Mahalnya Sebuah Kepercayaan

Mahalnya Sebuah Kepercayaan
Part 104


__ADS_3

Dua wanita beda generasi kini baru saja mendaratkan kakinya di kota apel. Siapa lagi kalau bukan Farah dan Siti Khotimah alias Imah!


"Mah, kamu tahu siapa nama mu sebelum nama Imah ini?", tanya mama Farah.


"Tahu mah. Azizah Adi Setiawan. Tapi bapak bilang, Imah sakit-sakitan terus. Jadi, ada sesepuh yang menyarankan ganti nama Ma. Dan...bapak sama ibuk menyetujui nya. "


"Owh... mama pikir, mereka sengaja merubah identitas mu Mah!"


"Heheh bapak orang yang baik kok mah. Ya udah kita ke pak RT , RW selanjutnya ke balai desa. Siap Mah?", tanya Imah pada mama Farah.


"Siap dong. Lebih cepat lebih baik."


Mereka berdua berharap semua berjalan lancar dan secepatnya bisa kembali ke Jakarta.


******


"Selamat siang!", sapa Mika.


"Selamat siang mbak. Ada yang bisa di bantu?", tanya Velly.


"Mas Rifai nya ada ?", tanya Mika sopan.


"Pak bos...ada di ruangan nya!"


"Bisa bertemu?",tanya mika lagi.


"Maaf, mbak...siapa? Ada keperluan apa, biar saya sampaikan?"


"Saya Mika ! Saya cuma mau ngobrol aja kok, apa mas Fai sedang sibuk ya?"


"Mika...mika...mika...calon istri nya pak bos ya?", kata Velly girang.


Mika merasa tersanjung saat Velly menyebutkan dirinya calon istri Fai. Padahal kata itu sering ia lontarkan pada mas Fai .


"Mbak Mika masuk aja, itu ruangan mas Fai."


"Oke. Makasih ya...!", Mika pun berjalan menuju ruangan Fai.


"Dasar bos ganteng ya. Saingannya gak kalah ganteng. Mantan pacarnya cakep bener, nah ini....calon istrinya...gak kalah cakep. Bener deh ah! Bibit unggul!", oceh Velly.


Tok...tok....


"Masuk!", Fai mempersilahkan masuk tanpa melihat siapa yang datang.


"Selamat siang calon suami, assalamualaikum!", sapa Mika.


"Walaikumsalam. Mika?", Fai langsung bangun dari kursi nya. Menghampiri Mika yanh sudah duduk di sofa.


"Kamu tahu aku disini?", tanya Fai.


"Abah yang bilang. Tadi Abah ke rumah, mau mempersiapkan acara lamaran kita. Kamu sudah yakin kan mas?", tanya Mika.


"Insyaallah siap!"


"Kamu kalau libur ngajar baru ke sini?"


"Iya, kalau pulang lagi cepet atau lagi nggak ada jam ngajar juga ke sini."


"Owh....!"


"Kamu sudah makan?", tanya Fai.


"Belom mas, niatnya mau makan sama kamu."

__ADS_1


Mika memasang senyum manisnya.


Fai menatap wajah Mika yang sebenarnya tak kalah cantik dari Diandra. Selain keduanya sama-sama periang, mereka juga gadis yang sopan dan menyenangkan.


Fai bangkit dari duduknya, mengusap puncak kepala Mika yang tertutup hijab.


Perlakuan Fai membuat hati mika jedag-jedug.


"Mas pesenin aja mau ya, kita makan di sini saja sambil ngobrol!", Fai meraih ponselnya.


"Boleh deh!", Mika pun setuju.


"Mau makan apa?", tanya Fai.


"Yang kamu makan aja apa, aku ngikut mas!"


Gadis ini....! Batin Fai.


"Ya udah, mas keluar sebentar ya. Mau minta tolong anak-anak."


"Ya mas!", Mika pun menunggu Fai di ruangan nya.


"Vel...vel...Lo udah makan?", tanya Fai.


"belom bos. Kenapa? mau traktir ya?", ledek Velly.


Banyak spg, tapi hanya Velly yang paling vokal di sini .


"Tolong , beliin tongseng buat gue sama calon istri gue."


Fai menyerahkan selembar uang warna merah.


"Dua doang bos?", tanya Velly manyun.


"Siap bos! Jalan!!!!", Velly pun semangat empat lima. Padahal , dia dan anak-anak hanya cukup menelpon tukang tongseng nya untuk mengantar ke sini. Tapi ternyata keberuntungan sedang berpihak padanya, tak perlu jalan tapi dia tetap dapat gratisan.


Kembali ke ruangan Fai....


"Bentar ya, anak-anak suruh beli dulu." Fai menyerahkan minuman untuk Mika.


"Makasih mas....!"


"Sama-sama."


"Mas, maaf...kalau....aku minta kita lamaran kita biasa saja di rumah papa. Nggak apa-apa kan?"


"Ya ...mas ngikut aja mika, yang penting kamu seneng."


"Iihhh....mas Fai romantis banget sih!"


"Hem...!", sahut Fai singkat.


"Nggak nyangka ya, belum genap seminggu tau-tau kita mau tunangan hahahah."


"Udah takdirnya begitu."


"Ngomong-ngomong lukamu masih sakit nggak mas?"


"Nggak. Aku juga udah bisa bawa mobil atau motor sendiri kok. tenang aja."


"Alhamdulillah kalau gitu."


"Lagian, besok-besok kalau aku sakit , kan ada kamu Bu dokter!", Fai menyunggingkan senyum manisnya.

__ADS_1


"Iya deh...iya...!"


Tak lama kemudian, makanan pun datang. Mereka menghentikan sementara waktu obrolan nya.


******


"Pak Wawan, udah anterin saya sampe sini aja." Lili meminta pada asisten Stevan untuk menghentikan mobil di perempatan.


"Kan perjalanan ke apartemen masih jauh Nona!", kata Wawan.


"Udah sih nurut aja."


Mobil pun perlahan-lahan berhenti. Lili pun turun dari mobil Wawan.


'Mau ke mana wanita j*Lang itu? Batin Wawan. Heran sama bos, mau-maunya nikah sama cewe model gitu. cantik sih...tapi....


Ah, aku akan mengikuti nya.


Lili sudah masuk kedalam taksi. Dari jauh, Wawan mencoba mengikuti kemana lili pergi. Sampai akhirnya, taksi itu berhenti di depan sebuah toko kecil.


'Dia mau apa? Buat apa ke toko kecil seperti itu?' Wawan ikut turun dari mobilnya, mengikuti Lili tanpa sepengetahuannya.


Wawan mengambil foto saat lili bersama seorang perempuan yang terlihat sedang bersitegang itu. Setelah itu , dia mengirimkan foto kepada bosnya.


'[Lili menemui perempuan ini bos!"]


Wawan menyertakan tulisan di bawah fotonya.


Mata Stevan terbelalak saat melihat foto tersebut ternyata foto putrinya.


Terima kasih Lili, batin Stevan. Senyumnya mengembang melihat pekerjaan Wawan yang memuaskan.


[Kirimkan alamatnya Wan!]


Lalu Wawan pun mengirimkan alamat tersebut.


Di sisi lain, hayu dan lili masih terlihat adu mulut.


"Mba Hayu ada apa?",aku terkejut ternyata ulat bulu sedang ada di sini.


"Eh, kebetulan ada kamu Di. Gue cuma mau bilang, gue berhenti ngejar Aziz deh. Gue nggak tahu buat seterusnya atau untuk sementara waktu."


"Maksud mbak Lili apa ya?"


"Gue mau nikah! Gue mau jadi emak tirinya Stevia, karyawan Lo."


Aku memandang Hayu. Pantas aja mereka terlihat sekali sedang bermusuhan.


"Aku nggak peduli Lili. Mau Daddy ku nikah sama kamu atau siapa pun, aku nggak peduli."


"Oh ya... syukurlah kalau begitu. Bye!", lili pergi begitu saja.


Lili kaya jelangkung, datang nya nggak di harapin perginya apa lagi.


*****


Maaf...untuk sekarang-sekarang nggak saya kasih judul di episode nya ya. Takutnya judul dan isinya nggak sinkron. 🙏🙏🙏🙏🙏


Saya masih amatir sekali, jadi harap maklum jika masih suka typo atau bahasanya kurang sempurna.


Saya menerima kritik dan sarannya dengan senang hati 💗💗 lho . Dengan begitu, saya bisa belajar untuk bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan yang sering saya ulang.


Terimakasih ya reader ...salam dari mamak2 beranak dua ini 🤗🤗🤗✌️✌️✌️✌️

__ADS_1


__ADS_2