Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Tinggal di apartemen


__ADS_3

Setelah puas meluapkan perasaannya, kini Diandra merasa sudah jauh lebih baik dan menarik diri dari kuasa pria yang dari tadi memeluknya dengan erat. Diandra menyadari bahwa perbuatan mereka berhasil membuat para pengunjung yang lewat selalu menatap ke arahnya.


Apalagi ia menangis di tempat umum seperti wanita yang baru saja patah hati. Sadar jika menangis di pelukan pria yang bahkan tidak punya status apapun dengannya, jadi menarik diri.


"Maafkan aku," ucap Diandra yang saat ini membersihkan bulir air mata di wajahnya dengan tangan. Namun, seketika menoleh karena Yoshi mengeluarkan sapu tangan dan memberikan padanya.


"Pakai ini saja, Diandra."


Yoshi sangat iba melihat Diandra mengusap bulir air mata dengan tangan kosong dan pastinya tidak akan bisa membersihkan dengan baik wajah sembab itu.


"Terima kasih." Diandra langsung menerima sapu tangan berwarna biru tersebut dan memakainya untuk membersihkan bulir air mata yang menganak sungai di wajahnya.


Saat ia sibuk membersihkan wajahnya, mendengar suara bariton dari pria yang berbicara sangat serius padanya. Bahkan ia sampai menoleh ke arah Yoshi untuk melihat ekspresi wajah pria itu saat pertama kali berbicara serius dengannya.


"Kamu tidak boleh tinggal di tempat kos karena pasti Austin bisa mengganggumu seperti hari ini. Hidupmu tidak akan pernah tenang karena sepertinya pria itu akan terus berusaha untuk mendapatkanmu."


Yoshi saat ini berusaha untuk membuat pikiran Diandra terbuka dan tidak bersikap keras kepala. Ia benar-benar ingin melindungi wanita itu dan berharap Diandra patuh padanya karena demi kebaikan.


"Lebih baik kamu tinggal di apartemen Naura karena sebenarnya apartemen yang semalam kamu tinggali adalah milikku. Kamu akan lebih aman tinggal di apartemen daripada tempat kos. Kamu tidak perlu membuka pintu jika tidak mengenal orang yang datang."


Yoshi kali ini berbicara lebih spesifik agar Diandra berhati-hati dan tidak ceroboh saat menghadapi semua hal ketika berada di apartemen.


"Jadi, Jangan ceroboh seperti yang kamu lakukan ketika membuka pintu saat mantan Austin datang dan menarik rambutmu untuk membalas dendam," ujar Yoshi yang ingin mendengar jawaban iya dari Diandra.

__ADS_1


Kemudian ia langsung mengirimkan pesan pada Naura bahwa akan sementara meminjam apartemennya sampai situasi aman dan mengetahui rencana selanjutnya.


Sementara itu, Diandra yang baru saja membersihkan air mata di wajahnya, masih terdiam karena memikirkan sesuatu hal. Ia berpikir bahwa sudah terlalu banyak merepotkan pria itu dan berhutang budi.


"Aku takut tidak bisa membalas budimu, Yoshi. Apalagi aku tidak punya apa-apa untuk membalas kebaikanmu yang sangat banyak." Diandra kini memasukkan sapu tangan itu karena berniat untuk mencucinya terlebih dahulu sebelum mengembalikannya.


Namun, ia tidak mengatakan pada Yoshi. Hingga ia meringis kesakitan begitu mendapatkan sebuah sentilan pada keningnya.


"Bukankah kita teman? Jadi, jangan berpikir aku merasa terobani dengan melakukan kebaikan. Aku ikhlas menolongmu dan tidak pernah mengharapkan sebuah imbalan."


Kemudian Yoshi bangkit berdiri dari posisinya dan menatap ke arah Diandra yang masih duduk. "Ayo, kita ke apartemen sepupuku karena aku tahu pikiranmu saat ini sedang kacau dan tidak mungkin bisa bersenang-senang hari ini di sini."


"Aku akan mengajakmu ke tempat lain jika suasana hatimu sudah berubah baik." Yoshi bahkan sudah mengulurkan tangannya untuk membantu Diandra berdiri karena mengetahui bahwa tenaga wanita itu seperti hilang begitu saja karena melihat Austin.


"Terima kasih," ucap Diandra yang saat ini merasa bebannya sedikit terangkat setelah mengenal pria sebaik Yoshi. "Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku jika kamu tidak ada."


"Mungkin kamu sudah diculik oleh Austin jika tadi berada di sini sendirian." Yoshi kini melangkahkan kaki panjangnya menuju ke arah pintu keluar sambil menelpon sahabatnya untuk meminta maaf bahwa ia harus pergi terlebih dahulu.


Bahkan ia saat ini merasa sangat senang karena Diandra belum melepaskan tangannya dan mereka bergandengan tangan seperti seorang pasangan kekasih yang baru saja jadian karena terlihat sangat romantis.


Ia tidak akan melepaskan genggamannya sebelum Diandra melepaskannya.


Diandra saat ini berpikir bahwa ia merasa sangat nyaman berada dalam perlindungan Yoshi. Ia bahkan merasa aman saat menggenggam erat tangan dengan buku-buku kuat tersebut.

__ADS_1


Ia seolah masih merasa takut jika tiba-tiba kembali bertemu dengan Austin. Hingga ia pun mengingat perkataan pria itu saat menyebut bukti transfer sejumlah uang.


'Apa yang sebenarnya akan dilakukan oleh Austin pada bukti itu? Ia sama sekali tidak menjelaskan apapun secara detail padaku,' gumam Diandra yang saat ini tengah menimbang-nimbang dan menebak rencana Austin selanjutnya untuk menghancurkannya karena menolak untuk menikah.


Beberapa saat kemudian, genggaman tangan mereka terlepas setelah masuk ke dalam mobil. Bahkan selama dalam perjalanan menuju ke apartemen, seolah disibukkan dengan pemikiran masing-masing.


Hingga setengah jam kemudian, mobil yang membawa Diandra kini sudah memasuki area apartemen mewah dengan bangunan tinggi menjulang karena terlihat ada ratusan unit.


Saat tadi Yoshi berbicara dengan sepupunya yang sama sekali tidak keberatan untuk memberikan tempat tinggal sementara, ia berpikir akan menyuruh orang untuk berjaga-jaga di sekitar unit apartemen agar Austin tidak mengganggu Diandra.


Karena ia tahu seperti apa Austin yang terlihat sangat sombong ketika tadi mengatakan bahwa ia tidak akan pernah bisa mendapatkan Diandra.


Namun, ejekan dari Austin seolah membuatnya bersemangat untuk membuktikan bahwa ia bisa bersama dengan Diandra dan membuat wanita itu mencintainya setelah menyadari ketulusannya.


Keduanya kini sudah menuju lobi dan masuk ke pintu kotak besi tersebut. Yoshi saat ini mengungkapkan sesuatu hal yang dipikirkan olehnya saat ini.


"Kamu tidak boleh membuka pintu sebelum mengecek siapa yang datang, oke!"


Diandra hanya mengangguk perlahan karena saat ini kepalanya benar-benar pusing. Apalagi selama beberapa hari ini sangat tertekan karena banyak masalah yang dialami.


Hingga mereka pun keluar dari lift dan menuju ke arah unit apartemen Naura dan Yoshi langsung memencet passcode setelah menunjukkan pada Diandra.


"Itu kodenya, Diandra. Ayo, masuk!" ucap Yoshi yang saat ini tengah membawa tas milik Diandra.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2