Mahalnya Sebuah Kepercayaan

Mahalnya Sebuah Kepercayaan
Part 231


__ADS_3

"Daddy!!!", teriak Sharen kepada Ronald yang sedang sibuk-sibuknya dengan beberapa berkas di mejanya.


"Kenapa Nak?", tanya Ronald. Lalu merapikan beberapa berkas di meja nya.


"Memangnya apa yang Daddy lakukan sampai Julian berniat membatalkan pertunangan kami Dad????!!!", teriak Sharen.


"Julian membatalkan pertunangan kalian ? Berani sekali dia. Dia pikir dia sehebat apa?!", kata Ronald emosi.


"Sharen tanya sama Daddy, apa yang sudah Daddy lakukan sampai Julian marah sama Sharen dan....dan... membatalkan pertunangan kami yang sudah bertahun-tahun dad?!"


"Memangnya dia bilang apa? Tega sekali dia mau membatalkan nya!"


"Stop Dad! Jangan berpura-pura tidak tahu apa yang Sharen tanyakan."


Ronald menghampiri putrinya yang sedang tersulut emosi.


"Kamu kan bilang sama Daddy, kalau Julian berubah sikap sejak kehadiran bos barunya. Dan...dia mengagumi bos mu itu kan?"


"Memang iya dad! Tapi apa yang Daddy lakukan sampai Julian sebegitu marahnya sama Sharen dad? Julian memang dingin,tapi dia tak pernah sekalipun kasar sama Sharen!"


"Apa yang dia lakukan padamu Nak?" , Ronald meneliti tubuh putrinya yang semakin hari semakin tertutup pakaian nya.


"Stop Dad! stop!", kini Sharen mengibas kan tangan Ronald dari bahunya.


"Nak....!"


"Katakan pada Sharen! Apa yang sudah Daddy lakukan!", nafas Sharen memburu. Dia hanya ingin mendengar penjelasan dari Daddynya. Julian marah dan memintanya untuk membatalkan pertunangan nya yang sudah terjalin dua tahun belakangan ini. Julian meminta agar Sharen bertanya langsung kepada Daddy nya.


"Baiklah... baiklah! Daddy sudah menyuruh orang Daddy untuk menghabisi bos mu itu. Puas!", kata Ronald sambil meletakkan kedua tangannya di meja.


"Apa??? Apa maksudmu Dad???", tanya Sharen yang tidak mengerti.


Apa ini ada kaitannya dengan Dian yang tidak masuk ke kantor beberapa hari ini? Dan...soal kasak kusuk salah satu staf yang rencananya akan di rumahkan itu, apa ada kaitannya dengan ulah Daddy nya?


"Jelas kan pada Sharen Dad!", kini suara Sharen melunak.


Ronald membuang nafas kasar.


"Daddy hanya ingin membuat putri Daddy bahagia. Dia...anak itu mencoba merebut kebahagiaan kamu, merebut perhatian Julian dari mu Nak!"


"Dad! Sharen memang tidak suka dengan Dian karena dia sudah membuat Julian berubah sikap padaku."


"Daddy hanya ingin yang terbaik untuk putri Daddy! Apa salah hah?"


"Dad! Bukan kebahagiaan yang Sharen dapatkan dengan perbuatan-perbuatan Daddy seperti ini. Yang ada...Julian semakin menjauh dari Sharen dad!", teriak Sharen sambil mengusap kasar wajah cantik nya.


"Ya udah, tinggal kan saja pria itu. Apa susah nya! Masih banyak pria yang jauh lebih baik dari Julian. Bahkan dua tahun ini dia masih menggantung mu kan? Mana...mana coba niatannya untuk menikahi mu Nak??"


"Dad! Bisa-bisanya Daddy berkata seperti itu? Sharen mencintai Julian dad!"


"Cinta apa?! Bahkan dia tak menganggap mu ada!!!"


"Cukup dad! Tolong jangan melakukan hal-hal bodoh lagi. Apalagi kriminal begini Dad! Menghabisi nyawa orang lain?"


Ronald tak menjawab.


"Apa ini ada kaitannya dengan Dian yang tidak masuk ke kantor beberapa hari ini? Apa dia terluka parah dad!"


"Iya mungkin. Sayang nya dia tidak langsung mati. Hanya janin nya yang mati."

__ADS_1


"Dad!!!!"


"Berhenti berteriak pada Daddy Sharen!!!"


"Dad....Daddy hampir membunuh Dian dad hanya karena prasangka Daddy? Ya Tuhan.....!"


"Kamu tahu Nak! Ibu dari perempuan itu yang sudah membuat aunty Margaret mati bunuh diri!"


Mata Sharen terbelalak!


"Apa maksud Daddy?"


"Iya. Dian itu anak nya mutiara. Selingkuhan om stevan!"


Sharen menakupkan kedua tangannya.


"Kendra menutupi identitas nya selama ini. Sampai Daddy baru bisa memulai balas dendam Daddy padanya?!"


"Cukup dad! jangan pernah melakukan kebodohan lagi seperti itu."


"Kamu tidak perlu ikut campur. Andai saja Dian mau melawan Daddy, dia harus bersiap menghadapi kenyataan. Keluarga nya akan hancur perlahan. Seperti yang sudah Mutiara lakukan pada keluarga aunty mu."


"Ya Tuhan Dad!!!", Sharen tak lagi bisa berkata apa-apa. Dia pun meninggalkan ruangan Daddy nya dengan penuh emosi dan air mata.


Tak di sangka, ternyata Julian ada di hadapannya. Mata Sharen berkaca-kaca.


Julian meraih Sharen dalam pelukannya.


" I'm sorry Baby!", mendekap Sharen dalam pelukannya.


Sharen makin menenggelamkan wajahnya di dada pria yang sangat ia cintai ini.


"Kita pergi !", Julian mengurai pelukannya. Lalu menggandeng tangan Sharen keluar dari kantor Ronald.


"Sudah makan?" tanya Julian.


Sharen menggeleng.


"Im sorry! Selama ini sikap ku terlalu buruk padamu."


"Ya", sahut Sharen singkat. Lalu matanya terpejam sambil bersandar.


"Kamu lelah?Apa ku antar langsung ke alamat mu?"


Sharen membuka matanya.


"Kemanapun asal bernama mu!"


Julian mengusap kepala Sharen. Dia baru sadar. Selama ini sikapnya sudah membuat nya terluka. Dia meyakinkan dirinya, waktu berguna selama dua tahun sudah cukup baginya. Besok, dia akan menemui orang tuanya di Singapore jika Dian sudah kembali bekerja di kantor.


Aku tahu dia sangat merindukan ku, batin Julian.


"Kita pulang ke apartemen ku!", kata Julian sambil mengusap kepala Sharen. Senyum Sharen mengembang.


Lalu ia bergelayut manja pada Julian.


You know lah, apa yang selanjutnya akan kedua sejoli itu lakukan???


*****

__ADS_1


"Assalamualaikum...!", sapa Damar.


"Walaikumsalam. Mas....!", sapa Hayu yang terkejut tiba-tiba ada damar di depannya.


"Dian baru sampai ya?"


"Iya mas. Imah lagi nemenin di dalam."


"Makanya, kamu di temenin teh Neng?", tanya Damar. Teh neneng hanya tersenyum dan mengangguk.


"Kalau gitu, saya ke belakang saja ya. Barangkali mbak Dian atau mas Aziz butuh sesuatu?!", kata teh Neng undur diri.


Kini di kios hanya ada mereka berdua.


"Eh..mas Damar!", sapa Imah.


"Iya Mah!"


"Baru sampe Tah?"


"iya."


''Mbak hayu, Imah balik dulu ya. Nanti kesini lagi sama A Dadan."


"Ya udah. Hati-hati Mah?!"


"Iya mbak Hayu! Imah balik dulu ya mas Damar!"


"iya mah!"


Kembali lagi Hayu dan damar berdua di kios.


"Em...stev! Semalam...mas ketemu sama Daddy!", kata Damar memulai.


"Ketemu Daddy ku?", Hayu mengernyitkan alisnya.


"Iya."


"Lalu?"


"Daddy nantangin mas buat nikahin kamu beneran Stev. Bukan cuma pura-pura nikah siri!"


"Hah? Astagfirullah Daddy!!!", Hayu menakupkan kedua tangannya di wajahnya yang memerah.


"Mas terima tantangan itu Stev!"


"Hah?", lagi-lagi Stevi terperangah.


"Mas akan menunggu mu membuka maaf dan hatimu buat mas Stev!", kata Damar dengan wajahnya yang serius.


"Mas...!"


"Aku akan menunggu mu sampai kamu siap Stev!"


"Jangan berharap lebih dari ku mas. Bahkan aku masih belum bisa melupakan almarhum Mas Royan."


"Aku nggak minta kamu melupakan almarhum Stev. Sepuluh tahun yang kalian lewati bersama pasti sudah banyak kenangan yang terjadi. Aku hanya ingin kita menata masa depan kita stev."


Hayu pun membeku.

__ADS_1


*****


Hayo....yang masih berjuang! Jangan patah semangat ya 👍✌️


__ADS_2