakukan operasi jika vonis dokter benar.


"Apa kamu mau makan, Sayang? Mama akan menyuapimu."

__ADS_1


"Diandra ... Diandra... Ishana," lirih Yoshi yang saat ini tengah menatap kosong pada korden rumah sakit yang berwarna putih.


To be continued...


__ADS_2