Konspirasi Cinta

Konspirasi Cinta
Lupakan apa yang kukatakan


__ADS_3

Yoshi kini menunjukkan ruangan-ruangan di apartemen dan sudah tidak lagi menghindar dari Diandra karena mengetahui jika wanita itu kini telah percaya sepenuhnya padanya.


Bahwa saat ini Diandra tidak lagi merasa takut padanya jika sampai berbuat macam-macam ketika berada di apartemen ini berdua saja.


"Jadi, ini ruang tidurmu. Sementara ruangan utama adalah milik Naura karena ia tidak pernah suka jika ada yang masuk ke dalam ruangan pribadinya. Aku sangat yakin jika kamu tidak akan pernah masuk ke sana."


"Iya, aku tidak akan pernah melakukan hal seperti itu karena sangat tidak sopan. "Diandra saat ini masuk ke dalam kamar dan menaruh tas miliknya.


Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan yang akan menjadi tempatnya beristirahat.


Tadinya ia berpikir bahwa Yoshi juga ikut masuk ke dalam kamar, tapi ternyata tidak dan membuatnya tersenyum simpul karena semakin yakin jika pria itu tidak pernah memanfaatkannya untuk mencari kesempatan.


'Yoshi benar-benar adalah seorang pria yang sangat luar biasa baik karena tidak pernah berpikir mencari kesempatan pada seorang wanita. Ia khawatir karena sangat iba padaku dan tidak tega melihatku menangis.'


Setelah puas melihat-lihat ruangan kamar itu, Diandra ini berjalan keluar karena ini ingin tahu apa yang saat ini dilakukan oleh Yoshi.


Hingga ia pun memeriksa beberapa ruangan dan menemukan pria itu ternyata berada di dapur. Ia pertama kali melihat seorang pria sangat cekatan saat mencuci beras dan mengambil beberapa sayuran.


"Apa yang kamu lakukan?" Diandra mendekati Yoshi yang sudah memasukkan wadah berisi beras ke mesin penanak nasi.


"Aku ingin mencari kesibukan untuk memasak. Aku tidak mungkin meninggalkanmu saat sedang tidak baik-baik saja. Kita bisa menikmatinya untuk makan nanti karena tadi sudah makan di restoran."


Bahkan Yoshi tidak menatap Diandra saat sibuk dengan kegiatannya untuk memotong sayuran. Ia sudah mengeluarkan sayuran dan daging dari kulkas karena ingin dimasak.


Hari ini ia mengosongkan jadwal dan menyerahkan semua pekerjaan pada asisten pribadinya begitu mengetahui bahwa Diandra hari ini mengalami banyak hal yang membuatnya sangat hancur.


Kemudian ia sudah mulai memotong bawang dan cabe untuk memasak.


"Biar aku saja yang memasak?" ucap Diandra yang merasa sangat sungkan selalu menyusahkan Yoshi.

__ADS_1


Saat mengambil penggorengan, tidak jadi melakukannya karena mendengar suara larangan dari pria yang menatapnya tajam.


"Duduk saja di sana dan jangan lakukan apapun!" Yoshi menunjuk ke arah kursi yang ada di dekat dapur. "Kamu bisa memasak lain hari, tapi hari ini aku ingin menunjukkan kemampuanku padamu."


Yoshi yang seolah sengaja memperlihatkan kesombongan pada Diandra, kini malah mendengar suara tepuk tangan dari wanita yang sudah patuh pada ucapannya dan membuatnya tersenyum simpul.


"Wah ... sepertinya hari ini aku akan melihat chef seperti di televisi berada di hadapanku. Baiklah, chef. Aku akan jadi penonton dan melihatmu memasak hari ini." Diandra merasa tubuhnya sangat lelah dan berniat untuk tidur setelah Yoshi pergi.


Namun, semuanya tidak seperti yang dipikirkan karena ternyata Yoshi malah memasak di dapur untuk menyiapkan makanan untuknya. Seolah pria itu sengaja membuatnya merasa terhibur dan tidak melakukan apapun saat suasana hati sedang tidak baik.


Kini, Diandra saat ini memanjakan matanya untuk melihat keahlian pria yang sudah sibuk memasak di depan kompor.


Kita akan merasa terkesan dengan semua hal yang dimiliki oleh pria di hadapannya tersebut. Hingga setengah jam kemudian, ia bisa melihat hasil masakan dari Yoshi.


"Cicipilah." Yoshi mengambil sendok dan memberikan pada Diandra setelah menaruh dua piring yang berisi masakannya.


Diandra saat ini mengerjapkan mata dan tidak percaya melihat Yoshi bisa menyelesaikan masakannya dan plating dengan sangat indah seperti di restoran.


"Begitu merasakan kelezatan masakan Yoshi yang sudah melumer di mulutnya, seketika mengangkat ibu jari. "Sangat lezat karena perpaduan rasanya sangat pas."


Yoshi refleks menepuk dadanya untuk menyombongkan diri. "Siapa dulu yang masak. Lalu semur daging itu?"


Diandra beralih mencicipi semur daging yang sangat harum dan sudah bisa ditebaknya jika rasanya sangat lezat. Hingga ia pun mengerjapkan mata dan mengungkapkan penilaian dengan langsung mengangkat dua ibu jari.


"Top! Ini sangat enak dan aku merasa kelaparan saat ini karena tidak bisa menahan aroma makanannya." Saat Diandra baru saja menutup mulut, ia mendengar suara bariton dari Yoshi.


"Apa aku sudah menjadi calon suami idamanmu, Diandra?" tanya Yoshi yang saat ini ingin mengetahui jawaban Diandra setelah menunjukkan kepiawaiannya saat memasak.


Sementara itu, Diandra mengerjapkan mata karena merasa sangat bingung untuk menjawab pertanyaan dari Yoshi saat baru mengenal pria itu.

__ADS_1


Meskipun ia mengetahui bahwa Yoshi adalah pria yang sangat baik, tetap saja masih dalam tahap awal perkenalan dan tidak mungkin bisa menjawab pertanyaan itu.


Namun, ia akui bahwa Yoshi memang tipe pria idaman bagi semua wanita, jadi langsung menganggukkan kepala. "Iya, kamu adalah calon suami idaman para wanita."


"Aku tidak butuh para wanita lain karena hanya ingin tahu pendapatmu. Apakah aku adalah calon suami idamanmu?" tanya Yoshi yang kembali mengungkapkan apa yang ingin diketahuinya karena berpikir bahwa itu sangat penting baginya.


Diandra terdiam selama beberapa menit karena kalang kabut ketika tiba-tiba Yoshi berbicara serius dengannya. Ia bahkan berniat untuk tidak menjawab, tapi malah mendapatkan sebuah tatapan tajam.


"Iya, aku juga merasa bahwa kamu adalah calon suami idaman. Pertanyaanmu seperti seolah ingin menikahiku saja," tanya Diandra yang saat ini berpikir jika Yoshi membuatnya kepedean berpikir seperti itu.


Ia sadar hanyalah seorang wanita dari kasta rendahan yang bahkan kehilangan keperawanan karena ingin menyelamatkan nyawa sang ayah, tapi semuanya terlambat dan meninggalkan sesal mendalam darinya begitu tahu jika Yoshi suddh mentransfer uangnya.


"Ayo kita menikah," ucap Yoshi yang saat ini merasa jika ini adalah waktu yang tepat karena ia khawatir jika Diandra akan direbut secara paksa oleh Austin.


Sementara itu, Diandra membulatkan matanya begitu Yoshi tiba-tiba mengajaknya menikah. Seperti menganggap jika menikah hanyalah sebuah perkara mudah.


Padahal perlu banyak hal yang dipikirkan dan penyatuan dua keluarga tidak mungkin bisa dilakukan saat orang tuanya berada di rumah sakit. Ia tidak ingin menyusahkan orang tua yang sedang mengalami masa kesusahan.


Jadi, seketika menggelengkan kepala karena merasa jika Yoshi hanya bercanda dan ia pun belum siap untuk menikah.


"Aku ingin mencari uang untuk membantu orang tua dulu. Aku ingin menjadi anak berbakti dan tidak akan menikah sebelum bisa membahagiakan mereka."


Kemudian Diandra bangkit berdiri dari kursi dan mengambil dua piring itu untuk dibawa ke meja makan. "Ayo, kita nikmati makanannya sebelum dingin."


Di sisi lain, Yoshi hanya diam di tempat karena ia saat ini berpikir jika tadi sangat bodoh.


Ia sadar terlalu berambisi untuk bisa melindungi Diandra sepenuhnya agar tidak diganggu Austin. 'Dasar bodoh! Aku malah membuat Diandra ilfil padaku.'


Yoshi kini menepuk jidatnya berkali-kali untuk meluapkan kebodohan dan berjalan menuju ke meja makan. Ia melihat saat Diandra menyiapkan piring dan mengambil nasi yang sudah masak.

__ADS_1


"Diandra, lupakan apa yang tadi kukatakan. Anggap itu banyak sebuah candaan semata," ucap Yoshi yang merasa sangat khawatir jika sampai Diandra muak padanya.


To be continued...


__ADS_2