
"Imah ke dalam aja deh dari pada jadi obat nyamuk disini!", kata Imah meninggalkan Damar dan Hayu.
"Stev, apa yang ingin kamu sampaikan sama aku?", tanya Damar.
Hayu menghela napasnya dalam-dalam.
"Aku minta tolong mas!", jawab Hayu lirih.
"Tolong apa?"
"Ustadz Zaki...!"
"Ustadz Zaki itu siapa? Dan kenapa?"
"Tadi pagi, ustadzah Syifa istri ustadz Zaki mengkhitbah ku mas."
"Mengkhitbah? Maksud nya?"
"Istri ustadz Zaki melamarku untuk suaminya mas."
"Tunggu... tunggu....! Istri ustad Zaki melamar mu? Jadi istri ke dua ustadz Zaki maksud nya?"
Hayu mengangguk.
"Nggak! Nggak boleh!", seru Damar.
"Aku juga udah nolak kok mas! Tapi aku takut kalau dia nekat mas. Apalagi selama ini ,dia baik sama Faiz mas."
"Pokok nya aku nggak rela kamu nikah sama orang lain. Apalagi jadi istri kedua. Nggak boleh!"
"Makanya mas, aku minta tolong sama kamu. Kamu... pura-pura aja lagi deket sama aku mas. Minimal... ustadz Zaki punya alasan buat jauhin aku."
"Apa? Pura-pura? Jangankan pura-pura stev! Saat ini juga aku nikahin kamu juga mau !"
Ngarep!!!! Batin Hayu.
"Sementara pura-pura aja dulu mas. Tapi...kamu juga tahu batasan mu. Jangan berlebihan dan macam-macam!"
Damar menyunggingkan senyuman termanis nya.
"Ya... sekarang pura-pura, tapi mas harap kita benar-benar menikah Stev!"
Hayu hanya menghela nafasnya.
"Aku butuh waktu mas."
"Meskipun lama, aku akan selalu menunggu kamu kok. Kalau aku nggak nunggu kamu, aku udah nikah dari dulu stev!"
Terserah kamu saja mas, tapi untuk saat ini...maaf...aku hanya berharap bantuan mu saja, batin Hayu.
"Ya udah, kamu pulang sana!", usir hayu.
"Kamu ngusir aku?"
"Secara langsung , iya!"
"Kamu keterlaluan deh Stev!", kata damar merajuk.
"Apa nya yang keterlaluan?"
"Kamu manggil aku ke sini cuma buat ngomong itu doang?"
"Iya", jawab hayu singkat.
"Kenapa nggak bermesraan sebentar, ngobrolin apa gitu?", tanya Damar.
"Bukan mahram!", jawab hayu singkat.
"Ya udah, di halalin dong Stev biar mahram!", kata Damar lagi.
Lagi-lagi, Hayu membuang nafasnya.
Ditengah perdebatan tidak penting mereka berdua, Faiz datang di temani Ustadz Zaki.
__ADS_1
"Assalamualaikum Umi....?!", sapa Faiz sambil masuk ke dalam kios.
"Walaikumsalam ", kawah hayu dan damar kompak.
"Om damar....!", panggil Faiz riang.
"Iya sayang....?!!", sahut Damar tak kalah riang.
Ehemmmm.....
Tiba-tiba ustadz Zaki berdehem. Sontak, damar menoleh ke arahnya. Hayu sudah di buat deg-degan dengan kehadiran ustadz Zaki yang tiba-tiba.
"Ustadz Zaki...!?", sapa Hayu.
Damar yang baru saja mendengar cerita tentang lelaki itu pun akhirnya paham. Muncul lah ide di otaknya yang sudah turut gesrek seperti tiga sahabat nya.
"Bisa kita bicara berdua Hayu?," tanya ustadz Zaki.
"Kenapa berdua?", celetuk Damar tiba-tiba.
"Maaf Anda siapa? saya hanya ada urusan dengan Hayu!?", kata ustadz Zaki.
"Perkenalkan, saya Damar. Suami siri nya Stevia Winata alias Rahayu. Dan... insyaallah kami akan melegalkan pernikahan kami secepatnya", kata Damar.
Mata Hayu membulat seketika mendengar ocehan damar. Hayu tak menyangka Damar sefrontal itu. Bahkan dia tak pernah membicarakan rencana nya sama sekali pada Hayu. Semua spontan begitu saja. Bagiamana ini? Damar sudah mengajak nya di dalam kebohongan besar.
Ustadz Zaki mengernyitkan dahinya. Suami siri? Benarkah? Rasanya tidak mungkin. Hayu tidak mungkin mau dengan lelaki yang tidak jelas sepertinya. Apa pun profesinya, seperti nya hayu tidak akan begitu saja memilih pasangan hidupnya. Dilihat dari bentukkan nya saja, Damar lelaki modern yang sepertinya biasa hidup bebas. Berbanding terbalik dengan kehidupan Hayu, batin Zaki.
"Ustaz Zaki nggak percaya?Tanya aja sama orangnya. Iya kan Stev??", tanya Damar.
Hayu yang di sebut namanya pun tergagap.
"Hah?", kata ambigu yang tentu saja membuat Zaki semakin ragu dengan ucapan Damar.
"Benarkah kalian sudah menikah?", tanya Ustaz Zaki lagi.
"Udah....!", teriak Faiz. Ketiga orang dewasa itu pun menoleh padanya. Damar merasa menang, calon anak tirinya mendukung nya penuh.
Ustaz Zaki pun bangkit dari duduknya. Lalu, ia pun berpamitan.
"Walaikumsalam."
Faiz, damar dan hayu menjawab salam Zaki.
Hayu menghampiri Faiz.
"Faiz, kenapa Faiz ikut-ikutan mendengar obrolan orang tua?", tanya Hayu.
"Nggak kok. Dari tadi Faiz diam."
Hayu dan Damar Salim melempar pandangan.
"Tadi, waktu ustaz Zaki bertanya apa umi dan om Damar sudah menikah, kamu bilang 'UDAH' kan?", tanya Hayu pelan.
"Emangnya Umi sama om Damar sudah menikah?", tanya Faiz balik. Hayu dan damar sama-sama bingung dibuatnya.
Hayu menggeleng pelan.
"Tapi sebentar kami lagi akan menikah kok Faiz...", sahut Damar yang sontak mendapatkan lirikan tajam dari Hayu.
"Beneran? Wah...seru dong Mi. Faiz jadi punya.....?!", kata Faiz terhenti.
"Punya apa Faiz?", tanya Damar.
"Faiz kan punya almarhum ayah dan almarhum Abi. Terus...Faiz panggil om damar apa dong?", kata Faiz polos.
Damar terkekeh, dan hayu malah memanyunkan bibirnya.
"Panggil papa. Papa damar dong Faiz....!", kata damar dengan percaya dirinya.
"Hahaha kaya orang kaya ya Mi, manggilnya Papa", seru Faiz. Dan sontak, celetuk Faiz membuat damar tertawa.
"Tapi papa damar penasaran deh....?", kata Damar. Hayu melotot mendengar Damar menyebutkan dirinya PAPA kepada Faiz.
__ADS_1
Mana ada begitu??? Batin Hayu.
"Penasaran kenapa Pa?Eh ..tapi boleh panggil papa kan ya om?", tanya Faiz.
"Boleh lah!", sahut Damar.
"Kamu jawab 'UDAH' tadi waktu Ustaz Zaki tanya, emang Faiz tahu menikah itu apa?", tanya Damar.
''Ihhh....orang Faiz udah selesai bikin Lego nya, Faiz seneng. Bikin Legonya cepet. Jadi karena berhasil, Faiz teriak 'UDAH' gitu aja!", jawab Faiz polos.
Dan , kedua orang dewasa itu pun melongo. Ternyata, kesalahpahaman ini menguntungkan Rahayu. Ustaz Zaki langsung ngacir mendengarkan satu kata ajaib dari Faiz.
"Kamu dengar sendiri kan mas?", tanya Hayu.
Damar pun mengangguk.
"Faiz, kalau papa damar menikah sama Umi, boleh kan?", tanya Damar tanpa di ayak lagi. Kepercayaannya diringkus timbul sejak Hayu menelponnya tadi pagi.
"Faiz mau lah pa, punya papa. Apalagi papa damar ganteng, baik dokter juga. Jadi, kalau Faiz sama umi sakit, papa yang obatin. Iya kan Mi?", Faiz meminta persetujuan dari Hayu. Sedangkan Hayu bingung mau menjawab apa.
"Tuh kan Stev...sama Faiz boleh kok. Mau ya...nikah sama Papa Damar? Iya sayang ya???'', kata damar memohon.
Kenapa terdengar menggelikan sekali sih kamu Mar, nggak ada romantis-romantisnya sama sekali? Batin Hayu.
"Belum aku pikir kan lagi mas. Yang penting sekarang aku terbebas dari ustadz Zaki."
"Nanti kalau zaki datangin kamu lagi gimana? Kamu mau?"
"Mau apa?"
"Memikirkan kembali buat jadi istri keduanya?", ledek Damar.
Wajah Hayu merah menahan marahnya.
"Udah sana ah, pulang aja!", kata Hayu mengusir. Sayangnya, beberapa pelanggan datang bersamaan. Dan hayu pun kewalahan. Damar inisiatif membantu Hayu di dalam kios.
Akhirnya, para pelanggan pun satu persatu meninggalkan kios.
"Makasih," kata kayu singkat.
"Sama-sama. Demi calon ibu dari anak-anakku!", kata Damar.
Hayu hanya menggeleng heran dengan kalimat-kalimat Damar yang makin ke sini makin ngawur.
Damar pun menemani Faiz bermain. Tak terasa hari sudah siang.
"Faiz , papa harus kembali kerja ke rumah sakit. Kita main besok lagi ngga apa kan?", tanya Damar.
"Papa damar mah periksa orang sakit?", tanya Faiz. Damar pun mengangguk.
"Faiz boleh ikut ke rumah sakit nggak?", tanya Faiz. Seolah-olah, dia belum mau di tinggal Damar.
"Faiz sayang, om damar mau kerja di sana. Bukan mau main", bujuk hayu.
"Iya sayang, di sana banyak orang sakit. Faiz temenin umi ya. Papa janji, pulang kerja papa ke rumah Faiz. Papa bawain mainan, mau kan?", tanya Damar.
"Mau....!", sahut Faiz girang. Tapi tidak dengan Hayu.
"Tapi mas....?", kata Hayu tertahan.
"Oke Faiz papa berangkat bekerja dulu ya. Assalamualaikum?!", pamit Damar, seolah tak ingin mendengar penolakan Hayu.
"Walaikumsalam." Faiz dan Hayu menjawab bersamaan.
Damar pun masuk ke mobilnya, di dalam mobil dia pun bersorak kegirangan.
Tak berhenti ucapan syukur Alhamdulillah dari bibirnya. Hari ini, dia akan semangat untuk bekerja dan melayani pasien nya.
*****
Girang banget si damar, kaya dapet arisan aja sih. Padahal belum tentu kan Hayu mengiyakan???
Tapi... minimal...ada Faiz yang mendukung nya. Iya nggak???
__ADS_1
Eps spesial damar nih judulnya 🥰🤗